Revisi UU Terorisme, Luhut: Tak Seperti Malaysia dan Singapura

Madinah | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 24 Januari 2016 | 11:00 WIB
Revisi UU Terorisme, Luhut: Tak Seperti Malaysia dan Singapura
Menkopolhukam Temui Pimpinan KPK

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan menganggap revisi UU nomor 15/2003 tentang terorisme harus bisa menyeimbangi antara keamanan dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Kendati demikian, dia juga meminta UU tersebut bisa menjamin keamanan kepada seluruh warga negara.

"Dulu kita sempat kebablasan demokrasinya, jadi harus kita liat equalibrium antara keamanan dan demokrasi. Jadi, jangan demokrasi itu menjadi tools membuat kita jadi tidak aman," kata Luhut ditemui di acara peresmian rumah Pergerakan, Griya Gus Dur, di Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2016).

Menurutnya, tujuan pemerintah merevisi UU terorisme yakni untuk memberikan kewenangan kepada aparat kepolisian dalam menangani kasus terorisme. Luhut juga memastikan penanganan terorisme di Indonesia tidak akan keras seperti Malaysia dan Singapura.

"Tidak ada yang aneh. Ini Hanya memberikan kewenangan sepatutnya dimiliki oleh polisi. Prancis saja sudah merevisi juga dalam perundang-undangan teroris. Seperti berkali-kali saya katakan kita tidak akan seperti Malaysia dan Singapura, mereka kan keras," kata dia.

Dalam memerangi tindakan terorime, lanjut Luhut, pemerintah selalu dihadapkan dengan warga negaranya sendiri. Menurutnya, dalam penanganan terorisme ini pemerintah akan juga melihat dari sisi Hak Asasi Manusia (HAM). Luhut mencontohkan terkait banyaknya WNI yang bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Lebih lanjut Luhut mengatakan, saat ini proses revisi UU terorisme masih berjalan. Pemerintah masih menunggu laporan dari lembaga terkait dalam perumusam revisi UU tersebut."Kita kan berhadapan dengan WNI sendiri seperti Gafatar ini, ini kan WNI. Tidak serta merta menindak tidak menghargai hak asasi mereka. Di sisi lain, kita tidak ingin mereka melanggar, kita ingin masyarakat Indonesia mematuhi undang-undang yang ada dan memiliki disiplin yang tinggi untuk membangun indonesia yang lebih bagus," kata Luhut.

"Revisi sudah jalan bagus ya, sekarang kelompok kerjanya sudah mengkristalisasi. Saya harap Selasa atau Rabu ini sudah laporkan ke kami, setelah itu kami laporkan ke Presiden," tutup Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut: Berantas Korupsi Jangan Gaduh, Tenang Tapi Hasilnya Jelas

Luhut: Berantas Korupsi Jangan Gaduh, Tenang Tapi Hasilnya Jelas

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 15:16 WIB

Kenang Sosok Gus Dur, Luhut: Langkahnya Pasti dan Sangat Toleran

Kenang Sosok Gus Dur, Luhut: Langkahnya Pasti dan Sangat Toleran

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 21:09 WIB

Luhut Panjaitan Akui Riza Chalid adalah Teman Lamanya

Luhut Panjaitan Akui Riza Chalid adalah Teman Lamanya

News | Sabtu, 12 Desember 2015 | 07:22 WIB

Siap Dipanggil MKD Senin, Luhut: Saya Akan Hadapi

Siap Dipanggil MKD Senin, Luhut: Saya Akan Hadapi

News | Sabtu, 12 Desember 2015 | 06:00 WIB

Terkini

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB