Pukuli Teman Hingga Tewas, Seorang TKI Ditahan di Sabah

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2016 | 04:13 WIB
Pukuli Teman Hingga Tewas, Seorang TKI Ditahan di Sabah
Ilustrasi. [Shutterstock]

Suara.com - Herman bin Sudding, tenaga kerja Indonesia (TKI) di Sandakan, Sabah, Malaysia, harus mendekam di balik jerusi besi lantaran diduga memukuli rekannya, Sudirman bin Teppu, hingga tewas.

Berdasarkan keterangan KJRI Kota Kinabalu pada Kamis (25/2/2016), peristiwa yang terjadi 14 Februari lalu, Herman memukul rekannya itu dengan menggunakan sebatang besi yang diambil di dekat timbunan sampah.

Atas kejadian tersebut, perwakilan RI di Kota Kinabalu Sabah, Rabu (24/2/2016), menerjunkan Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu untuk menemui dan mewawancarai Herman bin Sudding, seorang TKI yang ditahan di Jabatan Siasatan Jenayah, Ibu Pejabat Kepolisian Sandakan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan Herman bin Sudding (41), asal Palopo, Sulawesi Selatan, sudah bekerja di Sandakan sejak 1994.

Inspektur Penyidik IPK Sandakan, ASP Syaiful saat dijumpai Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu mengatakan, Sudirman tewas di tangan tersangka, Herman bin Sudding, hanya gara-gara persoalan sebatang rokok.

Peristiwa itu terjadi di jalan Oldslip Way, Sandakan, pada Minggu (14/2/2016) sekitar pukul 04.45 subuh waktu setempat.

Pada saat itu, Herman ingin merokok sehingga dia meminjam korek api kepada korban yang saat itu sedang minum-minum dengan dua rekannya.

Entah mengapa, korban memaki-maki dan menghinanya dengan perkataan tak senonoh.

Mendengar makian dan hinaan itu, Herman langsung meraih sebatang besi yang ada didekat timbunan sampah tak jauh dari situ dan mengayunkannya beberapa kali ke kepala korban hingga jatuh tergeletak, sementara kedua rekannya lari tunggang langgang.

Akibat pendarahan di kepalanya, korban yang sempat dibawa ke RS Duchess of Kent, Sandakan akhirnya meninggal dunia.

Selepas melakukan pemukulan, Herman langsung pergi dari rumah, melarikan diri dan baru tertangkap tanggal 17 Februari 2016, saat bersembunyi di rumah seorang warga setempat kenalannya.

Pelaku dan beberapa barang bukti termasuk HP saat ini diamankan oleh Polisi IPK Sandakan untuk siasatan selanjutnya.

Menyesalkan Sementara itu, Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan prihatin dengan kejadian tersebut.

"Berbagai sosialisasi telah dilakukan agar tidak ada WNI yang melakukan pelanggaran hukum sekecil apapun," katanya.

Menurut dia, kejadian tersebut berdampak langsung kepada citra baik Indonesia di Masyarakat setempat. "Belum lagi akibat berantai dalam kehidupan sosial dan keluarganya, seperti dendam dari keluarga korban dan hancurnya kehidupan rumah tangga," katanya.

Sedangkan Ketua Satgas Perlindungan KJRI KK, Hadi Syarifuddin mengatakan, berdasarkan keterangan dari para tetangganya, isteri dan kelima anak dari Herman bin Sudding sudah meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya.

Jenazah korban sendiri telah dikirim ke kampung asalnya di desa Kassa Bumbuang, Bungaiya, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar dan dimakamkan Selasa (23/2/2016).

Selanjutnya, Herman bin Sudding, tersangka pembunuhan, menurut ASP Syaiful akan dituntut dengan pasal 302 atau setidaknya pasal 304 Kanun Keseksaan dengan ancaman hukuman mati atau maksimum 30 tahun.

Tim Satgas Perlindungan mengatakan bahwa Herman bin Sudding akan diberikan pendampingan hukum dalam persidangannya di Mahkamah.

Sepanjang 2015, jumlah WNI/TKI di Sabah yang meninggal mencapai 31 orang, sementara untuk tahun 2016 jumlah yang meninggal satu orang atas nama Sudirman bin Teppu dalam kasus tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petronas Butuh Ribuan Tenaga Kerja Indonesia di Proyek Barunya

Petronas Butuh Ribuan Tenaga Kerja Indonesia di Proyek Barunya

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2016 | 14:34 WIB

KBRI Janji Usut Kematian Tak Wajar Seorang TKI di Fujian

KBRI Janji Usut Kematian Tak Wajar Seorang TKI di Fujian

News | Rabu, 03 Februari 2016 | 09:24 WIB

BNI Dongkrak Transaksi Pengiriman Uang TKI

BNI Dongkrak Transaksi Pengiriman Uang TKI

Bisnis | Selasa, 02 Februari 2016 | 21:47 WIB

TKI Buruh Bangunan di Malaysia Tewas saat Bekerja

TKI Buruh Bangunan di Malaysia Tewas saat Bekerja

News | Minggu, 31 Januari 2016 | 06:42 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB