Ini Alasan Menteri Yuddy Cabut Laporan soal Ancaman Guru Honorer

Arsito Hidayatullah, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 11 Maret 2016 | 14:32 WIB
Ini Alasan Menteri Yuddy Cabut Laporan soal Ancaman Guru Honorer
Sekretaris Pribadi Menpan-RB, Reza Pahlevi (tengah). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi telah mencabut laporan terkait ancaman yang dilakukan guru honorer SMAN 1 Ketanggung, Brebes, Jawa Tengah, bernama Mashudi (38).

Sekretaris Pribadi Mempan-RB, Reza Pahlevi, mengatakan bahwa alasan pencabutan laporan polisi tersebut karena Mashudi telah menyampaikan permintaan maaf terkait ancaman pesan singkat yang pernah dilakukannya. Menurut Reza, permintaan maaf tersebut diajukan Mashudi melalui pesan tertulisnya di lembar kertas dan rekaman video.

"Prinsipnya, Pak Menpan sebagai pejabat tinggi negara telah memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Pak Mashudi. Jadi sekarang saya ditugaskan beliau untuk mencabut laporan atas apa yang telah saya laporkan pada 28 Februari 2016," kata Reza, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

 
Dikatakan Reza, permintaan maaf melalui tulisan dan rekaman video dilakukan Mashudi di dalam penjara. Ucapan maaf tersebut, kata Reza, disampaikan Mashudi kepada mantan Menteri Pertanian Suswono.

"Pak Mashudi itu mengirimkan surat yang dibawa oleh Pak Suswono secara tertulis. Ada video, video Pak Mashudi di tahanan, dan itu telah ditunjukkan kepada Pak Menpan tadi di kantor," kata dia.

Selain itu, Reza juga menanggapi soal ancaman Mashudi yang dilayangkan kepada Menteri Yuddy, agar tuntutannya bisa dikabulkan yakni diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Mashudi diketahui sudah 16 tahun menjadi guru honerer. Tuntutan tersebut, menurut Reza pula, masih dikaji.

"Itu kan, terkait hal tersebut memang masih dalam kajian, baik dari Kemenpan maupun keuangan. Itu kan masih dalam (proses) approve, masih kita carikan terus solusi dan upayanya seperti apa," katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap guru honorer SMAN 1 Ketanggung, Brebes, Jawa Tengah, bernama Mashudi (38), karena mengancam Menpan-RB Yuddy Chrisnandi melalui pesan singkat.

"Kami berhasil tangkap tersangka (Mashudi), Kamis (3/3) di Brebes, Jawa Tengah," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro, Komisaris Besar M Iqbal, Rabu (9/3).

Kasus ini pertama kali dilaporkan pada Minggu (28/2) oleh Sekretaris Pribadi Yuddy, Reza Fahlevi.

Iqbal menjelaskan, tersangka mengancam Yuddy sejak bulan Desember 2015 sampai Februari 2016. Nomor yang dipakai tersangka untuk melakukan aksi adalah 085842093206 dan 087730837371.

"Pelaku melakukan ini adalah karena pelaku membenci saudara korban (Yuddy), karena tidak mengangkat pelaku menjadi guru tetap," kata Iqbal.

Polisi juga telah menyita ponsel yang dipakai tersangka.

"Satu buah HP (handphone) pelaku merek Cross dan dua buah simcard XL dan Indosat yang digunakan untuk mengancam korban (Yuddy)," kata Iqbal.

Dalam kasus ini, guru honorer tersebut dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan KUHP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribuan Bidan Honorer Nilai Menteri Yuddy Ingkar Janji

Ribuan Bidan Honorer Nilai Menteri Yuddy Ingkar Janji

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 14:31 WIB

Mensesneg Terima Perwakilan Guru Honorer Pendemo di Depan Istana

Mensesneg Terima Perwakilan Guru Honorer Pendemo di Depan Istana

News | Kamis, 11 Februari 2016 | 14:19 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×