Polisi Tetapkan 18 Tersangka Kasus Teroris, Semua Sudah Ditahan

Siswanto, Erick Tanjung

Jum'at, 22 Januari 2016 | 20:24 WIB
Polisi Tetapkan 18 Tersangka Kasus Teroris, Semua Sudah Ditahan
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepolisian RI telah menangkap 19 orang terkait serangan bom di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari 19 orang yang ditangkap, satu orang dibebaskan lagi karena tidak terbukti terlibat. Saat ini, 18 orang itu sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Kami telah menahan 18 orang yang ditangkap tersebut. Mereka ditetapkan sebagai tersangka. Dari 18 orang itu, enam di antaranya terkait kasus bom di Starbucks Coffee dan pos polisi Jalan M. H. Thamrin," kata Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti dalam konferensi pers di Ruang Rapat Utama Mabes Polri‎, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016) malam.

Haiti merinci enam tersangka yang terkait langsung dengan serangan teror di Jalan M. H. Thamrin

1. DS alias YY alias IA alias DD. Dia berasal dari Cirebon, perannya membeli tabung gas untuk casing bom

2. AA alias AI alias AM alias AIS. Orang ini berperan membeli senjata api.

3. C alias D alias AS asal Cirebon‎, yang bersangkutan mengetahui proses pembuatan bom.

4. J alias JJ. Dia ini dari Cirebon mengetahui proses pembuatan bom.

5. AM alias LL alias AM

6. A alias AZ alias AB

Kelompok kedua yang ditangkap dari hasil pengembangan kasus Thamrin berjumlah tujuh orang. Mereka terkait kepemilikan senjata api dan rencana melakukan amaliyah atau perampasan serta mendukung kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.

Dari tujuh orang itu, enam di antaranya:

1. AF alias H alias AJ alias JT alias M. Orang ini menerima transfer dana sebanyak Rp1 miliar beberapa kali pengiriman.

2. SF alias C alias MM alias DA.

3. S alias STM alias A alias GD alias I alias P alias SB.

4. B alias AM alias BB.

5. WFB, alias U alias AU alias AA.

6. MFS alias F

"Mereka terkait usaha mendapatkan senjata api dan kepemilikan senjata api yang akan digunakan dalam amaliyah (perampasan/perampokan). Ada sembilan pucuk senjata api yang kami sita dari mereka," kata Badrodin.

Selanjutnya, ada enam orang yang sebelumnya dibon atau dipinjam dari ‎sejumlah lembaga pemasyarakatan.

1. AP alias A

2. EB alias 2

3. Z alias ZN

4. W alias HM

5. QM

6. SA alias B.

‎"Yang dibon dari lapas ada enam, mereka juga merupakan bagian yang mendukung kelompok yang kedua tadi untuk dapatkan senjata api," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Target Teror Berubah-ubah, TNI Diyakini Jadi Sasaran Selanjutnya

Target Teror Berubah-ubah, TNI Diyakini Jadi Sasaran Selanjutnya

News | Jum'at, 22 Januari 2016 | 18:46 WIB

Tiga Korban Bom Thamrin Masih Dirawat di Rumah Sakit

Tiga Korban Bom Thamrin Masih Dirawat di Rumah Sakit

News | Jum'at, 22 Januari 2016 | 17:37 WIB

Kapolri dan Wakapolri Ketemu Keluarga Korban Bom Thamrin

Kapolri dan Wakapolri Ketemu Keluarga Korban Bom Thamrin

News | Jum'at, 22 Januari 2016 | 17:00 WIB

Terkini

Kiky Saputri Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi soal Video 'Rakyat Jelata'

Kiky Saputri Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi soal Video 'Rakyat Jelata'

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 15:58 WIB

Sekjen Gerindra Duga Aksi Sadap Listyo Sigit Cs Insubordinasi dan Upaya Makar

Sekjen Gerindra Duga Aksi Sadap Listyo Sigit Cs Insubordinasi dan Upaya Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:56 WIB

Dua Kali Absen dari Panggilan KPK, Nusron: Ke Luar Negeri Ada Izin Setneg

Dua Kali Absen dari Panggilan KPK, Nusron: Ke Luar Negeri Ada Izin Setneg

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

Isu Penyadapan Sukses Buat Rupiah Makin tak Berkutik

Isu Penyadapan Sukses Buat Rupiah Makin tak Berkutik

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

5 HP Murah dengan Performa dan Spek Bagus di Akhir 2026 Menurut Review, Mulai Rp1 jutaan

5 HP Murah dengan Performa dan Spek Bagus di Akhir 2026 Menurut Review, Mulai Rp1 jutaan

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

3 Body Serum Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Kusam dalam 7 Hari

3 Body Serum Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Kusam dalam 7 Hari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:50 WIB

Sinopsis Focker in-Law: Film Komedi Ariana Grande, Tayang 25 November

Sinopsis Focker in-Law: Film Komedi Ariana Grande, Tayang 25 November

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:45 WIB

Singgung 'Deep State', Gerindra Desak Polisi Usut Otak Penyadapan Prabowo

Singgung 'Deep State', Gerindra Desak Polisi Usut Otak Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:43 WIB

Emiten Raffi Ahmad Dicecar BEI Soal Boikot Hingga Massa Bayaran

Emiten Raffi Ahmad Dicecar BEI Soal Boikot Hingga Massa Bayaran

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 15:43 WIB

×