Perjuangan Ibu Suratmi Ungkap Kematian Suami Usai Dibawa Densus

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 01 April 2016 | 15:51 WIB
Perjuangan Ibu Suratmi Ungkap Kematian Suami Usai Dibawa Densus
Komisioner Komnas HAM Manajer Nasution konferensi pers bertema Mencari Keadilan untuk Siyono di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (1/4/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Suratmi, istri terduga teroris bernama Siyono (34), meminta bantuan Muhammadiyah untuk mencari keadilan atas meninggalnya Siyono. Kematian warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih menjadi pertanyaan. Dia meninggal usai berkelahi di mobil dengan anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Dia (Suratmi) menyampaikan bahwa dia percaya kepada Muhammadiyah dan kawan-kawan yang akan diajak Muhammadiyah untuk mendampingi mencari keadilan atas meninggalnya almarhum Siyono yang ditangkap Densus 88 dan kemudian meninggal," ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam jumpa pers di gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Dahnil mengungkapkan Suratmi datang ke kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Klaten pada Senin (29/3/2016). Suratmi datang dan menyerahkan bungkusan berisi uang yang diberikan polisi saat jenazah Siyono diantar di rumahnya. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui uang tersebut sebagai bentuk uang duka.

"Bu Suratmi dalam mencari keadilan dengan membawa dua gepok uang yang diserahkan pihak ketiga. Belakangan diakui Kapolri sebagai uang duka. Bu Suratmi menyerahkan bungkusan ke Muhammadiyah dan mengatakan tidak terima uang seperti itu, yang dicari keadilan. Bungkusan itu sampai detik ini masih ada di Muhammadiyah," kata dia.

Dahnil menegaskan sampai sekarang keluarga Siyono belum tahu jumlah uang tersebut.

"Nilai Rp200 juta itu tidak benar, karena sampai detik ini bungkus itu masih di Muhammadiyah dan belum dibuka Bu Suratmi," kata Dahnil.

Setelah itu, kata Dahnil, Suratmi merasa diteror oknum dan aparat desa, terutama sejak dia meminta untuk autopsi jenazah.

"Dia menyampaikan kepada saya, dia ingin supaya ditemani dijaga di rumahnya. Maka saya meminta kepada Pemuda Muhammadiyah melakukan penjagaan terhadap rumah Bu Suratmi. Jadi sampai detik ini mereka masih berjaga. Di sekitar Bu Suratmi tidak boleh ada orang selain Pemuda Muhammadiyah, begitu juga kuburan Siyono," kata dia.

Sebelum diautopsi, Suratmi meminta Muhammadiyah untuk menemui kepala desa. Kepala desa memberikan catatan.

"Pertama mereka tidak ingin dilakukan autopsi terhadap Siyono. Kedua kalaupun dilakukan autopsi mereka ingin tidak dilakukan di kampung itu. Setelah dilakukan autopsi di luar kampung maka jenazah Siyono tidak boleh dikembalikan ke desa. Artinya tidak boleh dikuburkan kembali ke desa. Dan seluruh keluarga Siyono harus keluar dari desa. Itu tiga poin yang disampaikan kades," katanya.

Suratmi tetap bertekad untuk mencari keadilan. Suratmi ikhlas kalau nanti diusir aparat desa dari kampung halaman.

"Saya sampaikan ke Bu Suratmi, jawabnya begini, 'Mas Dahnil, saya sedang mencari keadilan dan saya menitip usaha saya kepada Muhamadiyah. Kalaupun dalam usaha saya, saya harus terusir bumi Allah itu luas. Jadi Bu Suratmi menyatakan autopsi harus dilakukan untuk mencari keadilan.' Muhammadiyah menyambut baik dengan ikhlas dan bulat menampung dan menanggung keluarga Siyono jika diusir dari kampung halamannya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usut Kematian Terduga Teroris Siyono, Irwasum Ikut Awasi

Usut Kematian Terduga Teroris Siyono, Irwasum Ikut Awasi

News | Jum'at, 01 April 2016 | 14:28 WIB

Babak Baru Kasus Terduga Teroris Siyono, Jenazah akan Diautopsi

Babak Baru Kasus Terduga Teroris Siyono, Jenazah akan Diautopsi

News | Jum'at, 01 April 2016 | 14:12 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB