Revisi UU KPK, Fraksi Nasdem Ngaku Cuma Disodori Buat Tandatangan

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:07 WIB
Revisi UU KPK, Fraksi Nasdem Ngaku Cuma Disodori Buat Tandatangan
Akbar Faisal [Antara/Reno Esnir]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Akbar Faisal menolak fraksinya disebut sebagai pengusul revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menjelaskan Fraksi Nasdem ketika itu hanya disodori draft revisi untuk ditandatangani.

"Anda tahu nggak sejarahnya? kita disodorin temen-teman kami yang tak tahu pokok persoalannya. Disodorin untuk tanda tangan," ujar Akbar di Hotel Sari Pan Pacific, M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2015).

Salah satu Ketua DPP Partai Nasdem mengaku fraksinya belum pernah melihat isi draft revisi UU KPK. Menurut dia, kalau seandainya tahu isinya secara detail, tentunya menolak tandatangan.

"Kalau kemudian kita diperlihatkan draft-nya, kemudian kita melihat ada pasal-pasal yang tidak punya standing, kan nggak mungkin mereka tanda tangan," kata Akbar.

Akbar ogah menjelaskan kepada awak media soal fraksi partai mana yang menyodorkan draft kepada Fraksi Nasdem. Ia hanya meminta jurnalis untuk mencari tahu sendiri soal itu.

"Saya nggak tahu. Cari tahu sendiri lah kalian," kata Akbar.

Saat ini, pemerintah dan DPR sepakat untuk menunda pembahasan revisi UU tentang KPK hingga masa persidangan DPR berikutnya. Pemerintah sekarang masih ingin fokus pada upaya pemulihan ekonomi.

Dalam draft RUU tentang revisi UU KPK yang dibagikan kepada anggota Badan Legislasi DPR dalam Rapat Pleno Baleg, Selasa (6/10/2015), antara lain menyebutkan pembatasan usia KPK selama 12 tahun yang tertuang dalam Pasal 5.

Dalam draft revisi juga disebutkan, KPK hanya dapat melakukan penyadapan setelah ada bukti permulaan yang cukup dan dengan izin ketua pengadilan negeri. KPK juga hanya dapat mengusut kasus korupsi dengan kerugian negara di atas Rp50 miliar dan tidak boleh melakukan penuntutan.

Revisi UU KPK sesungguhnya masuk dalam Prolegnas 2016 dan menjadi inisiatif pemerintah, tetapi sekarang diusulkan masuk menjadi RUU Prioritas Prolegnas 2015 dan menjadi inisiatif DPR.

Fraksi yang mengusulkan agar revisi UU KPK masuk Prolegnas 2015 dan menjadi inisiatif DPR

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rapat Konsultasi Putuskan Menunda Revisi UU KPK

Rapat Konsultasi Putuskan Menunda Revisi UU KPK

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 17:58 WIB

DPR Ingin Batasi Usia KPK, Pakar: Hongkong Saja Masih Ada KPK

DPR Ingin Batasi Usia KPK, Pakar: Hongkong Saja Masih Ada KPK

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 17:08 WIB

Jokowi Bahas UU KPK Sore Ini, Yasonna: Draf Bukan dari Pemerintah

Jokowi Bahas UU KPK Sore Ini, Yasonna: Draf Bukan dari Pemerintah

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 16:25 WIB

Profesor Unpad Dukung DPR Revisi UU KPK, Ini Alasannya

Profesor Unpad Dukung DPR Revisi UU KPK, Ini Alasannya

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 15:38 WIB

Biaya Pengusutan Satu Perkara di KPK Mencapai Rp750 Juta

Biaya Pengusutan Satu Perkara di KPK Mencapai Rp750 Juta

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:42 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×