ICW: Korupsi Reklamasi Jangan Berhenti di Sanusi

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 20 April 2016 | 12:05 WIB
ICW: Korupsi Reklamasi Jangan Berhenti di Sanusi
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4/2016) malam. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - LSM antikorupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK meluaskan penyelidikan kasus dugaan suap proyek reklamasi Teluk Jakarta. Ini dilakukan agar ada anggota DPRD DKI Jakarta lain yang ditangkap selain Mohamad Sanusi.

"KPK kita dorong untuk membongkar anggota DPRD lainnya, pihak lainnya. Sehingga kasus ini menjadi terbuka seluruh keterlibatan lainnya," ujar Peneliti ICW Donal Fariz kepada suara.com di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

KPK telah menangkap Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi 31 Maret lalu di Jakarta. Dia diduga menerima suap dari Agung Podomoro Land (APL). Mustahil jika pembahasan Raperda hanya melibatkan Sanusi.

"Karena konteks pembahasan Raperda mustahil hanya akan melibatkan satu orang lain. Pasti ada simpul aktor. Sanusi ini hanya satu simpul,"ucapnya.

Lebih lanjut kata Donal, telah ada petunjuk terkait pertemuan yang berlangsung di kediaman bos PT.Agung Sedayu Grup, Sugiyanto Kusuma bersama dengan sejumlah Pimpinan DPRD dan anggota DPRD DKI Jakarta, yang diakui Presiden Direktur PT.Agung Podomoro Land (Tbk), Ariesman Widjaja. Hal tersebut kata Donal, membuktikan adanya keterlibatan anggota DPRD DKI Jakarta lainnya.

"Ini menunjukkan adanya keterlibatan anggota DPRD DKI Jakarta lainnya yang harus dikejar oleh KPK. Di situ menurut saya kasus ini nggak berhenti di Sanusi, "jelas Donal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: Mana Berani Pimpinan DPRD Ketemu Aguan Kasih Tahu Aku

Ahok: Mana Berani Pimpinan DPRD Ketemu Aguan Kasih Tahu Aku

News | Rabu, 20 April 2016 | 11:50 WIB

ICW Yakin Aktor Suap Reklamasi Teluk Jakarta Tak Cuma Sanusi

ICW Yakin Aktor Suap Reklamasi Teluk Jakarta Tak Cuma Sanusi

News | Rabu, 20 April 2016 | 11:29 WIB

Suap Reklamasi, KPK Periksa Anak Perusahaan Agung Podomoro

Suap Reklamasi, KPK Periksa Anak Perusahaan Agung Podomoro

News | Rabu, 20 April 2016 | 11:25 WIB

Direktur Agung Sedayu Datang Penuhi Panggilan KPK

Direktur Agung Sedayu Datang Penuhi Panggilan KPK

News | Rabu, 20 April 2016 | 10:28 WIB

Inilah Tiga Solusi Bagi Nelayan di Teluk Jakarta

Inilah Tiga Solusi Bagi Nelayan di Teluk Jakarta

News | Rabu, 20 April 2016 | 09:21 WIB

Ahok: Mana Ada Ikan Ditangkap di Teluk Jakarta

Ahok: Mana Ada Ikan Ditangkap di Teluk Jakarta

News | Rabu, 20 April 2016 | 09:14 WIB

Anggota Dewan Dukung Reklamasi Teluk Jakarta Dihentikan Sementara

Anggota Dewan Dukung Reklamasi Teluk Jakarta Dihentikan Sementara

News | Rabu, 20 April 2016 | 08:09 WIB

KNTI Jakarta Sambut Baik Moratorium Reklamasi

KNTI Jakarta Sambut Baik Moratorium Reklamasi

News | Rabu, 20 April 2016 | 00:55 WIB

KPK Siap Periksa Petinggi Agung Sedayu Grup Besok

KPK Siap Periksa Petinggi Agung Sedayu Grup Besok

News | Selasa, 19 April 2016 | 22:08 WIB

Sadapan Dibuka KPK, Ini Pertanyaan Bos Podomoro pada Sanusi

Sadapan Dibuka KPK, Ini Pertanyaan Bos Podomoro pada Sanusi

News | Selasa, 19 April 2016 | 20:13 WIB

Terkini

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:29 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB