Mahasiswi Ini Pelopori Diet Kantong Plastik se-ASEAN

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 06 Oktober 2015 | 09:18 WIB
Mahasiswi Ini Pelopori Diet Kantong Plastik se-ASEAN
Ilustrasi kantong plastik (shutterstock)

Suara.com - Mahasiswa IPB pelopori gerakan pengurangan kantong plastik ke sejumlah negara ASEAN melalui program ASEAN Reusable Bag campaign. Dia mengkampanyekan penggunaan tas pakai ulang (reusable).

"ASEAN Reusable bag campaign (ASEAN RBC) merupakan sebuah gerakan peduli lingkungan yang berkonsentrasi terhadap pengurangan penggunaan kantong plastik di negara ASEAN," kata Ranitya Nurlita mahasiswa Studi Manajemen Sumber Daya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, di Bogor, Selasa (6/10/2015).

Ranitya mengatakan gerakan ASEAN RBC diinisiasi oleh Young Southeast Asian Leaders Initative (YSEALI) yang dilaksanakan di tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina selama satu tahun ke depan.

Menurut Ranitya dipilihnya negara ASEAN dalam kampanye penggunaan tas belanja pakai ulang karena ASEAN termasuk negara penyumbang plastik terbesar di dunia di banding negara maju.

"Negara di ASEAN termasuk negara penyumbang sampah plastik terbesar, dan paling banyak membuang sampah plastik ke laut," katanya.

Sebagai negara berkembang, kebiasaan masyarkaat di negara ASEAN masih tradisional menggunakan kantong plastik untuk berbelanja. Berbeda dengan negara maju yang sudah menggunakan reusable bag.

"Seperti di Amerika masyarakatnya jarang menggunakan kantong plastik. Karena untuk menggunakannya mereka harus bayar sebesar 25 sen USD," katanya.

Produksi sampah plastik negara di ASEAN pada tahun 2000 sebesar 56 miliar ton. Thailand menjadi negara pertama penyumbang sampah plastik terbesar yakni 33 persen, disusul Indonesia sebesar 24 persen, Malaysia diperingkat ketiga sebesar 17 persen dan Filiphina diperingkat empat sebesar 10 persen dan Singapura 3 persen. Pada tahun 2015 Indonesia menjadi negara nomor dua di Asia memproduksi sampah plastik terbanyak setelah Tiongkok.

"Negara di Asia Tenggara menjadi penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, ada Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Filiphina," katanya.

Padahal penggunaan sampah plastik tidak ramah lingkungan karena membutuhkan 200 tahun untuk mengurai plastik tersebut di tanah. Beberapa dampak negatif dari penggunaan sampah plastik yakni menyebabkan banjir karena tertutupnya reservoar (daerah resapan air), penyebab karsinogenik (pemicu kanker), mengurai ratusan satu di bumi.

"Produksi plastik boros energi, untuk memproduksi plastik menghabiskan 12 juta barel dari minyak bumi, menghabiskan 14 juta pohon per tahunnya," kata dia.

Tidak hanya itu, sampah plastik yang dibuang ke laut juga merusak ekosistem perairan, banyak kasus biota laut terkontaminasi sampah plastik, ada hewan yang terjerat plastik.

Menurut Ranitya, penggunaan tas pakai ulang lebih ramah lingkungan dibanding bioplastik yang mulai banyak diproduksi dan dipasarkan. Karena bioplastik juga tidak terurai sempurna di bumi. Bioplastik dibuat dari campuran pati yang hanya 5 persen, sisanya plastik semua.

"Tas pakai ulang salah satu solusi yang bisa digunakan untuk upaya pengurangan kantong plastik. Energi yang dibutuhkan untuk pembuatan tas ini lebih sedikit dibanding kantong plastik serta bisa dipakai ulang dalam jangka waktu yang lama," katanya.

Ranitya mengatakan, ASEAN RBC memiliki rangkaian acara untuk mengajak masyarakat menggunakan tas belanja pakai ulang (reusable bag) diantaranya ASEAN RBC goes to Road, ASEAN goes to campus, ASEAN RBC goes to school, belanja dengan tas pakai ulang, kompetisi merancang tas pakai ulang, dan edukasi penggunaan tas pakau ulang ASEAN Reusable bag, serta Forum and expo 2015.

"Yang unik saat melakukan ASEAN RBC goes to road, kami melakukan di sejumlah negara dengan cara merampok kantong platik milik masyarakat di jalan dan diganti dengan tas pakai ulang," katanya.

Ranitya menambahkan, kampanye penggunaan tas pakai ulang untuk mengurangi sampah kantong plastik telah dilaksanakan sejak tujuh bulan lalu. Harapannya, program tersebut dapat diterima masyarakat yang akhirnya menerpakan gaya hidup ramah lingkungan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cinta Bumi Indonesia, Boomerang Persembahkan "Ekologi"

Cinta Bumi Indonesia, Boomerang Persembahkan "Ekologi"

Entertainment | Selasa, 29 September 2015 | 14:01 WIB

Akibat Kabut Asap, Penderita ISPA di Riau Naik 400 Persen

Akibat Kabut Asap, Penderita ISPA di Riau Naik 400 Persen

Health | Senin, 21 September 2015 | 20:09 WIB

Prof. Rizaldi Boer: Kebakaran Lahan Sumatera Ancam Iklim Regional

Prof. Rizaldi Boer: Kebakaran Lahan Sumatera Ancam Iklim Regional

wawancara | Senin, 21 September 2015 | 07:00 WIB

Kebakaran Hutan Meningkat 70 Persen

Kebakaran Hutan Meningkat 70 Persen

Foto | Jum'at, 18 September 2015 | 15:47 WIB

Akibat Kabut Asap, 538 Warga Riau Menderita Pneumonia

Akibat Kabut Asap, 538 Warga Riau Menderita Pneumonia

Health | Jum'at, 18 September 2015 | 11:43 WIB

Studi: Separuh Populasi Binatang Laut Berkurang Sejak 1970an

Studi: Separuh Populasi Binatang Laut Berkurang Sejak 1970an

Tekno | Kamis, 17 September 2015 | 07:56 WIB

Ini Kelompok yang Rentan Terkena Dampak Kabut Asap

Ini Kelompok yang Rentan Terkena Dampak Kabut Asap

Health | Selasa, 15 September 2015 | 19:52 WIB

Ini Imbauan Menkes Untuk Masyarakat yang Terkena Kabut Asap

Ini Imbauan Menkes Untuk Masyarakat yang Terkena Kabut Asap

Health | Selasa, 15 September 2015 | 16:04 WIB

Begini Cara Kurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Begini Cara Kurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Health | Rabu, 09 September 2015 | 12:31 WIB

Berbagai Penyakit yang Dipicu Kabut Asap

Berbagai Penyakit yang Dipicu Kabut Asap

Health | Selasa, 08 September 2015 | 19:17 WIB

Terkini

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:51 WIB

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:50 WIB

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:57 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36 WIB

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:04 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:54 WIB

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53 WIB