- RS Polri Kramat Jati sedang mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan kereta api yang tiba sejak Selasa dini hari.
- Tim forensik menghadapi kendala identifikasi melalui sistem MAMBIS sehingga proses pendalaman data masih terus dilakukan petugas medis.
- Kepala RS Polri memastikan upaya identifikasi dilakukan secepat mungkin karena kondisi fisik seluruh jenazah saat ini relatif utuh.
Suara.com - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati kekinian masih intensif melakukan proses identifikasi terhadap 10 jenazah korban kecelakaan maut yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan kereta api jarak jauh.
Hingga pukul 16.00 WIB berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, proses tersebut masih terus berlangsung.
Awak media masih menunggu pengumuman hasil identifikasi tersebut.
Sejak Selasa (28/4/2026) pagi, pihak rumah sakit telah menerima kiriman kantong jenazah dari lokasi kejadian untuk diproses lebih lanjut oleh tim kedokteran forensik.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan jika proses identifikasi masih terus dilakukan.
Ia pun mengungkap hal yang menjadi kendala dalam proses tersebut.
"Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di MAMBIS-nya tidak keluar identitasnya," kata Prima di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Kendati begitu, ia memastikan pihaknya masih terus mengupayakan yang terbaik agar semua jenazah korban dapat terindentifikasi.
"Tapi ini kita lagi dalami lagi," katanya.
![Petugas SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/28/81151-evakuasi-korban-kecelakaan-kereta-argo-bromo-tabrak-krl-di-bekasi-timur-ka-argo-bromo-anggrek.jpg)
Prima menegaskan, proses identifikasi ini akan dilakukan secepat mungkin. Terlebih kondisi jenazah sendiri masih dalam keadaan utuh.
"Ini sedang proses kita. Kita secepatnya kita identifikasi. Karena kondisi jenazahnya relatif utuh," kata dia.
Sebelumnya, berdasarkan laporan kronologi kedatangan, kantong-kantong jenazah tersebut mulai dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) dan tiba di RS Polri Kramat Jati pada Selasa dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Sejak saat itu, tim medis dan petugas forensik langsung melakukan penanganan awal sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan korban kecelakaan massal.
Meskipun petugas telah bekerja sejak dini hari, proses identifikasi belum sepenuhnya rampung hingga berita ini diturunkan.