Bayi Dibunuh Ibunya, Dokter Sarankan Periksa Struktur Otak Mira

Pebriansyah Ariefana, Firsta Nodia

Selasa, 09 Februari 2016 | 16:17 WIB
Bayi Dibunuh Ibunya, Dokter Sarankan Periksa Struktur Otak Mira
Ilustrasi orangtua dan bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Pada usia yang masih terbilang muda, 18 tahun, Mira Haryati sudah melahirkan seorang bayi. Sayangnya psikologis warga Cipayung, Jakarta Timur itu belum matang. Jadi dia nekat menghabisi buah hatinya sendiri yang baru lahir.

Dokter spesialis neurologi RS Mayapada Jakarta Selatan, Roslan Yusni Al Imam Hasan Sp.BS mengatakan bahwa faktor hormonal selama kehamilan turut mempengaruhi kondisi kejiwaan perempuan. Kondisi ini disebut psikosa tak khas yang muncul ketika proses persalinan.

Ia menduga hal inilah yang dialami Mira sehingga nekat membunuh bayinya sendiri.

"Ada kondisi namanya psikosa tak khas yang membuat perempuan gila setelah melahirkan. Jadi dia bisa melakukan perbuatan senekat apapun. Tapi dua minggu kemudian normal kembali," sambungnya.

Dokter yang akrab disapa Ryu ini tak menampik bahwa usia melahirkan yang sangat dini, turut mempengaruhi kesiapan seorang perempuan untuk memiliki anak. Mira yang masih berusia 18 tahun, menurutnya masih dini untuk mengemban tanggung jawab sebagai seorang ibu.

"Kita nggak tahu pasti apa isi otak dia hingga sampai tega melakukan hal itu. Tapi hal ini bisa dilihat dari pemeriksaan, karena perilaku yang kita lakukan akan menyebabkan perubahan-perubahan di otak," imbuhnya.

Untuk memastikan apakah Mira mengalami gangguan kejiwaan yang membuatnya tega membunuh bayinya sendiri, dokter Ryu menyarankan agar dilakukan pemeriksaan terhadap struktur otak Mira.

"Kalau untuk melihat apakah ada perubahan di struktur otak yang membuatnya nekat membunuh bayi itu harus diperiksa. Nanti akan ketahuan penyebabnya apakah karena kejiwaan atau faktor lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bunuh Bayinya, Mira Melanggar HAM

Bunuh Bayinya, Mira Melanggar HAM

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 15:29 WIB

Ibu Bunuh Bayinya di Jakarta Timur, Ini Kata Komnas PA

Ibu Bunuh Bayinya di Jakarta Timur, Ini Kata Komnas PA

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 13:15 WIB

Jamal Juga Jadi Korban Kekerasan Seksual Begeng?

Jamal Juga Jadi Korban Kekerasan Seksual Begeng?

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 12:46 WIB

Ternyata, Jamal Dihabisi Begeng Tepat Saat Polisi Datang ke Rumah

Ternyata, Jamal Dihabisi Begeng Tepat Saat Polisi Datang ke Rumah

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 12:14 WIB

Begini Usaha Begeng Hilangkan Jejak Usai Culik dan Bunuh Jamal

Begini Usaha Begeng Hilangkan Jejak Usai Culik dan Bunuh Jamal

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 11:53 WIB

Belajar dari Kasus Jamaludin di Depok, Orangtua Perhatikan Ini!

Belajar dari Kasus Jamaludin di Depok, Orangtua Perhatikan Ini!

News | Senin, 08 Februari 2016 | 17:16 WIB

Polisi Telisik Jamaludin Dapat Kekerasan Seksual Sebelum Tewas

Polisi Telisik Jamaludin Dapat Kekerasan Seksual Sebelum Tewas

News | Senin, 08 Februari 2016 | 15:54 WIB

Ini Pengakuan Mengejutkan Tersangka Pembunuh Jamaludin

Ini Pengakuan Mengejutkan Tersangka Pembunuh Jamaludin

News | Senin, 08 Februari 2016 | 15:46 WIB

Dua Keadaan Ibu Bisa Tega Membunuh Anaknya Sendiri

Dua Keadaan Ibu Bisa Tega Membunuh Anaknya Sendiri

Health | Senin, 08 Februari 2016 | 14:51 WIB

Jamaludin Diculik dan Dibunuh, Para Orangtua di Jakarta Resah

Jamaludin Diculik dan Dibunuh, Para Orangtua di Jakarta Resah

News | Senin, 08 Februari 2016 | 14:36 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×