Indonesia Timbang Tukar Samadikun dengan Terduga Teroris Cina

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 21 April 2016 | 14:27 WIB
Indonesia Timbang Tukar Samadikun dengan Terduga Teroris Cina
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. [suara.com/Welly]

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan ‎mengakui Pemerintah China meminta barter antara buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono dengan empat terduga teroris asal Cina etnik Uighur yang ditangkap tim Datasemen Khusus Anti Teror Polri beberapa waktu lalu.

"Iya ada," ‎kata Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Namun lanjut Luhut, Pemerintah masih mempertimbangkan hal itu. Sampai sekarang Pemerintah belum memenuhi permintaan Cina untuk barter tersebut.

"Sampai sekarang kami (pemerintah) belum begitu. Kami masih melihat Samadikun bisa segera dibawa ke Indonesia," ujar dia.

Beberapa waktu lalu, Polri menangkap terduga calon pelaku bom bunuh diri warga Cina etnik Uighur yang mengaku akan meledakkan kantor instansi pemerintah pada akhir Desember 2015 lalu di Bekasi, Jawa Barat. Polisi menduga empat terduga teroris warga China yang ditangkap Polri ‎tersebut anggota atau simpatisan ISIS.

Diberitakan sebelumnya, koruptor kasus ‎BLBI Samadikun akan dibawa ke Indonesia, Kamis (21/4/2016) malam ini. Samadikun ditangkap di Shangai, Cina, saat akan menonton balapan Formula 1, pekan lalu. Samadikun menjadi buron setelah putusan pengadilan sejak 200r lalu.

Hal itu diketahui saat Ketua Komisi III Bambang Soesatyo memberikan selamat kepada Jaksa Agung HM Prasetyo, saat rapat kerja di DPR, Kamis (21/4/2016).

"Saya berikan apresiasi pada Jaksa Agung, saya dengar nanti malam buronan Hartono berhasil di bawa ke tanah air. Luar biasa. Kita menanti buronan lainnya bisa dibawa ke tanah air," kata Bambang.

‎Dalam kesempatan ini, Prasetyo menceritakan Samadikun akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Dia pun berterima kasih kepada Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso (Bang Yos) karena mengetahui posisi Samadikun.

"Nanti malam akan datang melalui Bandara Halim, kiriman barang yang kita terima dari Bang Yos di Shanghai sana. Buron yang sudah sekian lama kita kejar dari mulai sejak 2003, divonis dan sudah inkrah ternyata yang bersangkutan melarikan diri dan yang bersangkutan konon ternyata memiliki usaha di Cina dan Vietnam," kata Prasetyo.

Dia pun membantah ketika disinggung ada deal khusus untuk pengembalian Samadikun dari China ke Indonesia. ‎Menurutnya, setelah ada diplomasi Samadikun pun bisa dipulangkan ke Indonesia untuk segera dieksekusi.

"Memang beda pendekatannya, dan mereka bisa memahami itu. Dengan demikian, dia kembali malam ini. Nanti akan segera kita eksekusi," ujar Prasetyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buronan BLBI Samadikun Pulang ke Indonesia Malam Ini

Buronan BLBI Samadikun Pulang ke Indonesia Malam Ini

News | Kamis, 21 April 2016 | 13:20 WIB

Alasan Indonesia Sulit Tangkap Samadikun Hartono di Luar Negeri

Alasan Indonesia Sulit Tangkap Samadikun Hartono di Luar Negeri

News | Rabu, 20 April 2016 | 16:23 WIB

ICW Minta Kejagung Tak Puas Cuma Tangkap Samadikun Hartono

ICW Minta Kejagung Tak Puas Cuma Tangkap Samadikun Hartono

News | Rabu, 20 April 2016 | 14:53 WIB

Terkini

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:36 WIB

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:07 WIB

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:05 WIB

UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN

UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:54 WIB