Luhut: Tentara Filipina Kepung Abu Sayyaf, Tapi Bukan Urusan Kita

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 05 April 2016 | 14:45 WIB
Luhut: Tentara Filipina Kepung Abu Sayyaf, Tapi Bukan Urusan Kita
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. [suara.com/Welly]

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan ‎mengatakan proses negosiasi untuk pembebasan sepuluh anak buah kapal (ABK) WNI yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf masih berjalan. Pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina mengenai hal itu.

"Saya kira negosiasinya masih jalan," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016).

Selain itu, militer Filipina telah mengepung lokasi penyanderaan 10 WNI tersebut. Sedangkan pasukan TNI tidak bisa masuk ke wilayah tersebut berhubung tidak dibolehkan oleh konstitusi mereka. Indonesia pun menghormatinya.

"Mereka telah kerahkan tiga batalion (kepung lokasi Abu Sayyaf). Tapi itu urusan mereka, bukan urusan kita karena konstitusi Filipina bilang tidak boleh tentara asing masuk ke sana kecuali izin kongres," ujar dia.

Secara terpisah Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi mengatakan ‎dirinya mewakili Presiden Joko Widodo telah bertemu untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk membahas langkah-langkah pembebasan 10 WNI yang disandera tersebut. Namun ia tidak bisa menjelaskan apa opsi-opsi yang diambil dalam pemebebasa‎n WNI itu.

"Intinya adalah bahwa kami dari pemerintah, semua secara terkoordinir bekerja terus bersama dengan Pemerintah Filipina untuk upaya pembebasan 10 ABK tersebut. Sekali lagi keselamatan ABK menajadi acuan utama dari semua opsi yang masih terbuka ini. Kami setiap hari terus berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina," ‎terang Retno di kantornya, Selasa siang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Perompak Penyandera 10 WNI Geser ke Perairan Malaysia

Kapal Perompak Penyandera 10 WNI Geser ke Perairan Malaysia

News | Selasa, 05 April 2016 | 13:22 WIB

TKP Sandera 10 WNI Dikepung Militer Filipina, TNI Tunggu Aba-aba

TKP Sandera 10 WNI Dikepung Militer Filipina, TNI Tunggu Aba-aba

News | Senin, 04 April 2016 | 16:47 WIB

Menlu: Tiga WNI yang Sempat Disandera Dalam Keadaan Baik

Menlu: Tiga WNI yang Sempat Disandera Dalam Keadaan Baik

News | Senin, 04 April 2016 | 15:19 WIB

Menlu Lapor ke Jokowi, Sandera WNI Belum Berhasil Dibebaskan

Menlu Lapor ke Jokowi, Sandera WNI Belum Berhasil Dibebaskan

News | Senin, 04 April 2016 | 14:40 WIB

Penyandera 10 WNI Minta Tebusan, Jokowi: Opsi Dialog Didahulukan

Penyandera 10 WNI Minta Tebusan, Jokowi: Opsi Dialog Didahulukan

News | Minggu, 03 April 2016 | 23:18 WIB

Diduga Diculik Abu Sayyaf, Kabar 4 Warga Malaysia Belum Diketahui

Diduga Diculik Abu Sayyaf, Kabar 4 Warga Malaysia Belum Diketahui

News | Minggu, 03 April 2016 | 15:50 WIB

Empat Orang Malaysia Diculik Kelompok Diduga Abu Sayyaf

Empat Orang Malaysia Diculik Kelompok Diduga Abu Sayyaf

News | Minggu, 03 April 2016 | 11:46 WIB

BIN Sebut Bernegosiasi dengan Abu Sayyaf Lebih Menguntungkan

BIN Sebut Bernegosiasi dengan Abu Sayyaf Lebih Menguntungkan

News | Sabtu, 02 April 2016 | 18:40 WIB

Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Sandera 10 WNI

Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Sandera 10 WNI

News | Sabtu, 02 April 2016 | 18:15 WIB

Ini Keadaan Terakhir 10 WNI Sepekan Disandera Abu Sayyaf

Ini Keadaan Terakhir 10 WNI Sepekan Disandera Abu Sayyaf

News | Sabtu, 02 April 2016 | 17:59 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×