Anak Pejuang 1945 Diintimidasi Kodam Jaya untuk Kosongkan Rumah

Siswanto, Erick Tanjung

Kamis, 29 Oktober 2015 | 15:33 WIB
Anak Pejuang 1945 Diintimidasi Kodam Jaya untuk Kosongkan Rumah
Keluarga mantan prajurit TNI AD di Perumahan Zeni, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015), demo tolak pengosongan rumah oleh Kodam Jaya [suara.com/Erick Tanjung]
Keluarga mantan prajurit TNI AD di Perumahan Zeni, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015), melanjutkan demonstrasi untuk menolak rencana penggusuran rumah secara paksa yang akan dilakukan Komando Daerah Militer Jaya.

Salah satu cara untuk menolak pengosongan rumah peninggalan orangtua, mereka memblokade jalan utama ke perumahan dengan bambu dengan membentangkan spanduk dan poster-poster.

‎"Kami menolak dipaksa untuk mengosongkan rumah kami. Karena ini rumah warisan orangtua kami, lahan, dan perumahan ini dibeli dari hasil jerih payah dan keringat orangtua kami yang notabene pejuang," kata Bogie, salah satu anak mantan prajurit, kepada Suara.com.

Bogie mengaku sejak warga menolak rencana penggusuran, mereka diintimidasi Kodam Jaya. Tapi, warga tetap pada pendirian, tidak mau mengosongkan rumah.

Bahkan, Kodam memberikan surat peringatan ketiga kepada warga yang jatuh tempo hari ini.

"Sejak tadi malam kami dapat kabar dari warga pihak Kodam Jaya mengancam akan mengerahkan 1.200 tentara hari ini untuk melakukan pengosongan paksa perumahan. Makanya keamanan di sini kami perketat, akses-akses jalan ditutup, karena peringatan Kodam Jaya untuk pengosongan paksa membuat resah warga,"‎ katanya.

Bogie mengungkapkan saat ini di Perumahan Zeni tinggal 71 rumah milik keluarga para pahlawan kemerdekaan RI, pejuang Seroja Timor-Timur. Sebelumnya di sana ada 117 rumah, namun sebagian sudah pindah karena tak tahan intimidasi Kodam Jaya.

"Di perumahan ini rumah keluarga para pejuang ada 200 penghuni, dengan luas lahan 3,1 hektar," ujarnya.

‎Dia menambahkan, Rabu (28/10/2015) kemarin, warga menyerahkan surat penolakan pengosongan rumah ke Komisi I DPR.

Dalam rapat dengar pendapat saat itu, pimpinan Komisi I memerintahkan Sekjen Kementerian Pertahanan untuk menghentikan upaya pengosongan paksa.

"Dalam RDP kemarin itu, Sekjen Kemhan diminta Komisi I untuk menyampaikan kepada Panglima Kodam Jaya untuk menghentikan pengosongan paksa rumah pejuang yang ada disini," kata dia.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantan Mayjen: Ada yang Ganjil dalam Pembongkaran Kompleks Zeni

Mantan Mayjen: Ada yang Ganjil dalam Pembongkaran Kompleks Zeni

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 14:30 WIB

Sambil Nangis, Cucu Veteran TNI AD Baca Puisi untuk Jokowi

Sambil Nangis, Cucu Veteran TNI AD Baca Puisi untuk Jokowi

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 12:18 WIB

Rumah Kompleks Zeni Terancam Digusur, Keluarga Veteran Demo

Rumah Kompleks Zeni Terancam Digusur, Keluarga Veteran Demo

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 11:18 WIB

Prajurit TNI AD Dilarang Keras Punya Istri Simpanan

Prajurit TNI AD Dilarang Keras Punya Istri Simpanan

News | Senin, 28 September 2015 | 18:25 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×