Media Terus 'Garap' Kasus Sumber Waras, Operasional RS Terganggu

Ruben Setiawan Suara.Com
Minggu, 17 April 2016 | 01:57 WIB
Media Terus 'Garap' Kasus Sumber Waras, Operasional RS Terganggu
Rumah Sakit Sumber Waras [suara.com/Ummy]

Suara.com - Direktur RS Sumber Waras Abraham Tejanegara mengatakan pemberitaan media terkait dugaan indikasi korupsi yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta membuat operasional rumah sakit itu terganggu.

"Karena (pemberitaan) terus berulang, operasional (rumah sakit) kami mulai terganggu karena ada keresahan. 'Supplier' tanya gimana nasib rumah sakit," ujar Abraham pada konferensi pers di RS Sumber Waras Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan karyawan, pasien, relasi, dan investor yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri panik dan resah terkait penjualan lahan sayap kiri RS Sumber Waras kepada Pemerintah Provinsi DKI.

Karyawan pun mengeluh tidak diberi tahu penjualan tanah Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) saat pertama kali berita mencuat pada Mei 2014.

Pada saat itu, Abraham menceritakan ada teks berjalan di layar televisi yang mengabarkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok tersebut telah membeli lahan seluas 3,64 hektare seharga Rp1,7 triliun.

"Hampir semua televisi menyiarkan, diikuti (media) cetak, namun kami masih diamkan. Tetapi, karena terus berulang, operasional kami mulai terganggu. Akhirnya kami minta ketemu Ahok," ujar Abraham.

Ia menjelaskan pertemuan dengan Ahok pertama dan terakhir kali sejauh berita ini diturunkan, yakni 6 Juni 2014 dan saat itu Ahok menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, menurut penjelasan Abraham, Ahok mengatakan perubahan peruntukan lahan milik YKSW dari semula sebagai sarana kesehatan menjadi wisma susun tidak diberikan karena Pemprov DKI masih memerlukan rumah sakit untuk pelayanan kesehatan warga.

Ahok pun menawarkan kepada YKSW agar tanah tersebut dijual dengan harga sesuai NJOP karena nantinya akan didirikan rumah sakit kanker.

Selanjutnya pada 17 Desember 2014 dilakukan penandatanganan akta pelepasan karena pihak Sumber Waras telah menyetujui penjualan lahan seluas 3,64 hektare ke Pemprov DKI dengan harga sesuai NJOP 2014, yakni Rp20.755.000 per meter persegi.

Pemprov DKI atas nama Dinas Kesehatan mentransfer total pembayaran Rp755.689.550.000 pada 31 Desember 2014 melalui Bank DKI milik RS Sumber Waras. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI