Macet Parah, Bogor Mulai Reformasi Angkot

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 29 April 2016 | 23:39 WIB
Macet Parah, Bogor Mulai Reformasi Angkot
Wali Kota Bogor, Bima Arya. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat membentuk tim percepatan reformasi angkot. Ini akan membantu tugas Wali Kota untuk memperbaiki sistem transportasi dan rerouting angkutan kota.

"Segera kita lakukan reformasi angkot kita akan bentuk tim independen untuk mempercepat reformasi transportasi," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Jumat (29/4/2016).

Kondisi angkot selama ini dikeluhkan oleh masyarakat sering macet dan juga dikeluhkan oleh sopir angkot karena berkurangnya pendapatan. Sementara Bogor sudah menerapkan sistem satu arah yang dilakukan saat ini merupakan salah satu komponen kecil dalam penataan transporatsi di Kota Bogor. Masih ada langkah-langkah lainnya yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Bogor yang tertuang dalam Bogor Transportation Program (B-TOP).

"SSA ini hanya salah satu komponen kecil, akan ada penataan-penataan selanjutnya, setelah ini segera dilaksanakan rerouting angkot, dan merger angkot menjadi armada bus," katanya.

Bima mengakui pemberlakukan SSA belum sempurna adanya tumpang tindih 13 trayek angkot yang terdampak. Pemkot Bogor telah menyiapkan langkah rerouting angkot yang saat ini masih disusun bersama Organda dan DLLAJ.

"Rerouting masih kita bahas bersama DLLAJ, Organda dan juga para supir," katanya.

Terkait adanya penolakan SSA dari para sopir angkot di beberapa trayek, Bima mengatakan, dirinya menerima laporan dari tim investigasi yang diturunkannya bahwa supir yang melakukan demo adalah bukanlah sopir angkot yang resmi (utama), melainkan supir tembak, supir batangan dan supir kadal.

Ia mengatakan, selama ini para sopir tembak, supir kadal ataupun sopir batangan tersebut mengoperasikan angkot dengan mengacak rute, mereka tidak memiliki SIM khusus untuk mengemudi, ketika diberlakukan SSA mereka tidak bisa lagi beroperasi.

"Mereka yang berdemo juga para pak ogah yang sering mengambil setoran dari supir-supir yang ngetem. Sejak SSA mereka tidak mendapatkan penghasilan lagi karena tidak ada angkot yang ngetem," katanya.

Bima mengakui bahwa dengan diberlakukannya SSA ada 13 angkot yang terdampak, beberapa ada yang trayeknya berhimpitan seperti angkot trayek 13 dan 11, ini menyebabkan pendapatan supir menurun.

"SSA memang harus dievalausi, rerouting angkot sudah mendesak dilakukan untuk 23 trayek sudah hampir 32 tahun tidak ada peremajaan trayek. Kita prioritaskan rerouting secepatnya untuk 13 trayek yang terdampak SSA," katanya.

Aksi protes terhadap SSA kembali berlanjut, banyak angkot yang tidak beroperasi. Kondisi ini membuat jalanan Kota Bogor menjadi lebih lancar dari biasanya karena tidak ada angkot yang ngetem sembaranga. Selain itu, situasi tersebut memberikan keuntungan bagi para pengendara ojek yang kebanjiran orderan.

Para pengendara ojek ini banyak mangkal di tempat-tempat yang banyak warganya menunggu angkot seperti di Stasiun Bogor, BTM, Pasar Bogor, Kebun Raya, Otista, Tugu Kujang, depan Bali Kota dan Paledang.

Pemkot Bogor juga mengerhakan 20 unit Transpakuan, mobil Satpol PP, truk Kepolisian dan Yonif 315 untuk mengakomodir warga yang tidak terlayani oleh angkutan umum. Bus bantuan ini melayani korider keliling Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor, rute Barat, Timur, Utara dan Tengah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Delapan Rumah di Bogor Rusak Dihantam Puting Beliung

Delapan Rumah di Bogor Rusak Dihantam Puting Beliung

News | Minggu, 24 April 2016 | 23:39 WIB

DLLAJ Bogor Siap Ungkap Hasil Survei Satu Arah

DLLAJ Bogor Siap Ungkap Hasil Survei Satu Arah

News | Minggu, 17 April 2016 | 23:36 WIB

YLKI: Simpang Susun Semanggi Ciptakan Kemacetan Baru

YLKI: Simpang Susun Semanggi Ciptakan Kemacetan Baru

News | Minggu, 10 April 2016 | 05:00 WIB

Razia Angkutan Kota

Razia Angkutan Kota

Foto | Jum'at, 08 April 2016 | 11:31 WIB

Punya Lima Juta Warga, Bogor Didorong Jadi Provinsi Sendiri

Punya Lima Juta Warga, Bogor Didorong Jadi Provinsi Sendiri

News | Selasa, 29 Maret 2016 | 11:11 WIB

Besok Puncak Arus Balik Tol Cikampek, Ini Antisipasi Jasa Marga

Besok Puncak Arus Balik Tol Cikampek, Ini Antisipasi Jasa Marga

News | Sabtu, 26 Maret 2016 | 21:21 WIB

Puncak Arus Balik Libur Panjang di Tol Cikampek pada Minggu Besok

Puncak Arus Balik Libur Panjang di Tol Cikampek pada Minggu Besok

News | Sabtu, 26 Maret 2016 | 11:13 WIB

Hindari Puncak Macet 12 Kilometer, Ini Jalur Alternatifnya

Hindari Puncak Macet 12 Kilometer, Ini Jalur Alternatifnya

News | Jum'at, 25 Maret 2016 | 21:06 WIB

Taman Buah Mekarsari, Surga Tanaman Buah Nusantara

Taman Buah Mekarsari, Surga Tanaman Buah Nusantara

Lifestyle | Jum'at, 25 Maret 2016 | 18:09 WIB

Cuma Arah Jakarta yang Boleh Lewat Puncak Sore Ini, Jangan Emosi

Cuma Arah Jakarta yang Boleh Lewat Puncak Sore Ini, Jangan Emosi

News | Jum'at, 25 Maret 2016 | 17:12 WIB

Terkini

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB