Kelompok Pemberontak Myanmar Percaya Pada Aung San Suu Kyi

Adhitya Himawan

Minggu, 17 Januari 2016 | 05:26 WIB
Kelompok Pemberontak Myanmar Percaya Pada Aung San Suu Kyi
Politisi Myanmar pemimpin Partai NLD Aung San Suu Kyi. (Reuters/Jorge Silva)

Suara.com - Perunding pemberontak memuji pembicaraan dengan pemerintah Myanmar, Sabtu (16/1/2016), setelah pembicaraan berlangsung selama lima hari. Tapi kelompok pemberontak mengatakan masalah sebenarnya dalam mewujudkan perdamaian bertumpu pada pemerintahan Aung San Suu Kyi mendatang.

Perundingan berlangsung lancar untuk mengakhiri perang berlarut-larut dari berbagai suku kecil Myanmar dengan negara sedang dilakukan oleh pemerintah saat ini, yang menggantikan rezim juntan militer yang berkuasa pada tahun 2011.

Tapi, tugas sulit mengupayakan perdamaian akan diserahkan kepada pemerintah baru, yang dipimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi, yang memerintah pada akhir tahun ini setelah kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum pada November.

"Perundingan perdamaian itu seperti yayasan untuk pertemuan perdamaian mendatang," kata Kolonel Khun Okkar, yang juga kepala Badan Pembebasan Nasional Pa-O (PNLO), kelompok suku pemberontak di negara bagian Shan.

"Pemerintah selanjutnya akan memimpin pembicaraan perdamaian yang sesungguhnya," katanya.

Perwakilan dari unsur suku bersenjata, pemerintah dan tentara, pada pekan ini setuju menyimpulkan upaya perdamaian dalam lima tahun ke depan, kata Aung Min, menteri yang memfasilitasi pertemuan itu.

Menjelang pemilihan umum pada November, pengulas memperkirakan Suu Kyi (70) akan berjuang untuk merebut dukungan di antara pemilih asal kelompok kecil karena warisan suku Bamarnya.

Tapi, partainya meraih mayoritas kursi terpilih di seluruh negeri, bahkan mengalahkan beberapa partai etnis di daerah mereka di wilayah perbatasan.

Pada pembukaan pembicaraan damai pada Selasa, Suu Kyi berjanji bahwa perdamaian adalah prioritas pemerintahannya, mengutip "mandat yang diberikan kepada kita oleh orang-orang dan etnis minoritas".

Setelah pembicaraan pada Sabtu, Salai Lian Mone Ar Khaung, seorang perwakilan dari kelompok etnis pemberontak Front Nasional Chin, mengatakan dia berharap bahwa NLD akan mengerti keinginan rakyatnya untuk otonomi yang lebih besar.

"Pemerintah baru datang dari hati rakyat dan diyakini bahwa mereka mencintai demokrasi," katanya, "Jadi saya sangat berharap mereka akan mendengar keinginan rakyat yang haus akan perdamaian." Namun, hambatan yang signifikan masih terbentang di depan, dengan beberapa tentara etnis utama memboikot pembicaraan dan menolak untuk menandatangani gencatan senjata pada Oktober.

Tantangan lain yang penting ke depan adalah hubungan yang tegang antara Suu Kyi dengan bangsa yang masih sangat dikuasai militer, yang memegang kunci untuk mengamankan perdamaian abadi.

Perwakilan militer Myanmar berjanji pada Sabtu untuk bekerja sama dengan pemerintahan berikutnya ketika perundingan terus berlanjut.

"Tatmadaw (militer Myanmar) akan membantu pemerintah agar berhasil dalam proses perdamaian," Khin Zaw Oo, mantan letnan jenderal kepada wartawan, "Pemerintah akan segera berubah namun proses perdamaian tidak akan berhenti." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Napi Narkoba Asal Bekasi Ditangkap di Myanmar Usai Kabur ke 3 Negara

Napi Narkoba Asal Bekasi Ditangkap di Myanmar Usai Kabur ke 3 Negara

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:57 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:04 WIB

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:07 WIB

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:17 WIB

Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain

Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:17 WIB

Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar

Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 22:12 WIB

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman? Kenali Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman? Kenali Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:05 WIB

10 Sepatu Slip On Lokal Tanpa Tali, Praktis untuk Dipakai Harian

10 Sepatu Slip On Lokal Tanpa Tali, Praktis untuk Dipakai Harian

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Beredar Surat Usul Pemakzulan Wapres Gibran, NasDem Membantah

Beredar Surat Usul Pemakzulan Wapres Gibran, NasDem Membantah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:04 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Tukar Valas di BRImo Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max? Begini Caranya!

Tukar Valas di BRImo Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max? Begini Caranya!

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi

Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat

Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Insiden Karamnya KM Virgo Transport 8

Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Insiden Karamnya KM Virgo Transport 8

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI, Impikan Seragam Timnas Indonesia

Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI, Impikan Seragam Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:58 WIB

×