Presiden Jokowi Mengaku Pernah Dimaki WNI di Qatar

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 26 Oktober 2015 | 08:18 WIB
Presiden Jokowi Mengaku Pernah Dimaki WNI di Qatar
Presiden Joko Widodo (Antara/Widodo S Jusuf).

Suara.com - Presiden Joko Widodo sempat mengutarakan unek-uneknya dalam pertemuan dengan ribuan warga Indonesia perantauan di Washington DC, Amerika Serikat. Ia mengaku pernah dimaki-maki warga Indonesia dalam lawatannya ke Qatar.

"Waktu di Qatar, saya juga bertemu sekitar 300 WNI. Karena yang enggak bisa masuk ribuan, yang dimaki-maki saya. Padahal saya enggak ngerti, saya enggak tahu. Yang dimaki-maki saya," kata Presiden yang sedang berkunjung ke AS, Minggu (25/10/2015) waktu setempat.

Jokowi, meski demikian, mengaku memaklumi perilaku warga Indonesia di perantauan itu. Dia tahu mereka ingin bertemu dan berdiskusi dengan presidennya.

"Kalau yang mengundang saya, saya taruh di lapangan sepak bola semuanya," kata Presiden.

Pengalaman itu dikisahkan Presiden Jokowi menaggapi tingginya antusiase warga Indonesia di AS untuk bertemu dengannya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk AS, Budi Bowoleksono mengatakan dalam acara tersebut antusiasme masyarakat Indonesia di AS untuk bertatap muka dan berdialog dengan Presiden Jokowi sangat luar biasa.

"Awalnya kami merencanakan hanya 500 orang. Supaya adil kami membuka pendaftaran online. Tetapi dalam waktu satu jam sudah habis," katanya.

Pihaknya kemudian menambah pendaftaran online untuk 750 kursi dan habis dalam waktu dua jam.

"Luar biasa yang hadir 1.250 orang mungkin lebih dari itu," kata Dubes Budi.

Pihaknya juga melakukan live streaming yang difasilitasi KBRI agar masyarakat Indonesia di AS yang tidak mendapatkan kesempatan untuk hadir di Wisma Tilden dapat menyaksikan langsung melalui YouTube.

Tepuk tangan dan suara masyarakat meneriakan nama Jokowi terus terdengar di Wisma Tilden. Banyak masyarakat berdesakan mengabadikan momen kehadiran Presiden Jokowi dengan menggunakan kamera ponselnya.

Presiden menyempatkan diri untuk berdialog dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di AS dengan sejumlah isu aktual yang ditanyakan langsung oleh masyarakat kepada Jokowi.

Mereka bertanya soal target pembangunan proyek listrik di Tanah Air, pembahasan terkait UU dwikenegaraan untuk anak dari hasil perkawinan campur, tentang asap yang membuat warga di AS merasa malu karena Indonesia dianggap sebagai penyebab polusi, soal korupsi, hingga illegal mining.

Masyarakat yang hadir pada kesempatan itu berasal dari 24 negara bagian di AS bahkan banyak WNI yang sengaja datang dari Indonesia ke AS untuk bisa bertemu Presiden Jokowi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Washington Jokowi Janji Dorong UU Kewarganegaraan Ganda

Di Washington Jokowi Janji Dorong UU Kewarganegaraan Ganda

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 07:53 WIB

Soal Ekonomi Indonesia, Jokowi: Senengnya kok Menjelekkan Diri

Soal Ekonomi Indonesia, Jokowi: Senengnya kok Menjelekkan Diri

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 07:12 WIB

Ribuan Warga Indonesia di Washington DC Sambut Jokowi

Ribuan Warga Indonesia di Washington DC Sambut Jokowi

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 03:31 WIB

Tak Semahal Pesawat Sewaan, Seberapa Hemat Ongkos Pesawat Jokowi?

Tak Semahal Pesawat Sewaan, Seberapa Hemat Ongkos Pesawat Jokowi?

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 06:05 WIB

Terkini

Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas

Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:21 WIB

Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia

Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:10 WIB

Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!

Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:06 WIB

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:02 WIB

Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL

Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB

Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya

Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:57 WIB

Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal

Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:53 WIB

Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan

Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:53 WIB

Amien Sunaryadi: Niat Jahat Memang Nggak Kelihatan, Tapi Evidence-nya Bisa Dicari

Amien Sunaryadi: Niat Jahat Memang Nggak Kelihatan, Tapi Evidence-nya Bisa Dicari

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:47 WIB

AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB