Permintaan Mebel oleh Pasar Internasional Masih Lesu

Pebriansyah Ariefana

Senin, 11 Januari 2016 | 05:01 WIB
Permintaan Mebel oleh Pasar Internasional Masih Lesu
Produk mebel di Indonesia Furniture Show 2014. (Antara/Ismar Patrizki)

Suara.com - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pemerintah memperluas promosi produk mebel di pasar internasional. Sebab masih lemahnya permintaan impor dari negara-negara mitra dagang utama.

Wakil Ketua Asmindo DIY Endro Wardoyo mengatakan hingga saat ini kinerja ekspor para pengusaha mebel masih mengalami penurunan. Khususnya di pasar utama seperti Eropa, Jerman, serta Jepang.

"Di sebagian besar negara-negara tujuan ekspor hingga kini permintaan mebel masih lesu," kata dia, Minggu (10/1/2016).

Menurut dia, untuk pengusaha mebel dengan pengiriman ekspor skala besar turun dari empat menjadi dua kontainer per bulan, sedangkan untuk eksportir skala kecil dari dua menjadi satu kontainer per bulan.

"Bahkan kadang-kadang sama sekali tidak ada permintaan," kata dia.

Oleh karena itu, ia menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan rata-rata Rp150 per liter belum memberikan dampak signifikan bagi para pengusaha. Khususnya yang telah merambah pasar ekspor.

Endro mengatakan kebijakan ekonomi yang lebih dibutuhkan para eksportir dari pemerintah adalah perluasan akses pasar ekspor serta memfasilitasi promosi produk dalam negeri di setiap "event" internasional.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan upaya diversifikasi pasar ekspor, sehingga akses pasar bukan hanya terfokus pada pasar Eropa, Jerman, serta Jepang, melainkan juga pasar nontradisional, seperti Banglades, Afrika, serta negara-negara Timur Tengah. Perluasan akses pasar juga diperlukan untuk pasar domestik.

"Pasar domestik dengan jumlah penduduk sebanyak 250 juta jiwa saya kira cukup potensial digarap," kata dia.

Meski demikian, ia optimistis produk mebel atau kerajinan Indonesia. Khususnya di DIY, masih dapat menjadi andalan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Namun inovasi produk juga perlu terus dilakukan oleh perajin lokal," kata dia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto mengatakan nilai ekspor di DIY pada November 2015 mencapai 25.676.063 dolar AS, atau turun 12,04 persen daripada Oktober yang mencapai 29.191.429 dolar AS.

Negara tujuan ekspor utama hingga saat ini, masih Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman dengan masing-masing mencapai 42,93 persen, 11,60 persen, serta 6,16 persen. Adapun pasar ASEAN terbanyak tujuan Vietnam, Singapura, dan Filipina dengan persentase masing-masing 34,25 persen, 23,02 persen, dan 21,01 persen.

"Nilai ekspor paling banyak adalah barang-barang dengan jenis rajutan dan berbahan kulit," kata Bambang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INDEF: Indonesia Masih Tergantung Ekspor Komoditas

INDEF: Indonesia Masih Tergantung Ekspor Komoditas

Bisnis | Sabtu, 09 Januari 2016 | 16:32 WIB

Hadapi MEA, Ini Tanggapan Kemenkes

Hadapi MEA, Ini Tanggapan Kemenkes

News | Selasa, 05 Januari 2016 | 19:17 WIB

Hadapi MEA, DKI Kasih Bantuan Modal ke UMKM

Hadapi MEA, DKI Kasih Bantuan Modal ke UMKM

News | Selasa, 05 Januari 2016 | 17:43 WIB

Hadapi MEA, APKASI Minta Pusat Percepat Proyek Infrastruktur

Hadapi MEA, APKASI Minta Pusat Percepat Proyek Infrastruktur

News | Sabtu, 02 Januari 2016 | 12:50 WIB

Industri Manufaktur Masih Berat Menghadapi MEA 2016

Industri Manufaktur Masih Berat Menghadapi MEA 2016

Bisnis | Rabu, 30 Desember 2015 | 18:12 WIB

PAN: MEA Tak Hanya "Free Trade", Tapi Juga "Fair Trade"

PAN: MEA Tak Hanya "Free Trade", Tapi Juga "Fair Trade"

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2015 | 17:32 WIB

Terkini

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×