Kontras: Polda Jatim Tak Serius Ungkap Pembunuh Salim Kancil

Siswanto

Senin, 09 November 2015 | 16:33 WIB
Kontras: Polda Jatim Tak Serius Ungkap Pembunuh Salim Kancil
Sejumlah aktivis melakukan teatrikal sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap penganiayaan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil di depan Istana, Jakarta, Kamis (1/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Peneliti dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Muhammad Ananto Setiawan, menilai Kepolisian Daerah Jawa Timur tidak serius mengungkap kasus pembunuhan terhadap aktivis antitambang ilegal di Lumajang, Jawa Timur

"Sebetulnya sudah disebutkan bahwa ada banyak orang dan instansi yang terlibat di sana. Seperti kepolisian, Perhutani, DPRD Lumajang. Tapi sampai hari ini tidak berhasil diseret ke meja pengadilan oleh Polda Jatim," kata Ananto dalam konferensi pers bertema Penegakan Hukum Tak Serius, Mafia Tambang Jalan Terus di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Menurut Ananto kepolisian hanya mampu menetapkan 32 tersangka, tanpa berhasil menyentuh dalangnya.

Ananto menambahkan dari 32 tersangka, hanya satu orang yang menjadi bagian dari dalang kasus pembunuhan Salim Kancil.

"Tapi masih otak yang kecilnya, yakni kepala desa," kata Ananto.

Ananto menjelaskan berdasarkan informasi dari rekan Salim Kancil yang juga korban penganiayaan, Tosan, yang tertangkap hanyalah orang-orang lapangan atau yang sering disebut sebagai Tim 12. Menurut Tosan, pelakunya sebenarnya sekitar 50 orang.

"Tidak hanya kepala desa saja bahkan banyak aparat-aparat pejabat daerah yang terlibat, tapi tidak diseret sama polisi sampai hari ini," kata Ananto.

Kepolisian dinilai gagal menerapkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dimana seharusnya kepolisian memberi perlindungan terhadap saksi.

"Dalam hal tersebut pula Abdul Hamid pada 31 Oktober kemarin mendapat ancaman. Berlanjut ke tanggal 5 November dimana tiga orang jurnalis mendapatkan teror dan ancaman ," ucap Ananto. (Muhamad Ridwan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Wartawan Lumajang

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Wartawan Lumajang

News | Senin, 09 November 2015 | 14:14 WIB

AJI Indonesia: Teror Jurnalis di Lumajang Sangat Serius

AJI Indonesia: Teror Jurnalis di Lumajang Sangat Serius

News | Senin, 09 November 2015 | 13:31 WIB

Adik TSK Pembunuh Salim Kancil Marah, Rumah Aktivis Dilempari

Adik TSK Pembunuh Salim Kancil Marah, Rumah Aktivis Dilempari

News | Senin, 02 November 2015 | 15:49 WIB

Terkini

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

×