Petani Bawang Merah di Jakarta Panen Besar

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 16 Desember 2015 | 17:37 WIB
Petani Bawang Merah di Jakarta Panen Besar
Ilustrasi bawang merah. (suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Petani bawang merah di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, berhasil melakukan panen perdana bawang merahnya. Sebanyak 15 ton bawang merah yang dihasilkan dari lahan seluas 1,5 hektar itu akan dibeli oleh PD Pasar Jaya.  

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat usai melakukan panen bawang merah tersebut di Jakarta, Rabu (16/12/2015) menyatakan, kekagumannya ternyata di Ibu kota masih bisa menanam komoditas sayuran tersebut dengan hasil yang cukup bagus.

"Jakarta yang selama ini dinilai tak ada petani, ternyata ada petani bahkan mampu menanam bawang merah," katanya.

Menurut Gatot, bawang merah hasil panen petani tersebut siap dibeli oleh PD Pasar Jaya, perusahaan pasar milik Pemda DKI, dengan harga Rp11.000/kg basah.

Saat ini, lanjutnya, harga bawang merah di pasaran untuk kualitas kering sebesar Rp40.000/kg sedangkan kondisi basah sebesar Rp10.000/kg.

Gatot meminta masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau , baik berupa lahan terlantar maupun tanah-tanah pekarangan guna mengembangkan tanaman sayur-sayuran khususnya secara organik karena harganya lebih tinggi dibandingkan sayuran biasa.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DKI Jakarta, Etty Herawati mengungkapkan pengembangan bawang merah di ibukota ini dimulai pada 2014 di atas lahan percobaan seluas 2000 meter persegi.

"Dari percobaan tersebut ternyata menunjukkan hasil yang bagus kemudian diperluas menjadi 1,5 hektar," katanya.

Menurut dia, produktivitas bawang merah yang ditanam oleh petani di Kelurahan Semanan tersebut mencapai 10 ton per hektar atau produksinya sebanyak 15 ton.

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni menyatakan, bibit bawang merah ini didatangkan dari Brebes Jawa Tengah.

Menanggapi keluhan petani bahwa lahan yang dimanfaatkan untuk mengembangkan bawang merah tersebut milik swasta yang sewaktu-waktu bisa diambil pemiliknya, pihaknya menyatakan akan mengupayakan pembebasan.

"Mungkin tidak sekarang tapi tahun depan kita upayakan untuk pembebasan lahan tersebut sehingga nanti bisa dimanfaatkan petani secara berkelanjutan," katanya.

Menurut dia, saat ini di DKI Jakarta terdapat lahan sawah baku seluas 5,5 hektar di Jakarta Timur, yang nantinya juga akan dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah.

Saat ini, tambahnya, lahan tersebut ditanami padi dan nantinya bisa bergantian dengan bawang merah sesuai dengan musim tanam. Sedangkan luas lahan pertanian padi secara keseluruhan di Jakarta, mencapai 112 hektar yang mana khusus di Kecamatan Kalideres sekitar 12 hektar dibudidayakan oleh empat kelompok tani. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Bawang Merah Naik Sejak April, Tapi Hal Ini Takkan Berlangsung Lama

Harga Bawang Merah Naik Sejak April, Tapi Hal Ini Takkan Berlangsung Lama

Bisnis | Minggu, 12 Juni 2022 | 09:31 WIB

Terkini

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB