Atasi Perompakan, RI Jajaki Operasi di Laut Malaysia-Filipina

Esti Utami, Erick Tanjung

Minggu, 17 April 2016 | 10:35 WIB
Atasi Perompakan, RI Jajaki Operasi di Laut Malaysia-Filipina
Ilustrasi Kopaska bebaskan sandera. (Antara)

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Mmenkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan Presiden Joko Widodo meminta untuk menjajaki pengamanan atau patroli bersama di rute dagang di laut dengan Malaysia dan Filipina.

"Presiden baru saja minta untuk dijajaki dengan Malaysia-Filipina untuk pengamanan bersama," katanya setelah mengantar keberangkatan Presiden ke Eropa di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (17/6/2016).

Hal ini didasarkan pada kekhawatiran wilayah perairan perbatasan Malaysia dan Filipina yang dilalui kapal-kapal dari atau ke Indonesia menjadi wilayah kekuasaan para perompak.

Apalagi, pada Jumat (15/6/2016) kemarin kembali terjadi pembajakan terhadap kapal berbendera Indonesia, yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. Dalam kejadian itu, empat anak buah kapal (ABK) WNI diculik oleh kelompok bersenjata.

"Saya takut kalau ini nanti seperti daerah Somalia, jadi tidak ada aspek politik murni di dalamnya. Aspek ekonominya yang menonjol di situ," kata Luhut.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada TNI dan Kementerian Luar Negeri untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara tetangga melakukan kerjasama dalam pengamanan wilayah perairan laut. Bentuknya seperti operasi militer bersama di wilayah perairan pembajakan yang kerab terjadi belakangan ini.

Luhut menambahkan, militer Indonesia belum bisa masuk karena kontitusi Filipina harus minta persetujuan parlemen jika tentara asing masuk ke wilayah mereka.

"Konstitusi Filipina tidak memungkinkan untuk itu (operasi gabungan militer), harus ada izin parlemen," jelasnya.

Luhut mengungkapkan, saat ini pihak perusahaan yang mempekerjakan WNI yang diculik kelompok bersenjata di Filipina sudah berangkat ke lokasi untuk melakukan negosiasi.

Luhut memperkirakan penculikan 14 WNI di Filipina seperti kasus di Somalia yang tidak ada aspek politik.

"Kita sedang identifikasi kelompok-kelompoknya, tapi (perkiraan) sementara kok aspek ekonominya yang menonjol di situ," katanya.

Menko Polhukam menyakan pihaknya belum yakin betul apakah ini murni kelompok Abu Sayyaf atau sempalan-sempalannya.

Luhut juga mengungkapkan telah melaporkan ke Presiden terkait tambahan empat WNI yang diculik.

"Ia betul, tadi sudah lapor presiden, sekarang kita lagi monitor semua dengan cermat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, ‎kedua kapal tersebut dibajak dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Kapal-kapal yang dibajak tersebut membawa 10 orang ABK warga negara Indonesia.

Dalam peristiwa pembajakan itu, satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang lainnya diculik. Satu ABK yang tertembak sudah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia guna mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Kemlu RI, meskipun mengalami luka tembak, ABK asal Indonesia tersebut dalam kondisi stabil. Sementara, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

Pihak Kemenlu RI terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak di dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina.

Selain itu, Konsulat RI di Tawau pun melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia yang ada di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

×