Ini Sikap MKD soal Kabar Sogokan di MKD

Laban Laisila | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 25 November 2015 | 17:16 WIB
Ini Sikap MKD soal Kabar Sogokan di MKD
Rekaman Suara Setnov Belum Utuh

Suara.com - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Surahman Hidayat tidak mau ambil pusing dengan adanya kabar beredarnya iming-iming sogokan Rp20 miliar untuk penanganan kasus Ketua DPR Setya Novanto.

Setya, saat ini sedang berperkara di MKD karena laporan Menteri ESDM Sudirman Said atas pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia.

"Itu di negeri antah barantah itu. Ya itu di negeri antar barantah, pengandaian. (Kalau saya percaya) karena kan Anggota sudah disumpah, dibaiat (untuk tidak terima sogokan)," kata Surahman di DPR, Rabu (25/11/2015).

Sementara itu, Anggota MKD Syarifuddin Sudding meminta supaya Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengungkap siapa yang memberikan iming-iming itu. Menurut Sudding, hal itu sama dengan percobaan pidana.

"Junimart harus bongkar. Saya baca di media itu. Dan, ini perlu dibongkar, kan dia yang ditawari. Ditawari itu sudah masuk pidana karena percobaan," kata Sudding.

Anggota MKD lainnya, Akbar Faisal mengatakan, supaya kasus ini diungkap. Selain itu, dia juga meminta anggota MKD lainnya tidak terjebak dengan iming-iming apapun. Supaya marwah MKD bisa ditegakan.

"Saya berusaha sama teman-teman di MKD menjaga kehormatan dewan dan (menjauhkan) hal-hal yang sangat menghina seperti itu. Ini sangat tidak nyaman. Karenanya, saya minta ada sikap resmi dr MKD. Termasuk Junimart, buka," kata Akbar.

Junimart yang dikutip Tribunnews.com, mengatakan ada iming-iming uang selama penanganan ini. Namun, saat dikonfirmasi perihal pernyataan itu, Junimart enggan memaparkan secara gamblang.

"Itu kata siapa? Ditanya wartawannya (yang menulis)? Jangan tanya saya dong. Itu kan seolah membenturkan namanya, tanya wartawannya dulu. Kalau wartawan bilang iya, baru tanya saya. Mana wartawannya saya mau tahu. Mana wartawannya panggil kemari. Saya mau tanya, ada nggak begitu," kata Junimart dikonfirmasi di DPR.

Meski demikian, dia mengakui ada yang berupaya menawarkan uang sebesar Rp20 miliar terkait kasus dugaan atas laporan Menteri ESDM Sudirman Said ini dengan teradu Setya Novanto.

"Saya tidak pernah terima itu (sogok), bukan terima, berupaya untuk (menawarkan uang), itu bahasanya," ucap Junimart.

Anggota Komisi III ini pun menilai adanya tawaran itu sebagai bagian dari ujian yang biasa. Apalagi, saat ini MKD tengah menjalankan tugas untuk menyelesaikan kasus tertentu.

"Saya kira itu hal biasa ya dan tidak perlu dipertanyakan, ini kan bagian dari tantangan dalam tugas. Yang pasti, ini bagian tantangan dari tugas, itu hal yang biasa," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kata Junimart soal Kabar Sogokan Rp20 Miliar dari Ketua DPR

Ini Kata Junimart soal Kabar Sogokan Rp20 Miliar dari Ketua DPR

News | Rabu, 25 November 2015 | 15:23 WIB

Ical Perlu Tekan Setya Novanto untuk Mundur

Ical Perlu Tekan Setya Novanto untuk Mundur

News | Rabu, 25 November 2015 | 14:48 WIB

Mosi Tidak Percaya Untuk Setya Novanto Masuk Angin?

Mosi Tidak Percaya Untuk Setya Novanto Masuk Angin?

News | Rabu, 25 November 2015 | 14:30 WIB

Terkini

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:21 WIB

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB