Akbar Tandjung: Pakai Uang Urunan Pun Munaslub Masih Bisa Jalan

Ruben Setiawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 07 Mei 2016 | 14:37 WIB
Akbar Tandjung: Pakai Uang Urunan Pun Munaslub Masih Bisa Jalan
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung (suara.com/Nur Ichsan)

Suara.com - Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung rupanya sangat tidak terima dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Steering Committee berupa persyaratan bagi bakal calon Ketua Umum untuk menyerahkan uang minimal Rp1 Miliar. Uang tersebut diklaim akan digunakan untuk membantu biaya operasional Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar sekaligus menghindari politik uang.

Padahal menurut Akbar, Munas dan Munaslub bukan merupakan hal baru yang dilakukan oleh partai sebesar Golkar. Karena itu, kata dia, tanpa uang pun, Munas dan Munaslub bisa saja dilakukan.

"Padahal sebetulnya tidak pakai uang pun masih bisa. apalagi kalau memang sudah bisa atau kalau masih bisa pakai uang, masih bisa pakai iuran, urunan, masih bisa," kata Akbar di Gado-Gado Boplo Jalan Gereja Theresia Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Golkar tersebut mengatakan, jika memang partai meminta kadernya mengumpulkan iuran, maka dirinya pun siap memberikan sumbangan. Namun, kata dia, pemberian iuran pun harus didasarkan pada kemampuan atau kondisi keuangan setiap kader, tanpa harus ada patokan jumlah, apalagi jika sampai dipaksakan.

"Kami pun dari Wantim pun kalau diminta pasti kami juga akan ikut berikan urunan. Oleh karena itu,  menurut saya kalau seperti ini maka tidak dipertahankan adanya iuran, dan hal ini akan dampak yang menurunkan Partai Golkar di mata publik," katanya.

Akbar bahkan memprediksi, Munaslub yang akan berlangsung pada tanggal 15-17 Mei 2016 mendatang itu akan sama nasibnya dengan Konvensi yang pernah diadakan Golkar pada Tahun 2004 untuk mencalonkan seorang Presiden. Kata dia, pada saat itu dirinya dikalahkan oleh Jenderal (Purn) Wiranto  melalui dua putaran. Namun, dia menduga bahwa dirinya kalah karena adanya praktek transaksional dengan mengutamakan uang.

"Nah itu lah yang terjadi pada waktu itu, putaran pertama saya yang menang, kedua pak Wiranto. Aturannya harus 50 persen lebih, maka diadakanlah putaran kedua antara saya dan pak Wiranto. Disitulah saya menduga merasakan pada putaran kedua itu ada terjadi transaksi, bukan tidak mungkin terjadi karena uang," kata Akbar.

Karenanya dia pun sejak awal sudah menyampaikan kepada Steering Committee agar persyaratan tersebut tidak dilaksanakan. Namun sayang, anjuran tersebut tidak didengar oleh SC dan hingga saat ini terus dilaksanakan, meskipun sudah ada peringatan dari KPK.

Pada Jumat (6/7/2016) kemarin, SC pun sudah memutuskan enam bakal Caketum Goklkar yang resmi, karena sudah menyerahkan uang Rp1 Miliar. Mereka  adalah, Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, Ade Komaruddin, Mahyudin, Airlangga Hartarto, dan Aziz Syamsudin. Sementara dua lainnya yang diberi kesempatan lagi karena belum menyerahkan uang adalah Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tutut Soeharto Bertarung di Munaslub Golkar? DPD Sulsel Solid ke Bahlil Lahadalia

Tutut Soeharto Bertarung di Munaslub Golkar? DPD Sulsel Solid ke Bahlil Lahadalia

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 12:38 WIB

Tutut Soeharto Bakal Jadi Ketua Golkar? Mekeng Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Wacana Panas Ini

Tutut Soeharto Bakal Jadi Ketua Golkar? Mekeng Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Wacana Panas Ini

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:05 WIB

Kader Partai Golkar Dukung Tutut Soeharto Gantikan Bahlil Lahadalia

Kader Partai Golkar Dukung Tutut Soeharto Gantikan Bahlil Lahadalia

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:35 WIB

Faktor Adik, Tutut Soeharto Diprediksi Dapat Restu Prabowo Geser Bahlil di Partai Golkar

Faktor Adik, Tutut Soeharto Diprediksi Dapat Restu Prabowo Geser Bahlil di Partai Golkar

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:08 WIB

Mbak Tutut Bakal Gantikan Bahlil Pimpin Partai Golkar? Jerry: Dia Akan Didukung Presiden

Mbak Tutut Bakal Gantikan Bahlil Pimpin Partai Golkar? Jerry: Dia Akan Didukung Presiden

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 14:40 WIB

Bahlil Temui Prabowo, Idrus Marham: Presiden Tak Akan Pecah Belah Golkar

Bahlil Temui Prabowo, Idrus Marham: Presiden Tak Akan Pecah Belah Golkar

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 19:11 WIB

Misteri Pertemuan Bahlil dan Prabowo: Isu Munaslub Golkar Ditepis, Namun Gestur Berbicara Lain

Misteri Pertemuan Bahlil dan Prabowo: Isu Munaslub Golkar Ditepis, Namun Gestur Berbicara Lain

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 18:30 WIB

Politisi Senior Golkar Tantang 'Hantu' Munaslub: Munculkan Mukamu, Jangan Cuma Main Isu!

Politisi Senior Golkar Tantang 'Hantu' Munaslub: Munculkan Mukamu, Jangan Cuma Main Isu!

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 17:53 WIB

Inikah Kelompok yang Hembuskan Isu Munaslub Golkar untuk Dongkel Bahlil?

Inikah Kelompok yang Hembuskan Isu Munaslub Golkar untuk Dongkel Bahlil?

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:47 WIB

Mensesneg Bantah Istana Dalangi Munaslub Golkar: Jangan Kaitkan dengan Istana!

Mensesneg Bantah Istana Dalangi Munaslub Golkar: Jangan Kaitkan dengan Istana!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:27 WIB

Terkini

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB