Jelang 2 Tahun Hilangnya MH370, Ini yang Sekarang Terjadi

Ruben Setiawan

Sabtu, 27 Februari 2016 | 15:22 WIB
Jelang 2 Tahun Hilangnya MH370, Ini yang Sekarang Terjadi
Anak-anak menulis di papan bertuliskan MH370. (Reuters)

Suara.com - Tanggal 8 Maret 2016 mendatang, tepat dua tahun pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang tanpa jejak. Kini, sejumlah firma hukum di Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat, tengah mengurus pemberian ganti rugi bagi keluarga 239 penumpang dan kru MH370.

Berdasarkan kesepakatan internasional, keluarga dari korban kecelakaan udara diberikan waktu selama dua tahun apabila ingin mengajukan tuntutan kepada pihak-pihak yang dinilai terlibat. Secara otomatis, para kerabat juga berhak menerima kompensasi sebesar 160.000 Dolar per penumpang.

Namun, tak cuma kompensasi. Para kerabat korban juga bisa menuntut kepada pihak maskapai Malaysia Airlines atas kemalangan yang terjadi. Dengan demikian, Malaysia Airlines harus bisa membuktikan bahwa kecelakaan tersebut bukan kesalahan mereka. Hal itu akan sulit, karena sejauh ini baru satu serpihan pesawat, yakni bagian sayap, yang ditemukan.

Terlepas dari itu, semua kompensasi akan dibayarkan oleh penyedia asuransi maskapai, Allianz, Jerman. Oleh karena itu, keuangan Malaysia Airlines yang sedang terpuruk tidak akan terdampak oleh pemberian ganti rugi tersebut.

Sejumlah kerabat juga mengajukan tuntutan kepada otoritas penerbangan sipil Malaysia dan militer karena dinilai kehilangan jejak MH370. Sementara itu, ada satu tuntutan yang dilayangkan kepada produsen pembuat pesawat tersebut, Boeing.

Pengacara Australia, Joseph Wheeler, yang mewakili empat ahli waris penumpang asal Malaysia, kepada AFP mengatakan bahwa jumlah kompensasi yang didapat bisa mencapai ratusan juta Dolar apabila dikabulkan.

BACA JUGA: 

Dapatkah Anda Menemukan Sesuatu yang Berbeda dalam Gambar Ini?

Sementara itu, ada 43 orang, yang sebagian besar warga Cina, mengajukan tuntutan lewat kantor pengacara di New York awal Februari. Seperti diketahui, MH370 mengangkut 152 warga negara Cina.

Di samping itu, sebuah kantor hukum Miami, juga mengajukan tuntutan dari sedikitnya 200 ahli waris korban asal sejumlah negara. Tuntutanya pun ditujukan pada sejumlah pihak, yakni kepada maskapai Malaysia Airlines, pemerintah Malaysia, dan perusahaan Boeing di Chicago atas tuduhan kemungkinan kerusakan pesawat.

Pada Rabu (24/2/2016), Jennifer Chong, janda penumpang MH370 Chong Ling Tan, mengajukan tuntutan serupa. Ia menuduh pihak maskapai lalai dalam memastikan keselamatan penumpang.

Seorang pengacara bernama Arunan Selvaraj, kepada AAP mengatakan, dirinya memiliki klien ahli waris dari
15 penumpang dan akan mengajukan tuntutan pekan depan. Ia mengatakan, beberapa keluarga telah bernegosiasi soal kompensasi dengan maskapai, namun batas waktu yang kian menipis membuat mereka harus segera mengajukan tuntutan.

"Sampai saat ini, satu-satunya hal yang mereka temukan adalah flaperon (bagian sayap pesawat). Tidak ada petunjuk lain. Banyak orang yang sangsi dan banyak teori yang muncul soal apa yang terjadi (pada MH370). Keluarga hanya ingin keadilan dan kebenaran," kata Arunan.

Peluang keberhasilan dari tuntutan-tuntutan yang beraneka ragam tersebut pun masih samar. Pasalnya, tuntutan tersebut diajukan dalam kondisi yang tak biasa dan yurisdiksi yang tak biasa pula.

Para pengacara dari pihak penggugat pun mengungkap kabar yang berbeda-beda terkait proses hukum yang ditempuh klien mereka. Beberapa diantaranya mengaku ada negosiasi lancar untuk pemberian kompensasi di luar pengadilan. Namun, ada pula yang mengeluhkan rendahnya nilai kompensasi yang ditawarkan oleh maskapai Malaysia Airlines.

Beberapa pengacara lain mengeluhkan soal ancaman dari pengacara maskapai Malaysia untuk menolak tuntutan yang diajukan. Pasalnya, perusahaan holding maskapai Malaysia Airlines sebelumnya, Malaysia Air Systems (MAS), sudah dibubarkan. Perusahaan holding penggantinya mengklaim tak punya kewajiban atas MH370.

Voice 370, sebuah jaringan ahli waris MH370, mengecam langkah tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang ditulis pengacara Grace Nathan, putri dari penumpang Anne Catherine Daisy, Voice 370 menuduh pemerintah Malaysia sengaja membubarkan MAS untuk menghindari pembayaran kompensasi.

Namun, Mohammad Faiz Azmi, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas MAS, yang kini telah bubar, membantah pihaknya akan mangkir dari tanggung jawab. Ia mengaku sejauh ini sudah menerima 96 permintaan kasus hukum.

Faiz menyebut, sudah ada 42 ahli waris yang menerima kompensasi penuh. Namun, ia tidak menyebutkannya secara rinci. Faiz menjamin bahwa Malaysia punya niat baik untuk memberikan kompensasi yang adil dan mengatakan bahwa pihak asuransi akan membayar semuanya.

Pesawat Malaysia Airlines hilang pada 8 Maret 2014 silam saat melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing bersama 239 penumpang dan kru. Upaya pencarian belum membuahkan hasil. Satu-satunya jejak pesawat adalah flaperon sayap yang ditemukan warga di Pulau Reunion. (News.com.au)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Warga Kota Semarang 'Diteror' Ular Lagi

Ini Posisi Seks Paling Berbahaya, Bisa Bikin Penis Patah

Enno Lerian Sempat Menyesali Hamil Anak Ketiga

Facebook, WhatsApp Terancam Diblokir, Ini Tanggapan Pakar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Dekade Berlalu, Malaysia Kembali Cari Pesawat MH370 yang Hilang Misterius

Satu Dekade Berlalu, Malaysia Kembali Cari Pesawat MH370 yang Hilang Misterius

News | Sabtu, 21 Desember 2024 | 13:57 WIB

Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370

Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370

Lifestyle | Kamis, 29 Agustus 2024 | 20:04 WIB

Sinopsis MH370: The Plane That Disappeared, Tayang di Netflix

Sinopsis MH370: The Plane That Disappeared, Tayang di Netflix

Entertainment | Selasa, 21 Maret 2023 | 12:59 WIB

Netflix Ungkap Misteri Besar Hilangnya MH370 dalam Sebuah Dokumenter

Netflix Ungkap Misteri Besar Hilangnya MH370 dalam Sebuah Dokumenter

Your Say | Minggu, 19 Februari 2023 | 19:38 WIB

Temuan Puing MH370 Kuatkan Indikasi Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat

Temuan Puing MH370 Kuatkan Indikasi Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat

News | Jum'at, 16 Desember 2022 | 08:08 WIB

Terkini

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB