PKB Tawarkan Lima Agenda Penting untuk Politik Indonesia

Ardi Mandiri, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 06 Februari 2016 | 17:03 WIB
PKB Tawarkan Lima Agenda Penting untuk Politik Indonesia
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar saat acara pelantikan DPN Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (8/5/2015). [Antara/Andika Wahyu]

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa menutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), yang digelar selama dua hari yakni 5 Februari hingga 6 Februari 2016, di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam penutupan Mukernas, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, ada lima agenda PKB yang ditawarkan terkait sistem politik di Indonesia.

"Oleh karena itu, PKB menawarkan sejumlah agenda yang patut dipertimbangkan untuk memastikan kehadiran sebuah sistem politik yang efektif," ujar politik yang akrab disapa Cak Imin, di JCC, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).

Muhaimin menuturkan, agenda pertama yakni peninjauan kembali terkait kelembagaan permusyawaratan atau Perwakilan. DPD kata Muhaimin, harus dipertegas keberadaannya, sebagai wakil yang mencerminkan karakteristik Indonesia.

"Peninjauan ini harus bermuara pada peran penguatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau harus dikembalikan lagi sebagai yang mewakili karakter Indonesia," katanya.
Selain itu agenda kedua, PKB harus mengawal konsistensi terkait proses penyederhanan sistem pemilihan Kepala Daerah

"Penyederhanaan sistem pemilihan Kepala Daerah harus dikawal agar sistem Pilkada semakin baik, tidak ada pemborosan sumber daya. Dan juga kedepan akan menghasilkan kepemimpinan politik yang berkualitas," ucap Muhaimin.

Tak hanya, itu agenda ketiga PKB merekomendasikan untuk memperkuat sistem presidensial, yang tentunya sistem pemilihan kepemimpinan berdasarkan sistem presidensial. Oleh karena itu, harus didukung penguatan dan kewenangan presiden.

"Nantinya melalui ambang batas presidensial Treshold yang memadai, agar kedepan posisi presiden yang terpilih memiliki posisi yang kuat dalam memperoleh dukungan maksimal di parlemen,"jelasnya.

Rekomendasi, kelima kata Muhaimin, yakni menjaga penyederhanaan sekaligua penguatan pada partai politik. Selain itu, pengendalian jumlah partai politik yang regulasinya perlu dipertahankan, agar dinamika politik bisa terkelola dengan mudah.

Tak hanya itu, dukungan pemberdayaan partai politik, melalu bantuan Partai politik terus ditingkatkan. "Partai politik sebagai pilar demokrasi maha penting tidak boleh terganting dan dipenjara oleh kekuatan para pemodal," tuturnya.

Terakhir kata Muhaimin, hasil Mukernas harua memperjuangankan arsitektur baru di pemerintahan daerah. Lanjutnya, desentralisasi urusan pemerintah harus dijaga konsistensinya dengan memastikan kabupaten atau kota adalah tingkatan yang harus berdayakan.

"Karena itu, otonomi Kabupaten atau Kota harus dikawal dan diberdayakan, karena kegagalan selama ini adalah sistem pengendalian di pemerintah pusat. Oleh karena itu harus ada pengembangan pengendalian sistem di pemerintah pusat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mukernas PKB Hasilkan Tujuh Rekomendasi Eksternal Partai

Mukernas PKB Hasilkan Tujuh Rekomendasi Eksternal Partai

News | Sabtu, 06 Februari 2016 | 15:49 WIB

Presiden Jokowi Ajak Kader PKB Selalu Bekerja Bersama Rakyat

Presiden Jokowi Ajak Kader PKB Selalu Bekerja Bersama Rakyat

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 23:16 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×