Empat Orang Malaysia Diculik Kelompok Diduga Abu Sayyaf

Tomi Tresnady

Minggu, 03 April 2016 | 11:46 WIB
Empat Orang Malaysia Diculik Kelompok Diduga Abu Sayyaf
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberi keterangan pers mengenai penyanderaan warga negara Indonesia oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Jakarta, Kamis (31/3/2016). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sedikitnya empat orang Malaysia diculik oleh anggota kelompok bersenjata yang diduga dari kelompok Abu Sayyaf di lepas pantai timur Sabah pada hari Jumat (1/4/2016) malam.

Sebuah sumber dari militer mengatakan delapan orang bersenjata menaiki kapal bermotor dan mencegat kapal tunda (tugboat) sekitar jam 6 malam.

Laporan itu datang hampir seminggu setelah orang-orang bersenjata menculik 10 orang Indonesia yang bekerja di kapal tunda di Tawi-Tawi. Para penculik menuntut 50 juta peso atau sekitar Rp14,2 miliar sebagai tebusan.

Dalam laporan terbaru, orang-orang bersenjata itu dilaporkan berbicara bahasa Inggris yang buruk dan Filipina. Mereka mengaku anggota dari Abu Sayyaf, sebuah organisasi teroris yang beroperasi di kawasan itu.

Para penculik juga kabarnya mengambil laptop, uang tunai, dan ponsel korban. Abu Sayyaf kemungkinan pelaku penculikan, dua sumber militer yang berbeda mengatakan itu kepada media lokal.

"Kami belum bisa memastikan (Abu Sayyaf) karena orang-orang menggunakan nama itu untuk mengidentifikasi kelompok mereka. Namun ada kemungkinan besar," kata sumber.

Sumber lain mengatakan bahwa, biasanya, para pelaku akan menculik orang dan kemudian menyerahkannya kepada Abu Sayyaf.

"Pada akhirnya, itu adalah Abu Sayyaf yang punya kontrol atas korban penculikan," kata sumber lain.

Kedua sumber itu tidak memberikan identitas mereka karena kurang merasa kurangnya kewenangan untuk membahhas masalah ini, sementara militer masih menyusun rincian peristiwa.

Para lelaki bersenjata dikatakan melarikan diri dengan tawanan asal Indonesia menuju salah satu pulau kecil bagian dari Sabah. lima orang lainnya di kapal berkebangsaan Indonesia dan Myanmar telah dibebaskan.

Otoritas Malaysia mengatakan. Ada laporan saling bertentangan apakah kapal berlayar ke Malaysia dari Filipina atau sebaliknya.

Komisaris Polisi Abdul Rashid di Sabah mengatakan kepada Bernama bahwa otoritasnya masih menginvestigasi penculikan terjadi di perairan Malaysia atau perairan internasional.

Korban penculikan lainnya yang belum dibebaskan termasuk wisatawan Kanada dan pemilik resor berkebangsaan Norwegia.

Tahun lalu, seorang warga Malaysia diculik dari sebuah restoran tepi pantai di Sabah. Dia kemudian dibunuh oleh penculik.

Abu Sayyaf sendiri pernah melakukan serangan melewati perbatasan Malaysia pada bulan April 2000. Mereka menculik 21 warga Eropa dan turis Asia dari resor penyelaman. Mereka akhirnya dibebaskan setelah uang tebusan dibayar pada tahun berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BIN Sebut Bernegosiasi dengan Abu Sayyaf Lebih Menguntungkan

BIN Sebut Bernegosiasi dengan Abu Sayyaf Lebih Menguntungkan

News | Sabtu, 02 April 2016 | 18:40 WIB

Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Sandera 10 WNI

Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Sandera 10 WNI

News | Sabtu, 02 April 2016 | 18:15 WIB

Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 23:57 WIB

Selain 10 WNI, 11 WNA Juga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Selain 10 WNI, 11 WNA Juga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 15:00 WIB

Suami Disandera Abu Sayyaf, Halimatus Terkejut dan Menangis

Suami Disandera Abu Sayyaf, Halimatus Terkejut dan Menangis

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 03:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×