Ada Seribu Titik Api di Sumatera, Luhut: Hari Ini Memburuk Lagi

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 16 Oktober 2015 | 12:24 WIB
Ada Seribu Titik Api di Sumatera, Luhut: Hari Ini Memburuk Lagi
Kabut asap mengganggu jarak pandang di sebagian kota besar di Indonesia. (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan jumlah titik api di Sumatera yang terekam pada Jumat ( 16/10/2015) jam 07.00 WIB, tercatat 1.005 titik.

"Hari ini memburuk lagi," ujar Luhut di gedung Nusantara III, DPR.

Luhut mengatakan selama ini petugas sudah berupaya memadamkan titik api dengan cara menjatuhkan bom air, namun belum berhasil.

"Seperti di Sumatera Selatan, kita lakukan bombarder, tapi tadi agak memburuk. Karena kekeringan gambut luar biasa. Sekarang di-convert kering, lalu adanya el nino, sehingga dampaknya luar biasa," kata dia.

Luhut mengaku pemerintah tidak bisa memastikan kapan penanganan kabut asap beres.

"Bahwa bisa berkurang yes, naik lagi, berkurang naik lagi, Ini memang bisa berkurang, tetapi tidak bisa dalam kurun waktu dua minggu seperti yang saya katakan lima hari lalu," kata dia.

Luhut menyampaikan hal itu ketika bertemu pimpinan DPR bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di gedung DPR. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPR Setya Novanto. Agenda pertemuan untuk membahas masalah kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan di Sumatera dan Kalimantan.

Pertemuan dipimpin oleh Ketua DPR Setya Novanto dan dihadiri anggota dewan, di antaranya Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Wakil Ketua Komisi I, dan Tantowi Yahya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap di Barito Utara Semakin Pekat

Kabut Asap di Barito Utara Semakin Pekat

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 08:00 WIB

IDI Kerahkan Seluruh Dokter Tangani Korban Asap

IDI Kerahkan Seluruh Dokter Tangani Korban Asap

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 14:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×