Hasil Rapat Nasdem, Target 2019 sampai Sanksi Bagi yang Korup

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 05 April 2016 | 18:42 WIB
Hasil Rapat Nasdem, Target 2019 sampai Sanksi Bagi yang Korup
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh dan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Istora Senayan, Jakarta [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Salah satu hasil dari rapat koordinasi khusus Bappilu dan OKK Partai Nasional Demokrat yang berlangsung pada 3-5 April 2016 yaitu menargetkan perolehan sebanyak 100 kursi DPR pada Pemilu Legislatif 2019.

Terkait target tersebut, Ketua Bappilu Partai Nasdem Enggartiasto Lukita menerangkan jika dilihat secara angka memang cukup besar. Namun, angka tersebut bukanlah angka yang mustahil bisa diraih.

Hal ini, kata Enggar, dibuktikan dengan cukup besarnya aspirasi dari masyarakat terhadap pasangan cakada yang diusung oleh Nasdem pada Pilkada 2015.

“Hasil dari aspirasi masyarakat yang telah kami serap pada Pilkada 2015 serta awal dari proses penjaringan calon legislatif. Dengan hasil inilah, kami menaruh optimisme,” ujarnya.

Namun, Enggar mengakui bahwa dalam mewujudkan target tersebut tidak mudah. Apalagi, lanjutnya, sebagaimana pesan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bahwa kehadiran institusi partai politik harus mampu menampung aspirasi rakyat dan melayani masyarakat.

“Oleh karenanya, dalam struktur partai di setiap tingkatan harus mengambil peranan dalam masyarakat. Itulah esensi dari kehadiran partai kita,” tutur Enggar.

Terkait politik tanpa mahar kepada calon kepala daerah yang diusung oleh Nasdem, Enggar menegaskan Nasdem merupakan partai yang terbuka. Sehingga setiap figur yang diinginkan oleh masyarakat akan menjadi kewajiban partai untuk mendukung apa yang menjadi pilihan masyarakat tersebut.

“Sekalipun calon itu di luar dari kader Partai Nasdem, pasti kami akan mengusungnya,” katanya.

Hal terpenting bagi Nasdem dalam memilih calon dalam pilkada adalah aspirasi masyarakat lebih diutamakan. Apabila figur petahana masih diinginkan oleh masyarakat, maka Partai Nasdem tidak bisa menolaknya.

Begitu pula, jika ternyata kepala daerah tersebut tidak diinginkan kembali oleh masyarakat, maka Partai Nasdem selalu melihat kriteria yang diinginkan oleh masyarakat serta tidak terkait kasus hukum.

Enggar juga menyebutkan dalam proses penjaringan kader Partai Nasdem yang akan diduduki dalam legislatif akan selektif. Salah satunya sebelum diposisikan sebagai calon, daftar susunan nama-nama tersebut akan dibawakan kepada penegak hukum.

“Kalaupun toh dia secara elektabilitasnya tinggi, tetapi ternyata memiliki terkait kasus hukum maka kami tidak akan mencalonkannya,” katanya.

Sehingga dengan proses tersebut, ke depannya diharapkan tidak ada kader atau calon yang diusung Nasdem yang cacat hukum dan tersangkut korupsi.

“Jika ada salah satu kader terbukti secara hukum terlibat hal itu, maka kami detik dan jam itu juga tidak ada toleransi sedikit pun akan langsung memecatnya,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Surya Paloh Siap Tendang Anggota DPR Nasdem Main Anggaran

Surya Paloh Siap Tendang Anggota DPR Nasdem Main Anggaran

News | Minggu, 03 April 2016 | 18:58 WIB

Paloh Ungkap Pernah Didatangi Ahok Sambil Ngaku Tak Punya Uang

Paloh Ungkap Pernah Didatangi Ahok Sambil Ngaku Tak Punya Uang

News | Minggu, 03 April 2016 | 18:15 WIB

Paloh: Publik Eneg Lihat Elite Tukang Tipu, Nasdem Dukung Ahok

Paloh: Publik Eneg Lihat Elite Tukang Tipu, Nasdem Dukung Ahok

News | Minggu, 03 April 2016 | 16:15 WIB

Hadapi 2017-2019, Paloh Ungkap Nasdem Siap-siap Lebih Cepat

Hadapi 2017-2019, Paloh Ungkap Nasdem Siap-siap Lebih Cepat

News | Minggu, 03 April 2016 | 16:06 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB