Suara.com - Krisis penyediaan daya listrik di Kota Palu akan terjadi sampai 2016. Krisis listrik ini juga akan terjadi di Donggala dan Sigi (Palapas).
Manager PT PLN Area Palu Novalince Pamuso mengatakan saat ini proses pekerjaan transmisi di Gardu Induk (GI) Silae diperkirakan baru akan selesai awal tahun depan.
"Persoalan kelistrikan di daerah kita ini cukup banyak, sekalipun pekerjaan GI Silae sudah selesai, namun belum dapat dipastikan bahwa persoalan kelistrikan ini sudah aman," terangnya di Palu, Jumat (9/10/2015).
Novalince menerangkan problem lain tentang kelistrikan di sistem Palapas adalah keterbatasan daya. Sehingga banyak sekali permintaan pemasangan baru yang sampai saat ini belum dapat dipenuhi oleh PLN.
Sementara itu pihaknya tidak bisa memaksakan untuk menjalankan semua mesin pembangkit karena harus memperhatikan pemeliharaannya. Nova mengakui bahwa daya listrik yang tersedia di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana, Poso, cukup banyak. Namun belum bisa dialirkan ke sistem Palapas karena gardu induk belum cukup.
"Untuk menampung daya listrik dari PLTA Sulewana kita membutuhkan penambahan jumlah taravo di beberapa GI seperti Sidera dan Silae," ujarnya.
Sementara itu, Jayadi salah seorang warga Kota Palu menilai pemadaman listrik oleh PLN beberapa waktu terakhir telah mencederai Undang Undang Perlindungan Konsumen Kelistrikan.
"PLN sebagai lembaga negara seharusnya bertindak lebih profesional serta menjunjung tinggi aturan perlindungan konsumen dibidang kelistrikan," katanya.
Jayadi mengaku heran dengan ulah PLN yang tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu atas sejumlah pemadaman yang terjadi yang membuat konsumen merasa kesal dengan hal tersebut.
"Jangankan mau mengumumkan, meminta maaf saja saya belum pernah lihat atau dengar itu baik di media cetak maupun media elektronik," ujarnya. (Antara)