PDIP Ingatkan Ahok Untuk Tak Bicara Negatif Soal Partai

Kamis, 10 Maret 2016 | 16:23 WIB
PDIP Ingatkan Ahok Untuk Tak Bicara Negatif Soal Partai
Poster dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono, bakal calon Gubernur Jakarta yang didukung oleh komunitas Teman Ahok (Sumber: temanahok.com).

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memilih maju melalui jalur independen di pilkada DKI Jakarta tahun 2017 agar tidak membuat pernyataan negatif soal partai politik.

"Bagi PDI Perjuangan, Ahok (panggilan akrab Basuki Tjahaja Purnama), mau maju melalu jalur partai politik atau melalui jalur perseorangan silakan saja. Kami baik-baik saja," kata Andreas Pareira pada diskusi "Ancaman Deparpolisasi" di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Menurut Andreas, PDI Perjuangan sebelumnya memberikan kesempatan kepada Ahok untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat melalui PDI Perjuangan.

Namun, kata dia, PDI Perjuangan sedang membangun sistem untuk memperbaiki tatanan dan prosedur dalam rekrutmen calon kepala daerah yang selesai pada awal Juli mendatang.

"PDI Perjuangan akan mengusung Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta tapi mengikuti sistem yang dibangun PDI Perjuangan," katanya.

Namun, Ahok memilih maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta melalui jalur perseorangan sebelum sistem yang dibangun PDI Perjuangan selesai disempurnakan.

Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI PDI Perjuangan ini menegaskan, menghargai keputusan Ahok memilih maju melalui jalur perseorangan.

"Hal itu adalah hak politik Ahok pribadi untuk menentukan pilihannya," katanya.

Kalau Ahok memilih maju melalui jalur perseorangan, menurut Andreas, tapi jangan membuat pernyataan negatif soal partai politik, bahwa ada mahar untuk maju sebagai calon kepala daerah. Andreas menegaskan, PDI Perjuangan tidak pernah meminta mahar kepada calon kepala daerah yang akan diusungnya.

Menurut dia, untuk mengusung seseorang menjadi calon kepala daerah, PDI Perjuangan akan mempelajari tiga persyaratan yang dimiliki yakni modal sosial, modal politik, dan modal finansial.

Dia menjelaskan, modal sosial adalah popularitas dan elektabilitas dan modal politik adalah partai politik, yang keduanya harus ada harmonisasi dan tidak ada resistensi. Kemudian, modal finansial, kata dia, adalah kemampuan untuk membiayai kampanye dalam tahapan pelaksanaan pilkada.

"PDI Perjuangan tidak meminta mahar, cuma menanyakan kesanggupan untuk membiayai kampanye bagi calon tersebut pada pilkada," katanya.

Andreas mengingatkan, agar Ahok tidak membuat pernyataan lain yang negatif soal partai politik.(Antara) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI