KBRI Janji Usut Kematian Tak Wajar Seorang TKI di Fujian

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 03 Februari 2016 | 09:24 WIB
KBRI Janji Usut Kematian Tak Wajar Seorang TKI di Fujian
Ilustrasi jenazah. [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Cina terus mempelajari dugaan kematian tidak wajar yang dialami TKI bernama Eka Suryani di Fujian, pada 25 Januari silam.

"Kami, khususnya perwakilan RI di Guangzhou dan Hong Kong, terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan kepolisian setempat, tentang dugaan tersebut," kata Duta Besar RI untuk Cina dan Mongolia Soegeng Rahardjo ketika dikonfirmasi Rabu (3/2/2016).

Eka Suryani (23) asal Dusun Mulyosari RT 22/RW 08, Desa Mulyosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, adalah TKI yang bekerja di Hong Kong sebagai asisten rumah tangga.

Pada Senin (25/1/2016), ibu satu anak itu diajak majikannya ke Fujian untuk merayakan tahun baru Imlek. Jasad Eka ditemukan dalam kondisi telanjang di kamar mandi seraya memegang shower. Dugaan lain, Eka meninggal akibat arus pendek listrik yang bersumber dari sistem pemanas air di kamar mandi.

Untuk memastikan penyebab kematian, pihak keluarga pun menyetujui tawaran Kantor Keamanan Provinsi Fujian untuk dilakukan otopsi terhadap jasad Eka.

"Otopsi ini tentu memerlukan waktu, terlebih saat ini menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, di mana waktu libur semakin dekat, sehingga proses pun melambat. Jika otopsi sudah selesai, maka proses pemulangan jenazah akan segera dilakukan. Surat kematian pun sudah dikeluarkan Konsulat Jenderal RI di Guangzhou. Namun, proses otopsi juga memerlukan waktu," ungkap Soegeng.

Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) sebelumnya meminta agar Pemerintah juga melakukan otopsi secara independen, terkait dugaan kematian tidak wajar terhadap Eka, yang diduga dilakukan majikannya.

Terkait itu juru bicara Kedubes RI di Beijing Santo Darmosusanto mengatakan pihaknya dapat memahami keinginan keluarga Eka tersebut.

"Namun, untuk melakukan otopsi independen tentu harus dilakukan di Indonesia dan itu artinya, setelah seluruh proses di Fujian selesai dilakukan," katanya.

Dugaan kematian tidak wajar terhadap Eka muncul karena yang bersangkutan sempat mengeluhkan perlakuan majikannya kepada suaminya Indra Teguh Wiyono dan rekan-rekan BMI di Hong Kong.

Dalam percakapan melalui layanan telepon WhatsApp berdurasi 30 menit itu, selain menceritakan penderitaan yang dialaminya, Eka juga memberitahu akan kembali dari Fujian ke Hong Kong pada Minggu (24/1/2016) dan ingin segera memutuskan kontrak. Eka tidak ingin bekerja lagi di Hong Kong karena sudah terlanjur trauma.

Eka diberangkatkan PT Surabaya Yudha Citra Perdana, perusahaan pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia (PPTKIS) di Malang, enam bulan lalu. Ketibaan Eka di Hong Kong diurusi AIE Employment Center, mitra kerja PT Surabaya Yudha Citra Perdana.

Dua bulan pertama di Hong Kong, Eka masih diperlakukan baik. Namun, memasuki bulan ketiga dan seterusnya, Eka sering dikasari dan bahkan dianiaya. Eka sering mengeluhkan perlakuan buruk tersebut dilakukan majikan perempuan.

Dia diberi makan dua kali sehari dengan jam kerja diperpanjang tanpa istirahat. Dia pun disuruh membersihkan rumah saudara majikan dan juga diharuskan bekerja sebelum dan sepulang dari liburan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri

Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:29 WIB

Eksploitasi Pekerja di Taiwan Mengincar WNI, Modus Iming-iming Gaji Besar

Eksploitasi Pekerja di Taiwan Mengincar WNI, Modus Iming-iming Gaji Besar

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 19:21 WIB

TKI Asal Temanggung Hilang Selama 20 Tahun di Malaysia, Ahmad Luthfi Pastikan Kondisinya Aman

TKI Asal Temanggung Hilang Selama 20 Tahun di Malaysia, Ahmad Luthfi Pastikan Kondisinya Aman

News | Rabu, 26 November 2025 | 14:19 WIB

Pemerintah Bakal Kirim 500 Ribu TKI ke Luar Negeri Tahun Depan, Ini Syarat dan Sumber Rekrutmennya

Pemerintah Bakal Kirim 500 Ribu TKI ke Luar Negeri Tahun Depan, Ini Syarat dan Sumber Rekrutmennya

News | Jum'at, 14 November 2025 | 15:10 WIB

Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'

Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'

News | Jum'at, 14 November 2025 | 13:01 WIB

Apakah Aisar Khaled dari Keluarga Kaya? Soroti TKI di Malaysia usai Diusir Warga Bali

Apakah Aisar Khaled dari Keluarga Kaya? Soroti TKI di Malaysia usai Diusir Warga Bali

Lifestyle | Selasa, 23 September 2025 | 13:40 WIB

Tak Peduli Status Non-Aktif, Uya Kuya Terbang ke Jember Sambut Jenazah PMI dari Hong Kong

Tak Peduli Status Non-Aktif, Uya Kuya Terbang ke Jember Sambut Jenazah PMI dari Hong Kong

Entertainment | Sabtu, 13 September 2025 | 21:30 WIB

CEK FAKTA: Klaim Prabowo Pindahkan 150 Ribu TKI dari Malaysia ke Jepang

CEK FAKTA: Klaim Prabowo Pindahkan 150 Ribu TKI dari Malaysia ke Jepang

News | Senin, 08 September 2025 | 21:48 WIB

CEK FAKTA: Bantuan TKI Rp680 Juta dari Uang Korupsi Gula, Awas Modus

CEK FAKTA: Bantuan TKI Rp680 Juta dari Uang Korupsi Gula, Awas Modus

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 08:43 WIB

CEK FAKTA: Benarkah TKI Seluruh Dunia Dapat BSU Rp 100 Juta? Ini Penjelasannya

CEK FAKTA: Benarkah TKI Seluruh Dunia Dapat BSU Rp 100 Juta? Ini Penjelasannya

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 16:06 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB