Ibu dan Anak Gadisnya Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 05 Mei 2016 | 00:12 WIB
Ibu dan Anak Gadisnya Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan
Ilustrasi korban pembunuhan (Shutterstock).

Suara.com - Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur menangani kasus pembunuhanseorang ibu beserta anak gadisnya di Kecamatan Kesamben. Kematian mereka tragis.

Kepala Polres Blitar AKBP Slamet Waloya menjelaskan korban yang meninggal dunia diketahui bernama Katiyem (47) serta anaknya Indah Nursanti (18). Keduanya meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan yang selama ini dihuni oleh Y (45) di Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Temuan jasad korban berawal dari adanya laporan warga yang curiga dengan adanya bau tidak sedap dari rumah tersebut. Setelah dicek, ternyata diketahui terdapat dua orang meninggal dunia bersimbah darah.

Polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal kondisi jenazah. Dari pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka yang cukup parah di bagian wajahnya seperti bekas pukulan benda tumpul. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi.

Namun, Kapolres menegaskan untuk mengetahui dengan pasti penyebab kematian korban, masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik RS Bhayangkara, Kediri.

"Kami masih menunggu keterangan dokter ahli forensik dari RS Bhayangkara, Kediri untuk autopsi korban," katanya.

Sementara itu, selama ini Y yang merupakan warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar itu diketahui tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ia bekerja sebagai tukang service barang.

Kapolres mengatakan, Y sempat tinggal dengan anak lelakinya di rumah kontrakan itu, namun sejak Senin (2/5) diajak Y tinggal di rumah di Kecamatan Nglegok. Polisi agak kesulitan mengusut, sebab Y dikatakan oleh keluarga sudah meninggal dunia.

Y dikatakan meninggal setelah mengalami sakit di bagian dada serta perutnya. Namun, polisi pun belum memastikan Y meninggal dunia, sebab hingga kini belum ada surat kematian dari perangkat desa setempat.

Polisi pun belum berencana membongkar makam Y, guna memastikan kebenaran jika Y sudah meninggal dunia. Polisi saat ini masih fokus melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi termasuk dari tetangga dan keluarga. Namun, Kapolres mengatakan jika memang Y sudah meninggal dunia, maka kasus tersebut akan gugur demi hukum.

"Belum ada surat kematian dari kelurahan. Kami masih analisa sidik jari," kata Kapolres.

Sejumlah warga memang mengatakan jika rumah itu dikontrak oleh Y, namun warga juga belum bertemu dengan Y. Namun, warga sempat mengetahui jika ada tamu di rumah Y pada Senin (2/5/2016) malam.

"Ada yang tahu jika dua korban itu bertamu, namun hingga kini yang mengontrak rumah juga tidak ada," kata Sujono, perangkat desa setempat.

Sementara itu, di rumah kontrakan tersebut saat ini sudah dipasangi garis polisi, sebagai pertanda jika yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Saat proses evakuasi, warga memadati rumah tersebut, bahkan beberapa di antaranya ada yang mengabadikan dengan kamera telepon genggam. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahasiwa Pembunuh Dosen dengan Sadis Dipecat dari Kampus

Mahasiwa Pembunuh Dosen dengan Sadis Dipecat dari Kampus

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 04:12 WIB

Pembunuh Mahasiswi Cantik UGM Tertangkap, Siapa Dia?

Pembunuh Mahasiswi Cantik UGM Tertangkap, Siapa Dia?

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 22:51 WIB

Buronan Kasus Pembunuhan di Sangihe Akhirnya Dibekuk

Buronan Kasus Pembunuhan di Sangihe Akhirnya Dibekuk

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 07:58 WIB

Mayat Mahasiswi UGM Ditemukan Membusuk dan Bengkak

Mayat Mahasiswi UGM Ditemukan Membusuk dan Bengkak

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 05:34 WIB

Mahasiswi UGM Tewas di Kamar Mandi Diduga Dibunuh

Mahasiswi UGM Tewas di Kamar Mandi Diduga Dibunuh

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 00:16 WIB

Teganya! Ayah Tiri Siksa Afni Hingga Tewas

Teganya! Ayah Tiri Siksa Afni Hingga Tewas

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 03:01 WIB

Mahasiswa Gorok Leher Dosen Perempuan di Kamar Mandi Kampus

Mahasiswa Gorok Leher Dosen Perempuan di Kamar Mandi Kampus

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 01:04 WIB

Kesal Ditagih Utang, Keponakan Bunuh Paman

Kesal Ditagih Utang, Keponakan Bunuh Paman

News | Senin, 02 Mei 2016 | 01:04 WIB

Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi

Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi

News | Kamis, 21 April 2016 | 09:33 WIB

Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa

Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa

News | Rabu, 20 April 2016 | 16:51 WIB

Terkini

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:46 WIB

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:40 WIB

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:38 WIB

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB