BMKG Minta Warga Aceh Tak Bakar Lahan

Ardi Mandiri

Minggu, 13 Maret 2016 | 01:18 WIB
BMKG Minta Warga Aceh Tak Bakar Lahan
Ilustrasi

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat wilayah barat selatan Aceh agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Prakirawan BMKG stasiun Meteorologi Meulaboh, Saiful Amri di Meulaboh, Sabtu, mengatakan, untuk beberapa hari kedepan wilayah kerjanya diprediksi dalam suhu 24-32 derajat celsius, kondisi suhu cuaca demikian kategori normal.

"Meskipun suhu cuaca normal, namun pada saat siang hari sampai dini hari cerah berawan, artinya cuaca terik akan terjadi dan sangat berpotensi terjadi kebakaran lahan gambut maupun hutan,"katanya.

Dalam siaran pers prakiraan cuaca untuk Aceh Bagian Barat dan Selatan yang disampaikan, delapan kabupaten/kota wilayah setempat cenderung pada pagi hari pukul 07-13 WIB cerah berawan, pada siang hari berawan, malam hari terjadi hujan lokal dan sebagian berawan, sementara pada dini hari seluruh kawasan berawan.

Kata Saiful, kondisi diatas normal apabila suhu cuaca pada satu daerah diatas 35 derajat celsius, sementara kondisi cuaca terik yang dirasakan masyarakat Aceh pada umumnya karena pada siang hari tidak tumbuh awan.

Dia menjelaskan, secara umum untuk wilayah kerjanya belum disampaikan adanya laporan ditemukan titik panas (hotspot) akibat kebakaran lahan, bila ditemukan maka segera dilakukan koordinasi dengan instansi terkait di daerah masing-masing.

"Kondisi panas yang dirasakan masyarakat karena memang dalam beberapa hari ini pada siang hari maupun pagi hari itu tidak ada awak, awan tumbuhnya pada malam hari," jelas Saiful.

Dengan adanya potensi musim panas/kemarau mulai melanda, masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan membakar terutama untuk wilayah kerjanya yang meliputi Tapak Tuan (Aceh Selatan), Meulaboh (Aceh Barat), Calang (Aceh Jaya), Suka Makmue (Nagan Raya), Sinabang (Simeulue), Singkil (Kab Singkil), Blang Pidie (Abdya), Subulussalam (Pemkot).

Lebih lanjut dijelaskan, angin ketinggian permukaan sampai 3000 feet umumnya bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 05-24 kilometer/jam, sementara tinggi gelombang perairan barat selatan Aceh diperkirakan 0,5-2,5 meter.

Saiful menjelaskan, ketinggian gelombang laut sampai 2,5 meter hanya terjadi di perairan laut lepas Samudera Hindia, sementara untuk perairan pinggir pantai berkisar 2,0 meter, gelombang ini juga berbahaya bagi boad nelayan kecil.

"Hotspot sendiri masih terus kita pantau dan sampai prakiraan cuaca 12 Maret 2016 kami belum menerima data adanya pantauan titik panas," katanya menambahkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan

Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 12:41 WIB

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 06:00 WIB

Karhutla Kembali Melanda Kariangau Balikpapan

Karhutla Kembali Melanda Kariangau Balikpapan

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:39 WIB

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:33 WIB

Karhutla Meluas, 50 Hektare Lahan Gambut di OKI Terbakar

Karhutla Meluas, 50 Hektare Lahan Gambut di OKI Terbakar

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:10 WIB

32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate

32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Prabowo Klaim Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Mulai Teratasi

Prabowo Klaim Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Mulai Teratasi

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Terkini

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.654/USD, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.654/USD, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:00 WIB

Review Film Above and Below: Liburan Jadi Perang untuk Merebut Kendali

Review Film Above and Below: Liburan Jadi Perang untuk Merebut Kendali

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 09:52 WIB

Jay Idzes Main Penuh, Sassuolo Gagal Menang Usai Kebobolan di Injury Time

Jay Idzes Main Penuh, Sassuolo Gagal Menang Usai Kebobolan di Injury Time

Bola | Senin, 07 September 2026 | 09:48 WIB

Mobil Listrik BYD DIproduksi di Subang, Jangan Harap Harga Jadi Lebih Murah...

Mobil Listrik BYD DIproduksi di Subang, Jangan Harap Harga Jadi Lebih Murah...

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 09:45 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, Super Air Jet Palembang-Jakarta Batal Lagi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, Super Air Jet Palembang-Jakarta Batal Lagi

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 09:43 WIB

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB

Kejar Tiket Piala Dunia Wanita 2035, MLSC 2026/2027 Ekspansi ke 3 Kota Baru

Kejar Tiket Piala Dunia Wanita 2035, MLSC 2026/2027 Ekspansi ke 3 Kota Baru

Bola | Senin, 07 September 2026 | 09:37 WIB

Siap-siap Harga BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel

Siap-siap Harga BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:34 WIB

Solo Diversity Bike 2026: Merawat Kebhinekaan dari Atas Sepeda

Solo Diversity Bike 2026: Merawat Kebhinekaan dari Atas Sepeda

Surakarta | Senin, 07 September 2026 | 09:28 WIB

Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You

Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 09:24 WIB

×