BIN Sebut Bernegosiasi dengan Abu Sayyaf Lebih Menguntungkan

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 02 April 2016 | 18:40 WIB
BIN Sebut Bernegosiasi dengan Abu Sayyaf Lebih Menguntungkan
Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Indonesia mengedepankan langkah-langkah tanpa kekerasan untuk menyelesaikan kasus penyanderaan 10 orang Warga Negara Indonesia yang disandera di Filipina. Aksi penyelamatan harus mengutamakan keselamatan para sandera.

"Dalam masalah WNI kita disandera di Filipina itu, kita tetap akan melakukan soft power dengan negosiasi ini lebih kuat dan menguntungkan saya lihat karena minim korban jiwa dan biaya," kata Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso di Jakarta, Sabtu.

Pemerintah sendiri, kata dia bertekad tidak akan tunduk terhadap permintaan tebusan- tebusan dari para penyandera yang diduga adalah kelompok Abu Sayyaf.

"Itu prinsip kita, kita akan upayakan pembebasan tanpa syarat," ujar Sutiyoso usai acara diskusi mengenai pendekatan "soft power" dalam pembebasan sandera di Mall of Indonesia.

Indonesia telah mengirimkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan maksud untuk merundingkan peristiwa ini dengan pemerintah Filipina terkait opsi yang akan dipilih dan cara yang akan diambil.

"Kita kan perlu tahu itu, jika misalnya akan dilakukan dengan aksi militer, kita minta dilibatkan di dalamnya dan mungkin meminta izin," ujar dia.

Terkait dengan kemungkinan penggunaan operasi militer untuk membebaskan sandera jika nantinya pemerintah Filipina tidak mengizinkan militer masuk dan upaya dari pemerintah setempat tidak ada sementara twnggat waktu tinggal enam hari lagi, Sutiyoso menekankan untuk menunggu perkembangan yang dibawa Menlu.

Sebelumnya, berdasarkan laporan yang beredar, Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp14,2 miliar, dengan tenggat pada 31 Maret 2016 untuk membebaskan 10 WNI yang disandera dalam Kapal Anand 12. Namun diperpanjang hingga enam hari ke depan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Sandera 10 WNI

Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Sandera 10 WNI

News | Sabtu, 02 April 2016 | 18:15 WIB

Ini Keadaan Terakhir 10 WNI Sepekan Disandera Abu Sayyaf

Ini Keadaan Terakhir 10 WNI Sepekan Disandera Abu Sayyaf

News | Sabtu, 02 April 2016 | 17:59 WIB

Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 23:57 WIB

10 WNI Disandera Milisi, Jokowi Telepon Presiden Filipina

10 WNI Disandera Milisi, Jokowi Telepon Presiden Filipina

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 19:07 WIB

Selain 10 WNI, 11 WNA Juga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Selain 10 WNI, 11 WNA Juga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 15:00 WIB

10 WNI Masih Disandera, Ini Info Terakhir yang Didapat BIN

10 WNI Masih Disandera, Ini Info Terakhir yang Didapat BIN

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 14:40 WIB

10 WNI Disandera, Menag: Urusan Keamanan, Jangan Tanyakan ke Saya

10 WNI Disandera, Menag: Urusan Keamanan, Jangan Tanyakan ke Saya

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 13:31 WIB

Cegah Penyanderaan Terulang, Keamanan Maritim Harus Diperkuat

Cegah Penyanderaan Terulang, Keamanan Maritim Harus Diperkuat

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 04:00 WIB

Suami Disandera Abu Sayyaf, Halimatus Terkejut dan Menangis

Suami Disandera Abu Sayyaf, Halimatus Terkejut dan Menangis

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 03:00 WIB

Bantu Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf, TNI Siapkan Kapal

Bantu Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf, TNI Siapkan Kapal

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 02:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×