Tawa Lepas Jokowi Saat Setya Novanto Mundur

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 17 Desember 2015 | 06:06 WIB
Tawa Lepas Jokowi Saat Setya Novanto Mundur
Presiden Joko Widodo. (Antara/Yudhi Mahatma)

Suara.com - Istana Negara Jakarta, Rabu (16/12/2015) sore menjelang maghrib sedang kedatangan tamu para pelawak. Tak heran jika gelak tawa memenuhi seantero ruang, bahkan tawa Sang Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak kalah lepasnya.

Tak lama berselang, berita Setya Novanto yang mundur sebagai Ketua DPR RI pun terkonfirmasi sebagai kabar yang shahih. Entah kebetulan yang disengaja atau tidak, Istana memang sedang dipenuhi tawa ketika Pimpinan DPR dalam proses meletakkan jabatannya.

Masyarakat pun mendapat tontonan ironi sekaligus kelegaan pihak-pihak yang merasa berada di atas angin ketika dua penggal fragmen yang terpisah itu disatukan dalam sebuah bingkai.

BACA JUGA: 

Unggah Foto Nikita Mirzani bareng Jokowi, YP Diciduk Bareskrim

Jokowi sedang duduk di sisi Andre Taulany, Dorce, Nunung, dan Cak Lontong. Sementara di hadapannya tak bosan berbicara si Jarwo Kwat, Sule, Parto, dan Aziz. Wajar jika Presiden pun akhirnya bisa "ngakak".

Presiden memang memanggil sederet komedian ternama hari itu untuk sekadar bincang santai dan makan bersama.

"Sepertinya Bapak capek dan ingin tertawa bareng para pelawak," kata sumber orang dalam Istana yang tak mau disebut namanya.

Meskipun sempat beredar spekulasi lain bahwa Presiden sengaja menghadirkan 14 pelawak papan atas ke Istana untuk mengalihkan perhatian media terkait sikapnya terhadap keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Konstelasi Berubah Boleh jadi pada detik dan waktu yang tak terpaut lama, rupa dan perasaan Jokowi versus Setya Novanto berlawanan 180 derajat.

Jokowi tengah tertawa lepas serasa tanpa beban, tepat ketika Novanto sedang diliputi kegalauan menjelang kemundurannya sebagai Ketua DPR RI, terkait masalah skandal 'papa minta saham' PT. Freeport Indonesia. Sikap Setya Novanto jelas akan menuai polemik, sekaligus menjadi bahan yang paling banyak diperbincangkan.

Sementara Jokowi justru sedang melepaskan kepenatannya dan bersenda gurau, termasuk membicarakan usulan Cak Lontong untuk mendirikan Museum Komedi Indonesia di Kota Solo, kota asal Sang Presiden.

Keduanya berada di dua tempat yang berbeda, baik suasana maupun peruntungannya. Namun, keduanya jelas sedang saling melihat reaksi satu sama lain.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung pun telah berkali-kali menegaskan bahwa Presiden memberikan perhatian secara khusus terhadap proses di MKD, terkait sidang kasus etik yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto dalam polemik "papa minta saham" kepada PT. Freeport.

Menurut Pramono, Presiden dari waktu ke waktu menugaskan jajarannya untuk melaporkan perkembangan proses di MKD (Makamah Kehormatan Dewan).

"Artinya apa yang menjadi harapan publik, keinginan masyarakat itu bisa diterjemahkan dan ditangkap secara baik oleh teman-teman di MKD," tutur Mas Pram, sapaan karib Pramono Anung.

Memang Jokowi tak mungkin menutup mata, sebab konstelasi politik di DPR juga jelas harus menjadi bagian dari pengamatan utamanya.

Terlebih bahwa polemik yang sedang bergulir menyangkut dugaan pencatutan nama dirinya sebagai Presiden.

Pelajaran Novanto Kemunduran Novanto tersebar secara viral melalui sosial media dan pesan atau messenger, termasuk whatsapp grup yang terus terganda secara berantai, yang juga disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun TV nasional.

Dalam surat tertanggal 16 Desember 2015 itu, Novanto menyebutkan ingin menyampaikan sikapnya yang dilandasi penghormatannya kepada seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: 

O.C. Kaligis: Anakku, Papa Bukan Pencuri Uang Negara

"Selama saya mengemban tugas sebagai pimpinan dewan, tentu ada banyak dinamika yang terjadi, dinamika yang perlu disikapi dengan bijaksana. Sikap yang selalu harus dilandasi kecintaan kepada kepentingan bangsa. Amanah yang saya emban selama ini, adalah sebuah tanggung jawab yang harus selalu bertolak dari hal tersebut. Atas dasar itulah, izinkan saya menyampaikan pengunduran diri dari posisi pimpinan dewan. Seraya memohon maaf atas kekhilafan yang terjadi, serta teriring doa yang tulus untuk bangsa, semoga bangsa kita dapat menatap masa depan yang lebih baik. Salam hormat saya kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai," tulis Novanto.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Nurul Arifin dalam pesannya membenarkan kemunduran Novanto.

"Benar Bapak mundur. Demi untuk kepentingan bangsa dan negara, agar tidak ada lagi kegaduhan lagi. Bapak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan kesempatan dan kepercayaan menjalankan amanah ini. Beliau berharap MKD dapat terus menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya. Saya bangga dapat mendampingi beliau. Terima kasih," tulis Nurul.

Polemik Novanto dalam tanda pagar #papamintasaham itu memang menyedot perhatian publik di Tanah Air yang demikian besar. Aspirasi dan kehendak rakyat luar biasa besar tercermin dalam banyak "meme" di media sosial bahkan menjadi bahasan yang viral dalam berbagai kesempatan.

Polemik itu memberikan pelajaran tentang betapa etika harus ditegakkan dan aspirasi rakyat harus ditangkap. Konsep negara adalah rakyat semestinya ditegakkan tinggi-tinggi di sebuah negara demokrasi.

Di sisi lain bahwa bagaimana pun juga etika bergaul dan berpolitik tetaplah sesuatu yang mesti diagungkan demi tetap tegaknya sistem tata negara yang baik. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Ini Surat Setya Novanto Berisi Pengunduran Diri dari Ketua DPR

Supir Angkot Hafal Copet, Penumpang Sering Diberi Kode

Ada Baim Wong di Balik Video Mulan Minta Maaf ke Maia

Google Nobatkan "Haji Lulung" Sebagai Penguasa Meme 2015

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dasco: Setya Novanto Mundur dengan Besar Hati

Dasco: Setya Novanto Mundur dengan Besar Hati

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 01:01 WIB

Novanto Mundur dari Ketua DPR Ingatkan Sikap Soeharto Lengser

Novanto Mundur dari Ketua DPR Ingatkan Sikap Soeharto Lengser

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 23:18 WIB

Cerita Di Balik Novanto Mundur, Dia Ketemu Anggota MKD Dulu

Cerita Di Balik Novanto Mundur, Dia Ketemu Anggota MKD Dulu

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 22:48 WIB

Novanto Mundur, Ketua MKD: Berakhir Happy Ending

Novanto Mundur, Ketua MKD: Berakhir Happy Ending

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 22:19 WIB

Terkini

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:15 WIB

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:07 WIB

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:43 WIB

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 21:36 WIB

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:36 WIB