Pemerintah Ingin Ubah Pola Hidup Suku Anak Dalam

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Minggu, 01 November 2015 | 16:58 WIB
Pemerintah Ingin Ubah Pola Hidup Suku Anak Dalam
Presiden Joko Widodo, didampingi Ibu Negara dan sejumlah menteri, mengunjungi warga suku Anak Dalam di Jambi, Jumat (30/10) [Antara/Wahdi Septiawan].

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa‎ mengakui pemerintah ingin mengubah pola hidup suku anak dalam di Provinsi Jambi. Namun masih kesulitan.

Dia mengatakan masyarakat pedalaman hidup dalam komunitas homogen. Dia lebih nyaman tinggal di tengah hutan belantara di banding di kota yang ramai orang dengan berbagai sarana prasarana yang modern. Diprediksi akan memakan waktu dan kesabaran untuk mendampingi mereka agar hidup ditengah-tengah masyarakat modern.

"Jadi untuk transmigrasi lokal itu (memindahkan orang pedalaman) tidak bisa dalam waktu sebentar. Paling tidak butuh waktu enam tahun," kata Khofifah saat ditemui di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan (1/11/2015).

Dia mencontohkan kasus suku anak dalam yang dipindahkan ke desa yang ramai dan bergabung dengan masyarakat lain di Kabupaten Sarolangun, Pemerintah telah membangunkan rumah-rumah bagi mereka sejak 2013 lalu. Namun mereka belum bisa tinggal menetap di rumah yang dibikinkan Pemerintah tersebut. Me‎reka masih sering tinggal di hutan seperti kehidupan sebelumnya.

‎"Di Kabupaten Sorolangun mereka belum bisa hidup di kota, mereka masih sering bolak-balik ke hutan. ‎Akhirnya rumah yang dibangunkan itu hanya jadi rumah singgah, jadi mereka Seminggu di hutan dan Seminggu di rumah. Artinya rumah itu belum bisa jadi hunian tetap," ujarnya.

Dia menambahkan, di sana juga ada radio komunitas yang digagas oleh Warsi. Warga suku anak dalam itu sudah beradaptasi dengan teknologi, mereka juga sudah mengakses radio di dalam hutan.

"Saya sampaikan kepada mereka (Warsi) bahwa ini sesuatu yang sangat penting untuk terus menerus dilanjutkan bagi mereka yang ada di pedalaman. Ternyata warga pedalaman itu bisa mengakses radio itu," terangnya.

Radio komunitas juga memberikan manfaat bagi mereka untuk mendapatkan informasi. Misalnya ada informasi pengobatan dan lainnya.

"Saya juga tanya pada anak-anak suku anak dalam kalau besar mau jadi apa, ada yang mau jadi guru, tentara, bahkan peneliti. Jadi mereka harus sekolah. Berarti mereka tidak bisa lagi tinggal di tengah hutan.‎ Untuk mencapai itu mereka harus mengikuti sekolah formal, tidak bisa hanya dengan bisa baca tulis, dan menghitung saja," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Jangan Salah, Suku Anak Dalam Sudah Punya Motor dan Hp

Mensos: Jangan Salah, Suku Anak Dalam Sudah Punya Motor dan Hp

News | Minggu, 01 November 2015 | 15:36 WIB

Ini Kebingungan Pemerintah Jokowi Tangani Pembakar Hutan

Ini Kebingungan Pemerintah Jokowi Tangani Pembakar Hutan

Bisnis | Minggu, 01 November 2015 | 13:53 WIB

Ujian di Sekolah yang Terpapar Asap Disesuaikan Libur dan Materi

Ujian di Sekolah yang Terpapar Asap Disesuaikan Libur dan Materi

News | Minggu, 01 November 2015 | 12:04 WIB

Di Makam Pahlawan, Mensos Ajak Doa Bersama Minta Turun Hujan

Di Makam Pahlawan, Mensos Ajak Doa Bersama Minta Turun Hujan

News | Minggu, 01 November 2015 | 11:50 WIB

Cegah Kebakaran, Pemerintah Gelar Konferensi Gambut Internasional

Cegah Kebakaran, Pemerintah Gelar Konferensi Gambut Internasional

News | Minggu, 01 November 2015 | 11:09 WIB

Ini Alasan JK Gelar Salat Minta Hujan

Ini Alasan JK Gelar Salat Minta Hujan

News | Minggu, 01 November 2015 | 10:10 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×