Kisah Para Pencari Jenazah Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci

Suwarjono

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 06:05 WIB
Kisah Para Pencari Jenazah Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci
Beberapa petugas membawa jenazah satu dari ratusan korban tewas dalam tragedi Mina pada Kamis (24/9) [Reuters].

Suara.com - Dalam dunia layar kaca ada sinetron berjudul Para Pencari Tuhan (PPT) yang hanya tayang pada Bulan Ramadhan Dalam dunia nyata, ada kisah "para pencari jenazah" di Tanah Suci yang biasanya hanya sibuk di musim haji.

Apalagi bila ada peristiwa besar yang menimbulkan banyak korban meninggal dan cidera. Jadilah mereka andalan terdepan untuk mendapat informasi terkini tentang kondisi jemaah.

"Dalam situasi seperti itu, informasi sekecil apapun sangat berharga dan kami tindak lanjuti," kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja (Daker) Mekkah Letkol Jaetul Muchlis Basyir, memulai kisah dan pengalamannya mencari jemaah yang hilang dalam peristiwa Mina maupun crane roboh di Masjidil Haram pada musim haji 1436H/2015.

Berharga tidak hanya terkait pertolongan pertama terhadap jemaah terutama dari Indonesia yang terluka atau meninggal dunia, tapi juga bernilai karena waktu yang dibutuhkan untuk menembus birokrasi otoritas di Arab Saudi guna mendapatkan informasi terkait korban tidaklah mudah.

Jika tidak pintar membaca peluang dan berstrategi, mereka yang datang untuk mencari informasi bisa kembali dengan tangan hampa.

Hal itulah yang juga pernah dialami tim Linjam, demikian biasanya Media Center Haji (MCH) menyebut kelompok kerja yang dipimpin Letkol dari TNI Angkatan Udara itu.

Cari Akses Tim Linjam Daker Mekkah pada awalnya hanya bertugas melindungi jemaah haji yang tersesat terutama saat ibadah di Masjidil Haram atau mereka yang sakit, terluka, dan meninggal di luar sarana kesehatan.

Tim yang beranggotakan TNI, Polri, dokter, dan Konjen RI menjadi para pencari jenazah di pemulasaran mayat, Al Muashim. Di tempat ini, semua korban meninggal dalam peristiwa Mina maupun crane roboh dikumpulkan.

"Makanya pekerjaan kami agak unik, mengusik-usik kamar-kamar jenazah (di rumah-rumah sakit) dan penampungan mayat yang ada di Arab Saudi," ujar Muchlis dengan logat Sunda yang kental.

Meski terbilang unik dan mungkin menakutkan bagi sebagian orang, namun Muchlis, dr Taufik Tjahjadi, Fadhil Ahmad, dan Naif Bajri Basri Marjan yang menjadi tim inti identifikasi jenazah nampak sangat menikmati pekerjaan dan amanah yang diberikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada mereka.

"Kadang jemaah yang sedang kami cari sampai kebawa dalam mimpi," ujar Muchlis dengan nada serius.

Bahkan mereka kadang ikut berduka ketika jemaah yang diinformasikan belum kembali ke pemondokan sejak peristiwa Mina maupun crane roboh, tidak berhasil ditemukan atau mereka identifikasi.

"Segala cara kami lakukan," ujar Muchlis lagi.

Ia bahkan bersedia melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukannya seperti berpelukan dan mencium pipi kanan dan pipi kiri terhadap orang yang baru ditemui atau mengobral janji.

"Yaa kalau lazimnya orang sini harus peluk kiri kanan, cipika-cipiki (cium pipi kanan dan kiri) itu kami lakukan semua, yang penting dapat akses masuk untuk mendapatkan informasi," kata Alumni Seskoau tahun 2007 itu.

Tidak itu saja, agar bisa lebih dekat dengan petugas yang punya otoritas untuk menembus akses data tentang jamaah yang menjadi korban meninggal, mereka pun mengobral janji akan mengantar warga negara Arab itu kemanapun mereka ingin pergi bila berkunjung ke Indonesia.

"Pokoknya kami mengekspos apa aja yang mereka suka, yang penting terjadi harmoni dan bisa dapat akses yang luas," ujar ayah dari dua orang putra dan satu putri itu.

Identifikasi Beruntung tim Linjam memiliki Naif Bajri Basri Marjan (33). Pria berdarah Palembang, Sumatera Selatan, yang lahir dan besar di Arab Saudi sehingga ia lebih pandai dan fasih berbahasa Arab ketimbang berbahasa Indonesia.

Selain itu, pemuda bertubuh tinggi dan berparas putih itu nampak paham betul kultur orang Arab.

"Orang Arab itu suka kalau kita bantuin dia," ujar Naif dengan Bahasa Indonesia yang kadang terbalik-balik, pendek dan patah-patah.

Karena ringan membantu itu menjadi salah satu pintu masuk untuk menembus data dokumen jenazah yang ada di pemulasaran mayat, Naif dan anggota tim Linjam lainnya melakukan aksi bantu-bantu merapikan arsip di tempat tersebut.

Tentunya, hal itu juga dimanfaatkan mereka untuk mencari dokumen tentang jenazah yang ditengarai berasal dari Indonesia.

Satu paket atau file dokumen itu biasanya berisi semua yang melekat pada tubuh jenazah ketika ditemukan, seperti gelang tembaga yang menjadi identitas jemaah haji Indonesia, pakaian ihram, slayer, kartu penginapan, kartu bus, dan lain-lain.

"Kami melakukan verifikasi berangkat dari kebiasaan orang Indonesia dan kelaziman mereka. Baik dari segi berpakaian dan raut muka (foto) serta hal lain yang khas seperti gelang dan slayer yang beraneka warna. Itu modal kami menelusuri keberadaan mereka yang diduga sebagai korban dalam peristiwa tersebut," kata Muchlis yang sudah beberapa kali memimpin tim Linjam sehingga nampak paham betul karakter jemaah Indonesia hanya dengan melihat dari kejauhan.

Sampai hari ke-15 sejak peristiwa Mina, Tim Linjam tersebut telah berhasil menemukan 149 korban peristiwa Mina.

Sebanyak 118 jemaah menjadi korban meninggal, empat jemaah menjadi korban luka dan masih di rumah sakit, 26 jamaah telah kembali ke pemondokan mereka.

Sedangkan sisanya lima jemaah hingga Jumat 9 Oktober 2015 belum diketahui keberadaannya sejak peristiwa Mina terjadi.

Namun, para pencari jenazah yang tidak mengenal lelah sebelum tugas dituntaskan itu, juga menemukan lima jemaah WNI yang telah bermukim di Arab Saudi ikut menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Sementara untuk korban crane roboh, mereka telah berhasil mengidentifikasi 55 jemaah Indonesia yang menjadi korban, 12 diantaranya meninggal dunia, dan 43 mengalami cidera ringan dan berat.

"Kami berharap pada musim haji tahun depan, ada 'contingency plan' (rencana darurat) untuk mengantisipasi kejadian luar biasa seperti ini, sehingga bila ada peristiwa besar bisa langsung `action', tidak perlu terlalu banyak rapat dan briefing," ujar Kepala Subdinas Pembinaan Dinas Perawatan Personel di TNI-AU itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Tantangan Tim DVI Saat Identifikasi Korban Mina

Ini Tantangan Tim DVI Saat Identifikasi Korban Mina

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 08:17 WIB

Dapat Akses, TIM DVI Mabes Polri Percepat Identivikasi Koban Mina

Dapat Akses, TIM DVI Mabes Polri Percepat Identivikasi Koban Mina

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 07:02 WIB

1.800 Jenazah Jemaah Haji Dimakamkan di Al-Mu'ashim

1.800 Jenazah Jemaah Haji Dimakamkan di Al-Mu'ashim

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 06:16 WIB

Terkini

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:03 WIB

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:58 WIB

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Keriting Melonjak, Bawang Turun

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Keriting Melonjak, Bawang Turun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:52 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:50 WIB

Cara Menghitung Kapasitas Air dalam Bak Mandi Berbentuk Balok, Lengkap Contoh Soal

Cara Menghitung Kapasitas Air dalam Bak Mandi Berbentuk Balok, Lengkap Contoh Soal

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 08:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB

John Herdman Belum Bisa Umumkan Skuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut 3 Pemain Ini Dicoret

John Herdman Belum Bisa Umumkan Skuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut 3 Pemain Ini Dicoret

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB

×