Polisi Belum Ungkap Misteri Limbah Kabel di Gorong-gorong Ring 1

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 04 Maret 2016 | 14:26 WIB
Polisi Belum Ungkap Misteri Limbah Kabel di Gorong-gorong Ring 1
Pasukan Katak dari Marinir TNI AL melakukan penyisiran gorong-gorong di depan Istana Merdeka, Kamis (3/3). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Aparat kepolisian belum berhasil menemukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus penemuan limbah bungkus kabel yang banyaknya belasan truk di gorong-gorong sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan memanggil PT. Perusahaan Listrik Negara dan PT. Telkom untuk dimintai keterangan.

"Pemeriksaan benar dilakukan, terkait bungkusan kabel. Pemeriksaan mereka sebagai saksi," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiono, Jumat (5/3/2016).

Mujiono belum bisa memastikan kapan perwakilan kedua perusahaan dilakukan.

"Pemeriksaan belum ditentukan jam berapa, bisa sore atau bahkan malam. Pemeriksaan juga belum pasti di sini atau di tempat lain," katanya.

Mujiono menambahkan Polda Metro juga telah mengirim sejumlah tim untuk kembali meninjau tempat kejadian perkara.

"Hari ini tim kami juga tinjau lokasi lagi," kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menduga temuan kulit kabel yang menumpuk di selokan Jalan Medan Merdeka Selatan dilatarbelakangi pencurian kabel.

"Bisa itu bisa saja pencurian kabel, yang penting orang yang tahu di situ ada kabel, istilahnya harta terpendam itu sebetulnya. Karena punya nilai ekonomis," kata Tito, Kamis (3/3/2016).

"Sebetulnya punya nilai ekonomi masih tinggi, karena tembaga. Sehingga bisa saja yang terjadi tembaganya saja yang diambil, kan ada tembaga pelindung logamnya. Kalau diangkat dengan kabel-kabelnya ketahuan karena harus bongkar jalan. Sehingga kupasannya, bungkusnya tertinggal. Itu yang sangat mungkin terjadi," Tito menambahkan.

Kasus ini membuat Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram dan meminta polisi mengusutnya. Ahok yakin ada yang sengaja sabotase agar Jakarta selalu banjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelap dan Pengap, Petugas Masuk Gorong-gorong Angkat Limbah Kabel

Gelap dan Pengap, Petugas Masuk Gorong-gorong Angkat Limbah Kabel

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 14:09 WIB

Misteri Sampah Kabel di Gorong-gorong, Tak Ada Habis-habisnya

Misteri Sampah Kabel di Gorong-gorong, Tak Ada Habis-habisnya

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 13:59 WIB

Misteri Sampah Kabel di Gorong-gorong, Tak Ada Habis-habisnya

Misteri Sampah Kabel di Gorong-gorong, Tak Ada Habis-habisnya

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 13:59 WIB

Ahok Tak Mau Masuk Gorong-gorong seperti Jokowi Dulu

Ahok Tak Mau Masuk Gorong-gorong seperti Jokowi Dulu

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 13:43 WIB

Ahok Tak Mau Masuk Gorong-gorong seperti Jokowi Dulu

Ahok Tak Mau Masuk Gorong-gorong seperti Jokowi Dulu

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 13:43 WIB

Sabotase atau Bukan, Kasus Kulit Kabel Buktikan Jakarta Amburadul

Sabotase atau Bukan, Kasus Kulit Kabel Buktikan Jakarta Amburadul

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 11:08 WIB

Sabotase atau Bukan, Kasus Kulit Kabel Buktikan Jakarta Amburadul

Sabotase atau Bukan, Kasus Kulit Kabel Buktikan Jakarta Amburadul

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 11:08 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×