Belgia Dakwa 2 Orang yang Sewa "Rumah Perlindungan" Bagi Teroris

Ruben Setiawan

Rabu, 13 April 2016 | 08:37 WIB
Belgia Dakwa 2 Orang yang Sewa "Rumah Perlindungan" Bagi Teroris
Pasukan khusus Belgia mengamankan lokasi rumah yang digeledah di Uccle, Brussels. (Reuters)

Suara.com - Pihak berwajib Belgia menjerat dua orang lelaki dengan pasal terorisme dalam insiden pengeboman di Brussels, bulan lalu. Selain itu, mereka juga menggeledah sebuah rumah dan menahan tiga orang yang disinyalir terlibat dalam serangan teror Paris, demikian disampaikan kejaksaan federal Belgia, Selasa (12/4/2016) waktu setempat.

Seorang jaksa Belgia menjerat kedua lelaki tersebut, Smail F. (lahir tahun 1984) dan Ibrahim F. (lahir tahun 1988), atas tuduhan terlibat dalam penyewaan sebuah rumah yang diyakini sebagai "rumah perlindungan" bagi para pelaku teror sebelum melancarkan serangan bom di Brussels pada tanggal 22 Maret silam.

"Mereka dijerat tuduhan partisipasi dalam aktivitas kelompok terorisme, pembunuhan berlatar belakang terorisme, dan upaya melakukan pembunuhan berlatar terorisme, sebagai pelaku, mitra pelaku atau sekongkol," kata jaksa dalam pernyataan mereka.

Polisi menyerbu rumah yang diduga sebagai "rumah perlindungan" pada pelaku teroris di Etterbeek pada hari Sabtu pekan lalu, namun tidak menemukan senjata maupun bahan peledak.

Surat kabar Belgia DH mengatakan, dua orang lelaki tersebut terlihat di rekaman kamera keamanan memasuki rumah sehari setelah serangan Brussels sembari menenteng sejumlah tas. Namun, kejaksaan belum menanggapi laporan tersebut.

Jaksa penuntut umum mengatakan, mereka telah menggeledah sebuah rumah di Distrik Uccle, Brussels bagian selatan. Dari rumah tersebut, mereka menahan tiga orang untuk diinterogasi terkait serangan penembakan dan bom yang terjadi di Paris pada 13 November 2015 lalu.

Para jaksa tidak menyebutkan apa saja yang mereka temukan dalam rumah terseut. Namun, mereka menegaskan bahwa tiga orang yang ditangkap akan menghadap pada hakim pada hari Rabu untuk menentukan apakah mereka akan terkena dakwaan.

Penyelidikan terhadap serangan di Paris dan Brussels, yang sama-sama diklaim ISIS sebagai pekerjaan mereka, mengungkap adanya kaitan antara kelompok-kelompok yang merencanakan serangan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (10/4/2016), kejaksaan Belgia meyakini bahwa mereka yang berada di balik teror Brussels, awalnya berencana melancarkan serangan di Prancis. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×