24 Budak Kapal Nelayan Asal Myanmar Dipulangkan Pekan Ini

Tomi Tresnady

Kamis, 24 Maret 2016 | 02:30 WIB
24 Budak Kapal Nelayan Asal Myanmar Dipulangkan Pekan Ini
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) saat rapat terbatas membahas perbudakan ABK Benjina, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Suara.com - Kelompok terakhir yang terdiri atas 24 orang yang sempat dijadikan budak di kapal nelayan, kini bersiap untuk dipulangkan dari Indonesia ke kampung halamannya di Myanmar pekan ini, kata relawan dalam pertemuan tentang perdagangan manusia di Bali.

Mereka merupakan bagian dari 1.200 budak yang dipulangkan sejak tahun lalu sebagai puncak dari gunung es kasus itu.

Ratusan pendatang yang mencari pekerjaan telah dieksploitasi atau diperbudak di atas kapal nelayan di perairan laut Asia Pasifik dalam beberapa tahun terakhir, penderitaan mereka mencuat di sejumlah media dan laporan lainnya.

Laporan-laporan tersebut, dan perubahan kebijakan pemerintah Indonesia pada 2014, membawa persoalan itu mengemuka, termasuk adanya fakta banyaknya nelayan diperdagangkan dan diperbudak yang telantar di Indonesia.

Sekitar 24 warga negara Myanmar yang berharap pergi pada Kamis sudah tidak dapat berbicara dengan anggota keluarganya sejak meninggalkan Myanmar untuk mencari pekerjaan dalam satu dasawarsa yang lalu dan malah tertipu selama bertahun-tahun penuh kekejaman, bekerja di kapal ikan tanpa upah.

"Kedatangan para pria tersebut akan mengantarkan pada akhir satu babak sejarah tragis ini," kata Kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Indonesia Mark Getchell dalam konferensi keenam tingkat menteri Bali Process terkait penyelundupan dan perdagangan manusia.

"Namun semua bukti menunjukkan bahwa hal ini puncak dari gunung es dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan di seluruh kawasan agar lebih baik dalam melindungi hak-hak pekerja migran dan memastikan tidak ada pengulangan pelanggaran seperti yang mereka alami selama bertahun-tahun," ujarnya.

Asia Tenggara, salah satu sumber daya hasil laut terbesar di dunia, bekerja keras untuk mengendalikan pencarian ikan secara "ilegal, tanpa laporan, dan tak terkontrol".

Akhir tahun 2014, Indonesia mengeluarkan satu moratorium kapal asing pencari ikan di lepas pantai sehingga banyak kapal pencari ikan secara tidak sah di perairan wilayah Indonesia ditenggelamkan atas perintah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Secara terpisah, laporan media menggambarkan ratusan budak nelayan dibiarkan terkatung-katung, dimakamkan di kuburan tak dikenal atau terdampar di Benjina, salah satu pulau di Indonesia timur.

IOM, atas permintaan Indonesia dan dukungan dari Australia, mengidentifikasi, membantu, dan memulangkan lebih dari 1.200 korban perdagangan manusia dari Ambon dan Benjina, demikian pernyataan IOM.

Sebagian besar pria tersebut berasal dari Myanmar, sebagian lagi dari Kamboja dan Thailand.

IOM memperkirakan penambahan 800 orang asing dipulangkan oleh perusahaan perikanan dan melalui cara-cara lain yang juga dilakukan oleh korban perdagangan manusia.

"Tidak ada upaya yang harus dihindari untuk mengejar perusahan-perusahan yang terlibat dan menuntut mereka membayar kompensasi semua orang yang kehilangan masa hidupnya untuk para pedagang manusia yang semata-mata demi meningkatkan margin keuntungan perusahaan mereka," kata Getchell.

IOM, mengakui kebutuhan tenaga kerja di kapal-kapal pencari ikan, meminta negara-negara di kawasan bersama-sama mengatasi persoalan tersebut di forum seperti Bali Process, kata juru bicara IOM di Indonesia, Paul Dillon.

"Mari kita cari cara untuk mengatasi kebutuhan tenaga kerja dengan cara yang memastikan pria dan wanita diperlakukan dengan terhormat, kompensasi yang sesuai dengan kerja keras dan risiko pekerjaan yang mereka lakukan serta menciptakan sistem sehingga konsumen bisa membeli produk perikanan yang aman dalam pengetahuan masyarakat mengenai tidak adanya perbudakan," kata Dillon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 Terdakwa Kasus Perdagangan Orang di Benjina Divonis 3 Tahun

8 Terdakwa Kasus Perdagangan Orang di Benjina Divonis 3 Tahun

News | Jum'at, 11 Maret 2016 | 08:36 WIB

Lebih Dari 50 ABK Ilegal Asal Myanmar Masih Tertahan di Indonesia

Lebih Dari 50 ABK Ilegal Asal Myanmar Masih Tertahan di Indonesia

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 06:39 WIB

Sebanyak 194 ABK Akan Dievakuasi dari Benjina

Sebanyak 194 ABK Akan Dievakuasi dari Benjina

News | Jum'at, 15 Mei 2015 | 09:11 WIB

Polisi Bidik Belasan Tersangka Baru Kasus Perbudakan Benjina

Polisi Bidik Belasan Tersangka Baru Kasus Perbudakan Benjina

News | Rabu, 13 Mei 2015 | 17:33 WIB

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Perbudakan Benjina

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Perbudakan Benjina

News | Selasa, 12 Mei 2015 | 15:53 WIB

Kasus Perbudakan Benjina, Polisi Tahan Seorang Tersangka

Kasus Perbudakan Benjina, Polisi Tahan Seorang Tersangka

News | Senin, 11 Mei 2015 | 18:36 WIB

Perbudakan di Benjina, Badrodin: Tunggu Hasil Penyidikan

Perbudakan di Benjina, Badrodin: Tunggu Hasil Penyidikan

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 15:12 WIB

Kabareskrim: Ada Banyak Persoalan dalam Kasus Benjina

Kabareskrim: Ada Banyak Persoalan dalam Kasus Benjina

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 20:32 WIB

Menteri KKP Desak BKPM Cabut Izin Usaha Pusaka Benjina

Menteri KKP Desak BKPM Cabut Izin Usaha Pusaka Benjina

Bisnis | Selasa, 28 April 2015 | 08:44 WIB

Selain Yoseph, Dua Orang Ini Tahu Kasus Perbudakan di Benjina

Selain Yoseph, Dua Orang Ini Tahu Kasus Perbudakan di Benjina

News | Rabu, 22 April 2015 | 13:31 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×