Kapolri Ingatkan Daerah di Papua Ini Rawan bagi Non-Pribumi

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 17 Maret 2016 | 16:20 WIB
Kapolri Ingatkan Daerah di Papua Ini Rawan bagi Non-Pribumi

Suara.com - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan aparat telah mengidentifikasi orang yang menembak empat karyawan PT. Modern di Kampung Engengeng, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, beberapa waktu lalu. Mereka kelompok bersenjata yang sebelumnya pernah menyerang kantor kepolisian setempat.

"Sudah (terindentifikasi) mereka kelompok yang melakukan penyerangan terhadap polres dan polsek," kata Badrodin di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Dia menjelaskan hasil penyelidikan sementara, motif kelompok bersenjata menembak empat korban hingga tewas ialah untuk mengganggu keamanan. Namun, belum diketahui secara pasti apakah ada unsur pemerasan sebelum peristiwa terjadi.

"Motifnya memang mengganggu keamanan. Tapi kami belum tahu apakah sebelum penembakan itu ada komunikasi (dengan korban0 atau tidak, ada motif permintaan uang, permintaan sesuatu yang lain kami belum tahu, sekarang sedang didalami," ujar dia.

Badrodin menambahkan di tempat kejadian tingkat kerawanan gangguan keamanan memang cukup tinggi, khususnya bagi non pribumi yang bekerja sebagai karyawan perusahaan.

Itu sebabnya, Badrodin mengimbau perusahaan dan karyawan selalu meminta bantuan perlindungan dari aparat keamanan jika menerima ancaman.

"Saharusnya di sana ada Polisi, di situ kan memang resikonya cukup tinggi. Harusnya pekerja di sana minta pengamanan dari TNI atau Polri, lihat saja kemarin, saya tanya kapolresnya tidak ada (di daerah itu)," kata dia.

Menurut dia jumlah anggota polisi di sana sangat terbatas sehingga tidak semua zona terpantau dengan baik.

"Kami kan tidak bisa mengamankan semuanya, satu persatu harus dijaga. Kalau ada pasar di situ, kami jaga pasar, seperti itu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon: Penanganan Penembakan di Papua Harus Hati-hati

Fadli Zon: Penanganan Penembakan di Papua Harus Hati-hati

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 14:06 WIB

Bank Papua Jalin Kerjasama dengan PT Taspen

Bank Papua Jalin Kerjasama dengan PT Taspen

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 14:46 WIB

Tiga Bahasa Ibu di Papua Punah Tiap Tahun

Tiga Bahasa Ibu di Papua Punah Tiap Tahun

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 18:48 WIB

Kasus Pemerkosaan Anak di Timika Papua Jadi Prioritas Kepolisian

Kasus Pemerkosaan Anak di Timika Papua Jadi Prioritas Kepolisian

News | Senin, 15 Februari 2016 | 09:05 WIB

Terkini

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:33 WIB

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB