Berakhir, Pembatasan Punya 1 Anak di Cina Menyisakan Duka

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 01 Januari 2016 | 15:10 WIB
Berakhir, Pembatasan Punya 1 Anak di Cina Menyisakan Duka
Ilustrasi kelahiran seorang bayi. [Shutterstock/Gosphotodesign]

Suara.com - Sun Mingmei selalu ingin punya anak kedua. Akhirnya, Agustus lalu dia habil kembali. Dia dan suaminya bersuka cita.

Namun, Cina melarang penduduknya mempunyai dua anak. Kalau pun bisa mempunyai dua anak, dia harus membayar denda lebih dari 200.000 yuan atau sekitar 31.250 dolar AS.

Tapi Mei merasa tak mampu. Akhirnya, dia memutuskan untuk menggugurkan anaknya saat usia 2 bulan dalam kandungan.

"Saya tidak tahu apakah itu seorang gadis atau laki-laki. Seandainya aku tahu, aku akan berjuang untuk membuat keputusan," curhat Mei kepada CNN.

Sialnya, dua bulan kemudian pemerintah Cina menyatakan kebijakan satu anak berakhir mulai Januari 2016. Warga Cina bisa memiliki 2 anak. Kebijakan sejak tahun 2000 itu memang sangat kontroversial. Negara barat menilai kebijakan itu melanggar HAM.

"Saya sedikit menyesal untuk menyerah kepada bayi saya belum lahir ketika saya mendengar berita itu," kata Mei.

CNN melansir, jutaan perempuan di Cina dipaksa untuk mengakhiri kehamilan anak kedua mereka karena dianggap hamil ilegal. Kementerian Kesehatan Cina mencatat ada 7 juta perempuan Cina menggugurkan kehabilannya. Mereka dipaksa. Human Rights Watch mengatakan jika tindakan itu koersif.

Lu Jiehua, seorang ahli demografi di Universitas Peking mengatakan kebijakan 'dua anak' ini bisa memicu ledakan bayi pada tahun 2017 dan 2018. Diperkirakan 20 juta anak-anak akan lahir pada 2017.

Dia mengatakan tingkat kelahiran lebih tinggi akan membantu Cina mengatasi krisis populasi muda. Sekarang kebanyakan penduduk Cina tidak produktif atau kebanyakan orangtua. (CNN)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Xi Jinping Minta Pemimpin Cina Awasi Keluarganya dari Korupsi

Xi Jinping Minta Pemimpin Cina Awasi Keluarganya dari Korupsi

News | Rabu, 30 Desember 2015 | 17:11 WIB

Perdana Menteri Cina Pertama Diduga Sebagai Gay

Perdana Menteri Cina Pertama Diduga Sebagai Gay

News | Selasa, 29 Desember 2015 | 13:47 WIB

Minggu Esok, Tiongkok Keluarkan UU Anti Teror

Minggu Esok, Tiongkok Keluarkan UU Anti Teror

News | Jum'at, 25 Desember 2015 | 15:06 WIB

Solusi Jitu Bagi Pasangan Dengan Gangguan Kesuburan

Solusi Jitu Bagi Pasangan Dengan Gangguan Kesuburan

Health | Rabu, 23 Desember 2015 | 16:21 WIB

Terkubur Longsor 60 Jam, Lelaki Ini Masih Hidup

Terkubur Longsor 60 Jam, Lelaki Ini Masih Hidup

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 13:15 WIB

Cina Berjuang Pulangkan 5 Gembong Korupsi dari AS

Cina Berjuang Pulangkan 5 Gembong Korupsi dari AS

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 12:11 WIB

Tumpukan Lumpur Timbun 33 Bangunan, 85 Orang Dilaporkan Hilang

Tumpukan Lumpur Timbun 33 Bangunan, 85 Orang Dilaporkan Hilang

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 04:59 WIB

Kabut Asap Tebal Selimuti 30 Kota di Cina

Kabut Asap Tebal Selimuti 30 Kota di Cina

News | Senin, 21 Desember 2015 | 09:14 WIB

Ternyata Ribuan Anak di NTT Belum Punya Akta Kelahiran

Ternyata Ribuan Anak di NTT Belum Punya Akta Kelahiran

News | Senin, 21 Desember 2015 | 07:57 WIB

Polres Bekasi Buru Pelaku Penelantar Bayi dalam Taksi

Polres Bekasi Buru Pelaku Penelantar Bayi dalam Taksi

News | Senin, 21 Desember 2015 | 03:30 WIB

Terkini

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:11 WIB

Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:51 WIB