Bonus Atlet Paragames Sama Besar dengan Atlet SEA Games

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 16 Desember 2015 | 21:34 WIB
Bonus Atlet Paragames Sama Besar dengan Atlet SEA Games
Salah satu suasana pelepasan atlet Indonesia. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan besaran bonus yang akan diterima peraih medali pada ASEAN Paragames 2015 sama besarnya dengan atlet yang medali pada SEA Games 2015 di Singapura.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto di Jakarta, Rabu mengatakan, sesuai dengan rencana pemberian bonus kepada atlet yang meraih medali pada kejuaraan khusus atlet difabel ini akan dilakukan pada awal tahun depan.

"Besarnya bonus sama dengan peraih medali SEA Games. Rencananya bonus akan diterima awal tahun depan karena sejak 15 Desember ini sudah tutup buku," katanya di Kantor Kemenpora Jakarta.

Jika besaran bonus yang diterima paralimpian sama dengan peraih medali SEA Games maka besarannya adalah Rp200 juta untuk peraih medali emas, Rp50 juta untuk perak dan Rp25 juta untuk perunggu. Bonus juga diberikan kepada pelatih yang mendampingi atlet peraih medali.

Pada ASEAN Paragames 2015 gagal mempertahankan predikat juara umum dan hanya mampu menjadi runner up. Thailand pada kejuaraan dua tahunan itu menjadi yang terbaik. Sedangkan Indonesia hanya mampu mengemas 81 emas, 74 perak dan 63 perunggu.

Djoko Pekik menegaskan, gagalnya Indonesia menjadi juara umum dikarenakan beberapa cabang olahraga yang diikuti tidak sesuai target yaitu atletik, ten pin bowling, catur, menembak, panahan, cerebral palsy football, renang dan tenis meja. Sedangkan yang sesuai target adalah goal ball dengan satu perunggu.

"Yang melebih target adalah bulu tangkis dan angkat berat. Bulu tangkis ditargetkan enam emas justru meraih delapan emas. Angkat berat target empat mendapatkan lima emas," kata Djoko menegaskan.

Meski tidak memenuni target, atlet tetap menjadi lumbung utama kontingen Indonesia untuk mengumpulkan medali dengan 27 emas 24 perak dan 16 perunggu. Berikutnya renang dengan 17 emas 17 perak 16 perunggu, tenis meja 15 emas 13 perak 10 perunggu. Catur sembilan emas 10 perak enam perunggu, bulu tangkis delapan emas, empat perak tujuh perunggu, angkat berat lima emas dua perak dua perunggu.

Adapun peraih medali terbanyak adalah Musa Caru Bala (renang) dengan empat emas satu perak, Setiyo Budi Hartanto (atletik) empat emas, Jendi Pangabean (renang) tiga emas dua perak satu perunggu, Ngaimin (renang) tiga emas dua perak dan Martin Losi (atletik) tiga perak satu perak.

Indonesia pada ASEAN Paragames 2015 menargetkan 105 medali emas. Hanya saja target tersebut tidak terpenuhi karena beberapa hal termasuk karena adanya regulasi baru sehingga peluang untuk merebut 10 medali emas dari renang pupus.

"Singapura menggunakan standar classifier yang direkomendasikan langsung oleh International Paralympic Committee. Salah satu yang sangat kentara adalah hasil klasifikasi terletak pada cabang renang. Ada rekomendasi dari International Sport Federation for Persons with Intellectual Disability (INASFID). Ada 10 atlet renang kita tidak lolos kualifikasi karena tidak mempunyai record (catatan) sejak kapan menderita tuna grahita. Deteksi record mulai umur 3 tahun," kata CDM Indonesia, Faisal Abdullah.

Demi mengantisipasi kejadian seperti di Singapura, pemerintah akan terus berusaha meningkatkan pendidikan bagi classifier agar tidak ada lagi kesalahan dalam indentifinasi klasifikasi kecatatan. Selain itu juga akan berusaha menyelaraskan kebutuhan anggaran terkait pengiriman dan pelatihan atlet. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Atlet Taichi Asal Bandung Raih Emas di Piala Presiden Taiwan

Atlet Taichi Asal Bandung Raih Emas di Piala Presiden Taiwan

News | Rabu, 25 November 2015 | 17:17 WIB

Kemenpora: Bonus SEA Games Cair Sebelum Lebaran

Kemenpora: Bonus SEA Games Cair Sebelum Lebaran

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 19:41 WIB

Raihan Indonesia di SEA Games Tahun Ini Lebih Buruk dari 2013

Raihan Indonesia di SEA Games Tahun Ini Lebih Buruk dari 2013

News | Selasa, 16 Juni 2015 | 22:45 WIB

Kostum Umbar Aurat, Pesenam Malaysia Dibela Ribuan Netizen

Kostum Umbar Aurat, Pesenam Malaysia Dibela Ribuan Netizen

News | Senin, 15 Juni 2015 | 20:13 WIB

Terkini

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:52 WIB

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:39 WIB

Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian

Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:38 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik Hari Ini, DPR Beri Wanti-wanti

Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik Hari Ini, DPR Beri Wanti-wanti

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:30 WIB

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:27 WIB

TNI Berikan Penjelasan Resmi Terkait Gugurnya Seorang Anak dan Kontak Tembak dengan OPM di Papua

TNI Berikan Penjelasan Resmi Terkait Gugurnya Seorang Anak dan Kontak Tembak dengan OPM di Papua

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:27 WIB

Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:06 WIB

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

News | Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

News | Sabtu, 18 April 2026 | 08:10 WIB

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB