Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan

Bella, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 28 April 2026 | 16:53 WIB
Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
baca 10 detik
  • Alvin Lie menyoroti banyaknya perlintasan kereta api liar yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai bagi pengguna jalan raya.
  • Ketidakpastian standar waktu tunggu di perlintasan memicu pengendara nekat menerobos palang pintu sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
  • Buruknya kualitas jalan di persimpangan akibat ego sektoral antarinstansi berpotensi menyebabkan kendaraan mogok dan menghambat kelancaran operasional kereta.

Suara.com - Pengamat transportasi publik Alvin Lie menyoroti persoalan pada persimpangan jalan kereta api dengan jalan bagi kendaraan lain seperti mobil dan sepeda motor.

Sebab, ia menjelaskan adanya pengaruh masalah di persimpangan tersebut terhadap kecelakaan kereta api, termasuk tabrakan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam.

Masalah pertama yang disoroti Alvin Lie ialah banyaknya perlintasan jalur rel kereta api dengan jalan biasa atau persimpangan sebidang yang liar. Maksud dari persimpangan sebidang liar ialah yang dibangun sendiri oleh warga untuk memangkas jarak.

“Jumlah perlintasan sebidang yang liar ini jumlahnya ada ribuan dan ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak ada pengamanan-pengamanan,” kata Alvin Lie kepada Suara.com, Selasa (28/4/2026).

Mantan anggota Ombudsman RI itu juga menyoroti tidak adanya standar waktu tunggu yang jelas bagi pengendara mobil dan sepeda motor di perlintasan sebidang.

Ia menegaskan di beberapa persimpangan sebidang, masa tunggu kereta lewat bisa panjang maupun pendek setelah palang diturunkan.

“Ini yang memicu pengguna jalan, terutama sepeda motor, kadang mobil juga, yang mencari celah untuk menerobos palang persimpangan itu. Jika ada standar waktu, pengguna jalan ini akan tahu, begitu palang ditutup misalnya dalam waktu satu menit kereta akan lewat, jadi mereka tidak akan berani lagi untuk menerobos palang,” tutur Alvin Lie.

Selain itu, kondisi jalan yang buruk di persimpangan sebidang juga menjadi masalah yang disoroti Alvin. Ia menjelaskan bahwa kualitas jalan umumnya menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) di masing-masing daerah. Di sisi lain, kualitas rel kereta menjadi tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dengan demikian, Alvin menyebut KAI hanya fokus pada kualitas rel kereta, tetapi tidak memedulikan kualitas jalan bagi pengendara mobil dan motor di persimpangan sebidang.

baca juga

“Mereka tidak peduli terhadap kualitas jalan pada persimpangan tersebut. Hal ini menyebabkan pengendara mobil maupun sepeda motor ketika melintas rel itu semuanya pelan-pelan dan risiko terjadi mogok ketika mobil atau sepeda motornya terguncang,” ujar Alvin Lie.

“Ini saya sudah berikan rekomendasi karena ketika di Ombudsman tahun 2017 kami melakukan kajian terhadap keselamatan persimpangan kereta, tapi sampai sekarang tidak ada titik temunya karena masing-masing berebut tapi masing-masing juga lempar tanggung jawab,” sambung dia.

Alvin Lie menegaskan bahwa permasalahan pada persimpangan sebidang ini harus diselesaikan. Sebab, ia meyakini mogoknya taksi GreenSM yang berimplikasi pada tabrakan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur juga disebabkan oleh persoalan pada perlintasan sebidang.

Pada kesempatan yang sama, Alvin juga mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dengan tidak menyerobot palang kereta api. Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang menggunakan jalur kanan saat menunggu kereta lewat di persimpangan sebidang.

Dengan mengambil jalur kanan atau melawan arus, Alvin menegaskan akan terjadi kemacetan di persimpangan sebidang setelah palang terbuka dan kereta lewat.

“Ini menjadi masalah ketika pergerakan kereta itu agak padat, rel palang persimpangan dibuka dua tiga menit, masih banyak kendaraan di sana, kemudian ada kereta akan lewat lagi, ditutup,” ucap Alvin.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya sanksi tegas bagi pengguna jalan yang mengambil sisi kanan sehingga menyebabkan kemacetan pada persimpangan sebidang.

“Hal-hal lain yang mungkin bisa jadi perhatian adalah sistem sinyal kereta api di Indonesia ini tidak seragam. Jadi tidak satu sistem untuk seluruh Indonesia, bahkan di Jawa saja per segmen itu sistem sinyalnya berbeda-beda, dan ini menjadi tantangan tersendiri untuk kelancaran operasi sinyal dan kelancaran operasi kereta itu sendiri,” tandas Alvin Lie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB

7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun

7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Sering Ugal-ugalan, Identitas Sopir Taksi Hijau Dikuliti Netizen: Buangan Bluebird!

Sering Ugal-ugalan, Identitas Sopir Taksi Hijau Dikuliti Netizen: Buangan Bluebird!

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah, AHY: Laki-laki dan Wanita Tak Boleh Jadi Korban

Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah, AHY: Laki-laki dan Wanita Tak Boleh Jadi Korban

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:19 WIB

Muncul Spekulasi Liar, Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Kehadirannya di Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi

Muncul Spekulasi Liar, Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Kehadirannya di Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 16:19 WIB

DPR Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Singgung Perlintasan Liar hingga Sistem Sinyal

DPR Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Singgung Perlintasan Liar hingga Sistem Sinyal

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:16 WIB

Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi

Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 15:38 WIB

Tidak Ada Kata Maaf, Publik Soroti Klarifikasi Green SM Usai Tragedi di Bekasi Timur

Tidak Ada Kata Maaf, Publik Soroti Klarifikasi Green SM Usai Tragedi di Bekasi Timur

Video | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

AHY Minta Evakuasi Gerbong KRL di Bekasi Timur Rampung Sore Ini, Target Malam Sudah Normal

AHY Minta Evakuasi Gerbong KRL di Bekasi Timur Rampung Sore Ini, Target Malam Sudah Normal

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×