Jamaludin Diculik dan Dibunuh, Para Orangtua di Jakarta Resah

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 08 Februari 2016 | 14:36 WIB
Jamaludin Diculik dan Dibunuh, Para Orangtua di Jakarta Resah
Januar Arifin alias Begeng tinggal bersama ibunya, Murtini, di rumah yang terletak di Jalan Al Baidho, RT 14, RW 9, nomor 12, Lubang Buaya, Jakarta Timur. [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Kasus penculikan dan pembunuhan terhadap pelajar kelas satu SD Negeri 3 Beji, Depok, Jawa Barat, Jamaludin (7), membuat sebagian orangtua di Jakarta resah.

"Oh iya, saya dengar itu berita itu. Saya kaget dan takut ya. Karena saya punya dua anak. Perempuan dua-duanya, saya merasa tidak aman jadinya. Meski itu di sekolah juga nggak aman. Anak itu yang kemarin diculik juga di sekolah kan," kata ibu rumah tanga bernama Missy saat berbincang dengan Suara.com di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2016).

Missy menambahkan kasus Jamaludin membuktikan bahwa Jakarta merupakan kota yang tidak aman buat anak-anak.

"Ini membuktikan bahwa tidak ada tempat yang aman buat anak. Di sekolah aja bisa diculik apalagi di tempat bermain. Saya jadi was-was kalau ninggalin anak. Saya juga nggak berani ninggalin anak sekarang walau sama mbaknya (PRT). Ya namanya orang kan kita nggak tahu," kata Missy.

Agar kasus tersebut tak terjadi pada anaknya, Missy meningkatkan kewaspadaan dengan cara mengawasi langsung anak-anak.

"Saya kan ibu rumah tangga hanya bisnis saja di rumah. Jadi untunglah saya bisa awasi anak saya sendiri. Terus kalau di mal saya gandeng terus nih kayak gini. Saya selalu di sebelahnya nggak boleh meleng mata ini," katanya.

Jamaludin diculik Januar Arifin alias Begeng (35) dari Jalan H. Asmawi, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (6/2/2016) siang saat baru pulang dari sekolah.

Korban didekati Begeng sambil mengatakan akan mengantarkannya pulang ke rumah korban di Jalan H. Asmawi, nomor 64, RT 8, RW 15.

Jamaludin baru ditemukan polisi keesokan harinya, Minggu (7/2/2016) sekitar jam 04.00 WIB, dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi terduduk dan masih mengenakan seragam Pramuka di kamar mandi rumah Begeng yang berada di Jalan Al Baidho, RT 14, RW 9, nomor 62, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Begeng sudah ditangkap. Polisi mengenakan dua pasal kepadanya, yaitu pasal tentang pembunuhan berencana dan pasal tentang penculikan anak. Dia terancam hukuman mati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jamaludin Dikubur di Tasik, Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Mati

Jamaludin Dikubur di Tasik, Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Mati

News | Senin, 08 Februari 2016 | 13:54 WIB

Warga Ingin Penculik dan Pembunuh Bocah Jamaludin Dihukum Gantung

Warga Ingin Penculik dan Pembunuh Bocah Jamaludin Dihukum Gantung

News | Senin, 08 Februari 2016 | 13:19 WIB

Kesaksian Warga Melihat Pipi Tembem Jamaludin Sebelum Dibunuh

Kesaksian Warga Melihat Pipi Tembem Jamaludin Sebelum Dibunuh

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 17:45 WIB

Pembunuhan Bocah di Lubang Buaya, Warga Penasaran Kerjaan Ibu TSK

Pembunuhan Bocah di Lubang Buaya, Warga Penasaran Kerjaan Ibu TSK

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 17:23 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×