Kaban Tegur Ahok, Jangan Kaitkan Yusron dengan PBB

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 06 April 2016 | 16:50 WIB
Kaban Tegur Ahok, Jangan Kaitkan Yusron dengan PBB
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Taman NKRI, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (1/4/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang M. S. Kaban meminta Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhati-hati berucap. Hal ini terkait ucapan Ahok yang menyebut PBB ingin mengubah sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Ahok sebagai seorang gubernur dan pemimpin, dalam berkomentar tentang partai, harus hati-hati. Apalagi menyangkut ideologi negara," kata Kaban saat menggelar konferensi pers di kantor DPP PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (6/4/2016).

Mantan Menteri Kehutanan meminta Ahok jangan mengaitkan cuitan Duta Besar Indonesia Jepang untuk jepang Yusron Ihza Mahendra dengan PBB. Sebagai pemimpin, katanya, seharusnya Ahok bisa membedakan persoalan personal dan organisasi.

"Opini yang dia sampaikan sangat dangkal pemahamannya terhadap partai. Kalau tidak paham jangan berkomentar. Kalau dia tidak cocok dengan pikiran Yusron, Ahok nariknya ke partai, itu tidak bijak," kata Kaban.

"Harusnya gesekannya dengan Yusron, partai malah dilibatkan," Kaban menambahkan.

Ketua Harian DPP PBB Jamuluddin Karim mengatakan partainya serius menanggapi pernyataan Ahok. Dia berharap Ahok berjiwa kesatria dengan meminta pernyataan maaf kepada partai.

"Nggak ada juga bertemu dengan beliau (Ahok). Kalau kesatria dia pasti minta maaf, kalau tidak ya dia ngeles sana sini," kata Jamaluddin.

Pernyataan yang disoal PBB dilontarkan ketika Ahok menghadiri peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 30 Maret 2016.

"Jangan taruh orang yang mau ubah Pancasila. Orang Partai Bulan Bintang itu pengen ubah Pancasila kayak Masyumi. Itu masalah," kata Ahok.

Pernyataan Ahok terlontar ketika dia menanggapi cuitan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra -- adik Yusril -- yang dinilai bernuansa rasis.

"Ada yang ngetweet nakutin, kasihan lho, turunan Cina miskin, nanti dibantai gara-gara Ahok. Itu kurang aja, namanya rasis. itu Dubes Jepang adiknya Yusril ngomong pakai nasihat. Ini negara bahaya," ujar Ahok ketika itu.

Ketika itu, Ahok sampai meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk tegas dalam menilai sikap Dubes Yusron. Belakangan, Kementerian Luar Negeri meminta seluruh duta besar untuk fokus pada tugas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panas Akibat Ucapan Ahok, Partainya Yusril akan Lapor Mabes Polri

Panas Akibat Ucapan Ahok, Partainya Yusril akan Lapor Mabes Polri

News | Rabu, 06 April 2016 | 15:55 WIB

Partainya Yusril Panas, Anggap Ahok Lebih Parah dari Zaskia Gotik

Partainya Yusril Panas, Anggap Ahok Lebih Parah dari Zaskia Gotik

News | Rabu, 06 April 2016 | 15:45 WIB

Dituding Mau Ubah Pancasila, PBB Panas dan Anggap Ahok Sembrono

Dituding Mau Ubah Pancasila, PBB Panas dan Anggap Ahok Sembrono

News | Rabu, 06 April 2016 | 15:26 WIB

Terkini

Gebrakan Prabowo: Sekolah-Kuliah Gratis dan Berantas Korupsi Lewat Kesejahteraan

Gebrakan Prabowo: Sekolah-Kuliah Gratis dan Berantas Korupsi Lewat Kesejahteraan

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 18:30 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 18:28 WIB

Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON

Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:25 WIB

3 Rekomendasi Jam Tangan Garmin untuk Pelari Pemula, Harga di Bawah Rp5 Juta

3 Rekomendasi Jam Tangan Garmin untuk Pelari Pemula, Harga di Bawah Rp5 Juta

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 18:21 WIB

Ketika Dengue Menggerus Dompet Keluarga: Ada Biaya yang Tak Masuk Tanggungan BPJS

Ketika Dengue Menggerus Dompet Keluarga: Ada Biaya yang Tak Masuk Tanggungan BPJS

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 18:20 WIB

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati

Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:10 WIB

Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4

Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:05 WIB

Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Ditangkap Polisi? Kenali Bahaya dan Efeknya

Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Ditangkap Polisi? Kenali Bahaya dan Efeknya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:56 WIB

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

×