Puluhan Penumpang Lion Air Protes Petugas Loket

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 13 Maret 2016 | 00:12 WIB
Puluhan Penumpang Lion Air Protes Petugas Loket
Ilustrasi pesawat milik Lion Air (Shutterstock).

Suara.com - Puluhan penumpang pesawat Lion Air di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang memprotes petugas loket pelayanan pelaporan keberangkatan yang menolak melayani "chek in" padahal pesawat belum terbang.

Puluhan penumpang yang telah memesan tiket beberapa hari sebelum keberangkatan dari Palembang ke Jakarta, Pangkalpinang Bangka Belitung, dan Batam, Sabtu, menyampaikan protes di kantor maskapai penerbangan Lion Air lantai II gedung di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Salah seorang pemegang tiket untuk pemberangkatan Sabtu pagi, Norma Liaty mengatakan petugas loket pelayanan sempat terlihat dari kejauhan melayani seorang penumpang.

Namun ketika dia mendekati loket petugas langsung menyatakan loket sudah tutup dan harus membeli tiket baru untuk penerbangan berikutnya.

Sikap petugas loket pelayanan pelaporan keberangkatan (chek in) yang tidak kenal kompromi dan tidak mau mendengarkan alasan cuaca hujan deras yang mengakibatkan beberapa ruas jalan banjir sangat merugikan.

"Saya memahami aturan, namun jika pesawat masih ada dan baru mulai proses memuat penumpang, alangkah baiknya diberikan pelayanan ekstra terhadap penumpang yg terlambat chek in karena alasan cuaca sebagaimana penumpang memaklumi pihak maskapai yang menggunakan alasan cuaca menunda/delayed penerbangan berjam-jam tanpa menghormati aturan kompensasi yang sebenarnya terhahap penumpang," ujarnya dengan nada kesal.

Sementara Dian penumpang lainnya yang batal berangkat ke Batam mengatakan, petugas menutup loket dua menit lebih cepat dari jam yang digunakan sejumlah pengguna jasa angkutan udara di bandara Palembang.

Petugas loket dengan arogan menyatakan "loket telah tutup, bapak-bapak dan ibu-ibu terlambat".

Akibat perlakuan petugas loket pelayanan pelaporan keberangkatan yang dinilai tidak bersahabat dan merugikan konsumen, dia berupaya bersama puluhan penumpang yang mendapat perlakuan yang sama mendatangi petugas yang ada di kantor Lion Air di Bandara SMB II Palembang, namun tidak memberikan solusi yang diharapkan.

Petugas loket Fitri dan Riyan yang ditemui di bandara tidak mau mendengar alasan penumpang yang dirugikan, bahkan memberikan penjelasan aturan keterlambatan penumpang.

Mendengar penjelasan aturan keterlambatan itu, penumpang ramai-ramai menanyakan aturan bagaimana kalau pihak maskapai penerbangan yang terlambat memberangkatkan penumpang apakah sudah sesuai ketentuan kompensasi yang diberikan kepada penumpang, petugas tidak memberikan jawaban yang jelas.

Melihat kondisi konsumen yang tidak berdaya akibat petlakuan pihak maskapai penerbangan, diharapkan pemerintah dan Yayasan Lembaga Konsumen membuat teguran keras dan meninjau ulang aturan pelayanan penumpang pesawat, ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sengketa Bandara, Lion Air Group Belum Terima Salinan Putusan MA

Sengketa Bandara, Lion Air Group Belum Terima Salinan Putusan MA

Bisnis | Jum'at, 11 Maret 2016 | 14:18 WIB

Lion Air Group: Tak Ada Pengalihan Kepemilikan Bandara Halim

Lion Air Group: Tak Ada Pengalihan Kepemilikan Bandara Halim

Bisnis | Jum'at, 11 Maret 2016 | 12:34 WIB

Terkini

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:56 WIB

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:45 WIB

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB