Mantan Stafsus SBY Akui Terima Uang dari Jero Wacik

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 20 November 2015 | 08:31 WIB
Mantan Stafsus SBY Akui Terima Uang dari Jero Wacik
Daniel Sparingga, mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang komunikasi politik bersaksi untuk terdakwa Jero Wacik di Tipikor, Jakarta, Kamis (19/11) [Antara/Rosa Panggabean].

Suara.com - Staf di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Atena Falathi pernah menelepon mantan Staf Khusus Kepresidengan bidang Komunikasi Politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Daniel Sparringa pascapenggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor Kementerian ESDM.

"Bu Atena mengatakan ada masalah di kantor kami, dengan suara panik, mohon bantuan bapak untuk menyampaikan ke atasan bapak agar tidak akan jadi masalah serius," cerita Daniel ketika bersaksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, dengan terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, Kamis (19/11/2015).

"Terus terang pernyataan itu membuat saya tidak nyaman dan tersinggung, dan mengatakan kalau di zaman sekarang tidak ada intervensi. 'Jangankan ibu, besan presiden saja tidak dibantu presiden, jadi kalau ada masalah silakan hubungi atasan ibu jangan hubungi saya lagi dan saya harap ini pembicaraan terakhir'," imbuh Daniel.

Dalam dakwaan disebutkan Jero membiayai kegiatan operasional Daniel Sparringa hingga mencapai Rp610 juta yang diambil dari Dana Operasional Menteri (DOM) Jero sejak November 2011 hingga Agustus 2013 sejumlah Rp25-40 juta per bulan.

Penggeledahan yang dimaksud adalah penggeledahan KPK terkait kasus Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.

Menurut Daniel, uang dari DOM Jero itu memang dia terima dan sejak awal dia memang pernah mengutarakan masalah kesulitan dana operasional kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto.

"Setelah itu saya menghubungi Pak Djoko, karena saya melaporkan keadaannya dan telepon itu mengisyaratkan ada yang tidak betul dengan (dana) yang kami terima dan saya laporkan ke Pak Menkopolhukam, dan Pak Menko menyediakan waktu pada 17 Agustus 2013," tutur Daniel.

Dalam pertemuan itu, jelas Daniel, ia melaporkan pembicaraannya dengan Atena. Saat itu Djoko hanya menjawab akan mengecek masalah tersebut dengan Jero. Pada malam kenegaraan 17 Agustus 2013, Daniel juga bertemu dengan Jero dan menceritakan telepon dari Atena tersebut.

"Saya sempat bertemu Pak Jero dan mengatakan ada staf bapak telepon saya, namanya Bu Atena, dan dijawab 'Saya tidak tahu'. Lalu saya katakan 'Staf yang selalu sampaikan titipan bapak', dan Pak Jero hanya menjawab 'Baik-baik, nanti saya tegur yang bersangkutan'. Saya tanya 'Kok jadi seperti ini?' Lalu disampaikan 'Tidak ada, tidak ada masalah'," urut Daniel.

Menurut Daniel, kantornya pun sudah tidak lagi menerima titipan rutin dari kantor Kementerian ESDM.

"Ada laporan kalau tidak ada lagi uang untuk menunjang kegiatan operasional karena minggu pertama molor dan tidak jelas. Ketika ditanyakan ke kantor Kementerian ESDM dijawab 'Sedang menunggu ini dan itu', jadi saya memutuskan sudah tidak usah lagi ditanyakan karena seakan-akan kita meminta padahal kita tidak meminta, seingat saya Juli 2013 yang terakhir," ungkap Daniel.

Daniel sendiri hanya sekali menanyakan terhentinya pengiriman tersebut ke Jero, namun hanya dijawab bahwa ia akan mengecek ke kantornya. Uang yang diterima Daniel tersebut dikelola oleh asisten Daniel bernama Nur Hasyim untuk dana operasional.

Namun Jero membantah keterangan Daniel tersebut di hadapan pengadilan. Ia mengaku tak tahu apa pun.

"Saya tidak pernah tahu bahwa Atena itu menelepon bapak, sepertinya minta presiden intervensi, wong saya belum tahu akan jadi tersangka, jadi saya tenang-tenang saja," ungkap Jero.

Dalam perkara ini Jero didakwa melakukan tiga perbuatan yaitu pertama merugikan keuangan negara dari Dana Operasional Menteri (DOM) sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada periode 2008-2011 hingga Rp10,59 miliar yang Rp8,4 miliar di antaranya digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarganya.

Perbuatan kedua adalah Jero menerima hadiah sebanyak Rp10,381 miliar sepanjang November 2011-Juli 2013 saat menjabat sebagai Menteri ESDM yang digunakan untuk berbagai keperluan dirinya.

Ketiga, Jero didakwa menerima Rp349 juta dari Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Pertambangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Herman Arief Kusumo untuk perayaan ulang tahun ke-63. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luar Biasa, Ultah Jero Wacik ke 69 Dibiayai Negara

Luar Biasa, Ultah Jero Wacik ke 69 Dibiayai Negara

News | Senin, 09 November 2015 | 19:43 WIB

Jero Wacik Sebut Dakwaan Jaksa Isinya Dikarang-karang

Jero Wacik Sebut Dakwaan Jaksa Isinya Dikarang-karang

News | Selasa, 22 September 2015 | 20:08 WIB

Jalani Sidang Perdana, Jero Didampingi Sekjen Demokrat

Jalani Sidang Perdana, Jero Didampingi Sekjen Demokrat

News | Selasa, 22 September 2015 | 19:37 WIB

Terkini

Wanita Amerika Terancam 20 Tahun Penjara Usai Selundupkan Jutaan Amunisi Iran ke Sudan

Wanita Amerika Terancam 20 Tahun Penjara Usai Selundupkan Jutaan Amunisi Iran ke Sudan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:55 WIB

Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan

Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:55 WIB

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Marah Besar dan Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku!

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Marah Besar dan Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:45 WIB

Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah

Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah

News | Senin, 20 April 2026 | 10:44 WIB

Viral China Bikin Robot Jadi Atlet Lari Maraton Tercepat di Dunia

Viral China Bikin Robot Jadi Atlet Lari Maraton Tercepat di Dunia

News | Senin, 20 April 2026 | 10:39 WIB

Kapal Perang AS Mondar-mandir di Dekat Perairan Indonesia, Mau Apa?

Kapal Perang AS Mondar-mandir di Dekat Perairan Indonesia, Mau Apa?

News | Senin, 20 April 2026 | 10:37 WIB

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:30 WIB

Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

News | Senin, 20 April 2026 | 10:29 WIB

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

News | Senin, 20 April 2026 | 10:22 WIB

Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024

Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024

News | Senin, 20 April 2026 | 10:21 WIB