Suara.com - Ahmad Rifai (20) meninggal dunia secara mengerikan setelah dikeroyok sekelompok pemuda di RT 9, RW 10, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, jelang pergantian tahun. Leher pemuda yang akrab disapa Boim ditebas pakai golok.
Kapolsek Tebet Komisaris Polisi Nurdin Rahman menjelaskan korban dieksekusi setelah memanggang ayam bersama rekan-rekannya untuk merayakan malam tahun baru di RT 4/10.
"Pelaku penyerangan RT sebelah, masih satu RW," kata Nurdin kepada Suara.com di rumah duka, Jumat (1/1/2016) sore.
Nurdin menambahkan sebelum Rifai yang jadi korban, terlebih dahulu pecah tawuran antar pemuda RT 4 dan RT 9 di lapangan dekat makam Menteng Dalam.
Rifai dan teman-temannya pun terlibat dalam tawuran. Saat itu, aparat keamanan mencoba melerai, namun gagal karena para pemuda semakin beringas.
"Kami tadi malam ada di TKP. Mereka (dua geng) itu sudah saling berhadapan tawuran. Awalnya dari lapangan kuburan, kemudian lari ke dalam (perkampungan)," katanya.
Di tengah perkelahian, Rifai terjebak. Sementara teman-temannya sudah lebih dahulu menyelamatkan diri. Saat itulah, dia dieksekusi.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Namun, sampai sore ini, belum ada penetapan tersangka.
"Kami telah mengantongi tujuh nama pelaku penyerangan," katanya.