Ini yang Terjadi Jika Tak Ditemukan Unsur Pidana di Kasus Mirna

Siswanto, Erick Tanjung

Rabu, 13 Januari 2016 | 16:50 WIB
Ini yang Terjadi Jika Tak Ditemukan Unsur Pidana di Kasus Mirna
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Semua barang bukti kasus kematian pengusaha cantik, Wayan Mirna Salihin (2), sudah dikirimkan Polda Metro Jaya kepada Pusat Laboratorium dan Forensik Markas Besar Polri untuk ditelaah. Polda sendiri sekarang juga terus memeriksa saksi-saksi, termasuk Jessica dan Hani, dua orang yang bersama Mirna saat peristiwa terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan kunci untuk memecahkan kasus ini adalah hasil telaah laboratorium dan forensik.

"Sebelum hasil resmi laboratorium forensik keluar, kami belum bisa ambil langkah cepat, berlari pun kami akan tersendat-sendat.‎ Kuncinya di labfor yang menjelaskan atas barang bukti yang kami kirimkan," kata Krishna di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2016).

Hasil uji labfor nanti akan dikonfrontir dengan keterangan-keterangan saksi serta bukti-bukti yang didapatkan polisi.

"Banyak barang bukti yang kami kirimkan, dari situ bukti mati akan jadi lebih hidup. Kami akan lakukan analisa, baru kami menentukan apakah terjadi peristiwa pidana atau tidak sehingga kasusnya bisa kami buat terang benderang. Dari peristiwa pidananya kami cari siapa tersangkanya," ujarnya.

Krishna menambahkan kalau ternyata hasil uji labfor dan analisa penyidik tak ditemukan unsur pidana, kasus Mirna dihentikan.

"Kalau tidak ada peristiwa pidana ya kami hentikan. Jadi sekarang kami menunggu hasil laboratorium forensik," katanya.

Tapi untuk sampai pada penghentian kasus masih panjang, soalnya sekarang penyidik terus bekerja merangkai temuan di lapangan.

"Sambil meminta keterangan, kami melakukan interview dan pengolahan TKP berulang-ulang. TKP bisa dimana saja, termasuk di beberapa lokasi kami menyita barang-barang yang diduga bisa terkait dengan kejadian ini," katanya.

Setelah diautopsi, jenazah Mirna dikubur di Tempat Pemakaman Umum Gunung Gadung, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2016).

Mirna meninggal dunia pada Rabu (6/1/2016) usai minum es kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Titik Terang Kematian Mirna Sudah Didapat, Tapi Belum Benderang

Titik Terang Kematian Mirna Sudah Didapat, Tapi Belum Benderang

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:11 WIB

Ungkap Misteri Kematian Mirna, Polisi Tak Mau Tergiring Opini

Ungkap Misteri Kematian Mirna, Polisi Tak Mau Tergiring Opini

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 14:59 WIB

Terkini

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB